alexametrics
20.6 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Gebrakan Kades Alang-Alang Kang Zi pada Masa Pandemi

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Kepala Desa (Kades) Alang-Alang Fahrur Rozi, S.H. untuk terus berkreasi dan melakukan gebrakan. Pria yang akrab disapa Kang Zi itu mencanangkan program unggulan yang harus terealisasi tahun ini.

Yakni, kerja sama beasiswa Alang-Alang Melangit (Langit) bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Program tersebut terlaksana kemarin (14/9).

Kades Alang-Alang Fahrur Rozi, S.H. diundang dalam acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sakera  2020 UTM. Dalam acara tersebut, dia juga menerima SK kerja sama secara simbolis. Melalui program tersebut, tersedia ruang kepada warganya untuk menuntut ilmu di UTM.

”Ada tujuh orang yang menerima beasiswa ini, sekarang perdana. Pembiayaannya menggunakan dana desa (DD) tahun 2020. Bagi kami sangat istimewa karena disaksikan oleh ribuan mahasiswa baru di UTM meskipun pembukaannya secara virtual,” Kata Kang Zi.

 Kerja sama yang dijalin itu akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi pada tahun-tahun berikutnya. Artinya, mahasiswa bisa fokus penelitian, pengabdian, dan pendidikan di desa, bukan hanya penelitian di perusahaan besar.

Baca Juga :  Peduli Pedagang, Malam-Malam Bupati Ra Latif Serahkan Bantuan

”Progran Ini sebuah terobosan yang bagus untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) ke depan. Khususnya di Desa Aalang-Alang dan Madura,” terangnya.

Desa Alang-Alang juga memiliki program kartu one family one card. Rencananya akan di-launching akhir tahun. Saat sekarang masih proses penyelesaian pendataan dan persiapan. 

Rencananya, pada peluncuran program itu, pemerintah pusat akan diundang. Tujuannya, bisa melihat langsung inovasi Desa Alang-Alang dalam mengembangkan pelayanan secara digital. ”Kartu ini nantinya dimiliki oleh setiap kepala keluarga (KK),” ujarnya.

Dalam kartu tersebut tersimpan data keluarga. Fungsinya, sebagai kartu pelayanan. Di antaranya, pembuatan e-KTP, perubahan, dan lainnya. ”Kartu itu nantinya akan merapikan fungsi-fungsi bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Kartu tersebut ada tiga macam. Yakni, kartu merah untuk fakir miskin dan duafa. Kartu kuning untuk warga miskin dan janda kepala keluarga. Lalu, kartu hijau untuk warga mampu.

Baca Juga :  Tangan Diborgol, Mata Dilakban

Melalui kartu tersebut, Desa Alang-Alang memiliki zona dalam penyaluran bantuan dari pemerintah. Program lain yang juga akan direalisasikan tahun ini yakni kerja sama dengan UTM di bidang pertanian. Tujuannya, meningkatkan ekonomi masyarakat.

”Semoga saja dengan kerja sama yang sudah dibangun ini, pertanian di Desa Alang-Alang semakin meningkat,” harapnya.

Rektor UTM  Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si. menuturkan, kerja sama yang sudah dibangun dengan pemerintah Desa Alang-Alang merupakan salah satu bentuk implementasi dari Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Sesuai dengan arahan Mendikbud, salah satunya, praktikum pelaksanaan di kampus mulai bergeser seperti di desa. Hal itu akan bermanfaat untuk masyarakat di desa.

”Intinya, UTM tidak menutup kesempatan bagi desa yang lain. Akan diberlakukan sama seperti Desa Alang-Alang,” tegas pria asal Sampang itu.

 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Kepala Desa (Kades) Alang-Alang Fahrur Rozi, S.H. untuk terus berkreasi dan melakukan gebrakan. Pria yang akrab disapa Kang Zi itu mencanangkan program unggulan yang harus terealisasi tahun ini.

Yakni, kerja sama beasiswa Alang-Alang Melangit (Langit) bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Program tersebut terlaksana kemarin (14/9).

Kades Alang-Alang Fahrur Rozi, S.H. diundang dalam acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sakera  2020 UTM. Dalam acara tersebut, dia juga menerima SK kerja sama secara simbolis. Melalui program tersebut, tersedia ruang kepada warganya untuk menuntut ilmu di UTM.


”Ada tujuh orang yang menerima beasiswa ini, sekarang perdana. Pembiayaannya menggunakan dana desa (DD) tahun 2020. Bagi kami sangat istimewa karena disaksikan oleh ribuan mahasiswa baru di UTM meskipun pembukaannya secara virtual,” Kata Kang Zi.

 Kerja sama yang dijalin itu akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi pada tahun-tahun berikutnya. Artinya, mahasiswa bisa fokus penelitian, pengabdian, dan pendidikan di desa, bukan hanya penelitian di perusahaan besar.

Baca Juga :  Tuding Tidak Profesional, AMPD Datangi KPU dan Bawaslu Bangkalan

”Progran Ini sebuah terobosan yang bagus untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) ke depan. Khususnya di Desa Aalang-Alang dan Madura,” terangnya.

Desa Alang-Alang juga memiliki program kartu one family one card. Rencananya akan di-launching akhir tahun. Saat sekarang masih proses penyelesaian pendataan dan persiapan. 

Rencananya, pada peluncuran program itu, pemerintah pusat akan diundang. Tujuannya, bisa melihat langsung inovasi Desa Alang-Alang dalam mengembangkan pelayanan secara digital. ”Kartu ini nantinya dimiliki oleh setiap kepala keluarga (KK),” ujarnya.

Dalam kartu tersebut tersimpan data keluarga. Fungsinya, sebagai kartu pelayanan. Di antaranya, pembuatan e-KTP, perubahan, dan lainnya. ”Kartu itu nantinya akan merapikan fungsi-fungsi bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Kartu tersebut ada tiga macam. Yakni, kartu merah untuk fakir miskin dan duafa. Kartu kuning untuk warga miskin dan janda kepala keluarga. Lalu, kartu hijau untuk warga mampu.

Baca Juga :  Tangan Diborgol, Mata Dilakban

Melalui kartu tersebut, Desa Alang-Alang memiliki zona dalam penyaluran bantuan dari pemerintah. Program lain yang juga akan direalisasikan tahun ini yakni kerja sama dengan UTM di bidang pertanian. Tujuannya, meningkatkan ekonomi masyarakat.

”Semoga saja dengan kerja sama yang sudah dibangun ini, pertanian di Desa Alang-Alang semakin meningkat,” harapnya.

Rektor UTM  Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si. menuturkan, kerja sama yang sudah dibangun dengan pemerintah Desa Alang-Alang merupakan salah satu bentuk implementasi dari Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Sesuai dengan arahan Mendikbud, salah satunya, praktikum pelaksanaan di kampus mulai bergeser seperti di desa. Hal itu akan bermanfaat untuk masyarakat di desa.

”Intinya, UTM tidak menutup kesempatan bagi desa yang lain. Akan diberlakukan sama seperti Desa Alang-Alang,” tegas pria asal Sampang itu.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/