alexametrics
28.9 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

UTM Pererat Kerja Sama dengan Kampus Luar Negeri

BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus berupaya menjadi perguruan tinggi ternama dan profesional. Salah satu buktinya mempererat kerja sama dengan kampus luar negeri. Tujuannya, meningkatkan kualitas di berbagai bidang. Terlebih, UTM menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri di Pulau Garam.

Empat perwakilan dari UTM diberangkatkan ke Thailand untuk menjalin kerja sama. Terdiri dari tiga dosen dan satu dekan. Yakni, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UTM Sulaiman, S.Pd., M.Pd., Wanda Ramansyah, S.Pd., M.Pd., Ahmad Jamiul Amil, S.Pd., M.Pd dan Thomas Brian, S.ST., M.Kom.

Empat perwakilan UTM berangkat pada Sabtu lalu (9/9). Mereka akan melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan memorandum of agreement (MoA). Dari Thailand, Wanda Ramansyah menyampaikan, MoU yang ditandatangani terkait pertukaran dosen, mahasiswa, dan teknologi pembelajaran di Walailak University, Thailand.

”MoA antar FIP UTM dengan School of Liberal Arts, Walailak University, Thailand secara umum untuk meningkatkan kerja sama di beberapa bidang. Seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan pelajar,” ungkapnya Rabu (13/9).

Selain itu, ada misi khusus yang diemban oleh perwakilan dari UTM. Di antaranya untuk pengembangan tes kemampuan berbahasa Indonesia bagi mahasiswa Thailand. Kemudian, pengembangan media pembelajaran berbasis IT untuk belajar bahasa Indonesia untuk mahasiswa Thailand.

Baca Juga :  Keren! Mahasiswa UTM Sabet Juara II Kontes Robotik Nasional di Malang

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UTM Sulaiman, S.Pd., M.Pd. memaparkan, respons pimpinan Walailak University mulai dari rektor, wakil rektor 1 bidang akademik dan kerja sama, dekan Fakultas Liberal Arts, dan ketua Program ASEAN Studies sangat terbuka dan menerima kerja sama ini.

”Sebab banyak manfaat yang dirasakan Walailak University dengan beberapa bentuk kerja sama sebelum penandatanganan MoU dan MoA tersebut. Mereka sampai rela mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan dosen-dosen dari UTM sebagai tenaga ahli dalam proses pembelajaran di Walailak,” terangnya.

Rencana ke depan, lanjut Wanda, yakni pertukaran pelajar. Mahasiswa dari UTM diusahakan bisa melaksanakan PPL, KKN, atau kegiatan akademik lainnya di Thailand. Karena beberapa kali kegiatan dan sejumlah mahasiswa Walailak University sudah melaksanakan kegiatan akademis di UTM.

Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si. menjelaskan, ada empat perguruan tinggi pada penandatanganan MoA di Thailand. Yakni Walailak University Thailand, UTM, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Negeri Malang.

”Ada lima poin dalam kerja sama itu. Riset, pengembangan pendidikan, inovasi pembelajaran, pertukaran dosen, dan mahasiswa. Kami tugaskan FIP untuk menindaklanjuti MoU itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wisuda ke-XXV, UTM Cetak 692 Generasi Terbaik

Diterangkan, sejak dua tahun terakhir dosen FIP juga mengajar di Thailand. Di antaranya mata kuliah bahasa Indonesia. ”Ke depan akan kami tindak lanjuti. Khususnya di bidang riset. Semoga hubungan antar dua universitas ini terus terjalin,” harapnya.

UTM juga menerima kunjungan dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Republik Ceko, Universitas Palacky Olomouc beberapa waktu lalu. Untuk kedua kalinya Universitas Palacky, Olomouc, mendatangkan mahasiswanya ke UTM. Sebelumnya, pada 2016, mahasiswa yang berkunjung sebanyak 12 orang. Kini bertambah menjadi 16 mahasiswa.

Kedatangan mahasiswa asing itu dalam rangka Program Magang Lintas Budaya. Para pelajar luar negeri tersebut ingin belajar kebudayaan Indonesia. Mereka didampingi Kepala Lembaga Pendidikan dan Studi Sosial Universitas Palacky Olomouc Prof. Stefan Chubi, Ph.D bersama Jitka Pliscke Ph.D.

”Sebagai pimpinan, kami merasa sangat senang. Semoga para pelajar bisa senang dan belajar dengan baik di UTM. Sebab kami punya keunikan-keunikan yang mungkin tidak ada di tempat atau negara lain seperti Republik Ceko,” pungkasnya.

BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus berupaya menjadi perguruan tinggi ternama dan profesional. Salah satu buktinya mempererat kerja sama dengan kampus luar negeri. Tujuannya, meningkatkan kualitas di berbagai bidang. Terlebih, UTM menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri di Pulau Garam.

Empat perwakilan dari UTM diberangkatkan ke Thailand untuk menjalin kerja sama. Terdiri dari tiga dosen dan satu dekan. Yakni, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UTM Sulaiman, S.Pd., M.Pd., Wanda Ramansyah, S.Pd., M.Pd., Ahmad Jamiul Amil, S.Pd., M.Pd dan Thomas Brian, S.ST., M.Kom.

Empat perwakilan UTM berangkat pada Sabtu lalu (9/9). Mereka akan melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan memorandum of agreement (MoA). Dari Thailand, Wanda Ramansyah menyampaikan, MoU yang ditandatangani terkait pertukaran dosen, mahasiswa, dan teknologi pembelajaran di Walailak University, Thailand.


”MoA antar FIP UTM dengan School of Liberal Arts, Walailak University, Thailand secara umum untuk meningkatkan kerja sama di beberapa bidang. Seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan pelajar,” ungkapnya Rabu (13/9).

Selain itu, ada misi khusus yang diemban oleh perwakilan dari UTM. Di antaranya untuk pengembangan tes kemampuan berbahasa Indonesia bagi mahasiswa Thailand. Kemudian, pengembangan media pembelajaran berbasis IT untuk belajar bahasa Indonesia untuk mahasiswa Thailand.

Baca Juga :  Semasa Kuliah Jualan Jamu, Sami’na wa Atho’na kepada Orang Tua

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UTM Sulaiman, S.Pd., M.Pd. memaparkan, respons pimpinan Walailak University mulai dari rektor, wakil rektor 1 bidang akademik dan kerja sama, dekan Fakultas Liberal Arts, dan ketua Program ASEAN Studies sangat terbuka dan menerima kerja sama ini.

”Sebab banyak manfaat yang dirasakan Walailak University dengan beberapa bentuk kerja sama sebelum penandatanganan MoU dan MoA tersebut. Mereka sampai rela mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan dosen-dosen dari UTM sebagai tenaga ahli dalam proses pembelajaran di Walailak,” terangnya.

Rencana ke depan, lanjut Wanda, yakni pertukaran pelajar. Mahasiswa dari UTM diusahakan bisa melaksanakan PPL, KKN, atau kegiatan akademik lainnya di Thailand. Karena beberapa kali kegiatan dan sejumlah mahasiswa Walailak University sudah melaksanakan kegiatan akademis di UTM.

Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si. menjelaskan, ada empat perguruan tinggi pada penandatanganan MoA di Thailand. Yakni Walailak University Thailand, UTM, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Negeri Malang.

”Ada lima poin dalam kerja sama itu. Riset, pengembangan pendidikan, inovasi pembelajaran, pertukaran dosen, dan mahasiswa. Kami tugaskan FIP untuk menindaklanjuti MoU itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Pesan Budi Waseso Saat Berkunjung ke Universitas Trunojoyo Madura

Diterangkan, sejak dua tahun terakhir dosen FIP juga mengajar di Thailand. Di antaranya mata kuliah bahasa Indonesia. ”Ke depan akan kami tindak lanjuti. Khususnya di bidang riset. Semoga hubungan antar dua universitas ini terus terjalin,” harapnya.

UTM juga menerima kunjungan dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Republik Ceko, Universitas Palacky Olomouc beberapa waktu lalu. Untuk kedua kalinya Universitas Palacky, Olomouc, mendatangkan mahasiswanya ke UTM. Sebelumnya, pada 2016, mahasiswa yang berkunjung sebanyak 12 orang. Kini bertambah menjadi 16 mahasiswa.

Kedatangan mahasiswa asing itu dalam rangka Program Magang Lintas Budaya. Para pelajar luar negeri tersebut ingin belajar kebudayaan Indonesia. Mereka didampingi Kepala Lembaga Pendidikan dan Studi Sosial Universitas Palacky Olomouc Prof. Stefan Chubi, Ph.D bersama Jitka Pliscke Ph.D.

”Sebagai pimpinan, kami merasa sangat senang. Semoga para pelajar bisa senang dan belajar dengan baik di UTM. Sebab kami punya keunikan-keunikan yang mungkin tidak ada di tempat atau negara lain seperti Republik Ceko,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/