alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Di Depan Kapolres, Aktivis HMI Minta Polres Bangkalan Profesional

BANGKALAN – Masih ingat kasus dugaan ujaran kebencian Wakil Rektor (Warek) III UTM pada 16 September silam?. Untuk mengetahui penanganan perkaranya, HMI Bangkalan mendatangi mapolres setempat, Selasa (15/10).

Koordinator Lapangan HMI Thofiqur Syairozi berharap Polres Bangkalan bersikap profesional menangani kasus dugaan ujar kebencian tersebut. Apalagi, diwarnai aksi kekerasan terhadap kader HMI Bangkalan.

“Saat aksi berlangsung, ada yang mengaku sebagai mahasiswa UTM dan melakukan pelemparan serta pemukulan. Akibatnya, dua rekan kami yaitu Lukyan dan Rohma mengalami luka-luka,” ujarnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama mengakui ada tiga tuntutan yang disampaikan HMI. “Misalnya menanyakan sejauh mana penanganan kasus dugaan ujaran kebencian dan komitmen jajarannya menuntaskan kasus tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Sisi Lain Kelahiran 4 Bayi Kembar Gegerkan Kecamatan¬†Kwanyar

Rama menambahkan, pihaknya membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Salah satu kendala yang dijumpai adalah, para saksi susah dimintai keterangan mengenai apa yang mereka saksikan.

“Kami membutuhkan waktu untuk mencari alternatif-alternatif lain. Nanti kalau sudah terkumpul dua alat bukti, status perkara akan dinaikkan ke tahap penyidikan,” tegas mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jatim itu. (Chitrani Nurindraty)

- Advertisement -

BANGKALAN – Masih ingat kasus dugaan ujaran kebencian Wakil Rektor (Warek) III UTM pada 16 September silam?. Untuk mengetahui penanganan perkaranya, HMI Bangkalan mendatangi mapolres setempat, Selasa (15/10).

Koordinator Lapangan HMI Thofiqur Syairozi berharap Polres Bangkalan bersikap profesional menangani kasus dugaan ujar kebencian tersebut. Apalagi, diwarnai aksi kekerasan terhadap kader HMI Bangkalan.

“Saat aksi berlangsung, ada yang mengaku sebagai mahasiswa UTM dan melakukan pelemparan serta pemukulan. Akibatnya, dua rekan kami yaitu Lukyan dan Rohma mengalami luka-luka,” ujarnya.


Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama mengakui ada tiga tuntutan yang disampaikan HMI. “Misalnya menanyakan sejauh mana penanganan kasus dugaan ujaran kebencian dan komitmen jajarannya menuntaskan kasus tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Ringkus Dua Bandar Judi

Rama menambahkan, pihaknya membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Salah satu kendala yang dijumpai adalah, para saksi susah dimintai keterangan mengenai apa yang mereka saksikan.

“Kami membutuhkan waktu untuk mencari alternatif-alternatif lain. Nanti kalau sudah terkumpul dua alat bukti, status perkara akan dinaikkan ke tahap penyidikan,” tegas mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jatim itu. (Chitrani Nurindraty)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komitmen Tekan AKI-AKB

Menjaga Kesehatan Tulang

Pasar Tumpah Picu Kemacetan

Most Read

Artikel Terbaru

/