alexametrics
28.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Kacong-Jebbing Harus Bisa Bahasa Madura

BANGKALAN – Pemilihan Kacong-Jebbing (Kajeb) Bangkalan 2017 dimulai. Pendaftar mulai berdatangan ke kantor dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) Kamis (14/9). Pemuda Kota Salak harus memenuhi persyaratan. Termasuk bisa berbahasa Madura.

Persyaratan lain harus menenuhi batasan umur, postur tubuh, dan sehat. Juga harus bisa menunjukkan keahlian beretorika dan menguasai materi kebudayaan dan pariwisata. Calon Kajeb harus berprestasi. Pengukuran tinggi dan timbang berat badan berlangsung di Gedung Museum Cakraningrat.

Kepala Disbudpar Bangkalan Lily Setiawaty Mukti memaparkan, pihaknya ingin mencari putra daerah yang potensial. Terlebih mampu memperkenalkan wisata, budaya, kuliner, dan semacamnya. ”Kita efektifkan agar bisa ikut mempromosikan wisata yang ada,” ungkapnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman meminta agar seleksi pemilihan duta wisata lebih ketat. Terutama mengenai kefasihan dalam berbahasa daerah. Sebab bahasa merupakan identitas. Selain mampu menguasai bahasa asing juga harus bisa berbahasa Madura dengan baik dan benar.

Baca Juga :  Dishub Biarkan Pelanggaran Parkir SGB

”Penampilan dan kecerdasan memang perlu. Tapi kita jangan terlena karena dia bisa pakai bahasa asing. Bisa bahasa orang lain, tapi tidak bisa bahasa sendiri kan lucu. Apalagi statusnya Kacong-Jebbing,” ujarnya.

BANGKALAN – Pemilihan Kacong-Jebbing (Kajeb) Bangkalan 2017 dimulai. Pendaftar mulai berdatangan ke kantor dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) Kamis (14/9). Pemuda Kota Salak harus memenuhi persyaratan. Termasuk bisa berbahasa Madura.

Persyaratan lain harus menenuhi batasan umur, postur tubuh, dan sehat. Juga harus bisa menunjukkan keahlian beretorika dan menguasai materi kebudayaan dan pariwisata. Calon Kajeb harus berprestasi. Pengukuran tinggi dan timbang berat badan berlangsung di Gedung Museum Cakraningrat.

Kepala Disbudpar Bangkalan Lily Setiawaty Mukti memaparkan, pihaknya ingin mencari putra daerah yang potensial. Terlebih mampu memperkenalkan wisata, budaya, kuliner, dan semacamnya. ”Kita efektifkan agar bisa ikut mempromosikan wisata yang ada,” ungkapnya.


Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman meminta agar seleksi pemilihan duta wisata lebih ketat. Terutama mengenai kefasihan dalam berbahasa daerah. Sebab bahasa merupakan identitas. Selain mampu menguasai bahasa asing juga harus bisa berbahasa Madura dengan baik dan benar.

Baca Juga :  Urai Jumlah Pengangguran, BLK Bangkalan Gandeng 3 Negara di Benua Asia

”Penampilan dan kecerdasan memang perlu. Tapi kita jangan terlena karena dia bisa pakai bahasa asing. Bisa bahasa orang lain, tapi tidak bisa bahasa sendiri kan lucu. Apalagi statusnya Kacong-Jebbing,” ujarnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/