alexametrics
21.3 C
Madura
Saturday, October 1, 2022

Hari Terakhir, Tiga Balon Rektor UTM Serahkan Berkas Pendaftaran

BANGKALAN – Empat bakal calon (balon) rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyerahkan berkas kepada panitia di lantai tiga rektorat Senin (15/8). Mereka adalah Mohammad Nizarul Alim, Nunuk Nuswardani, Makhfud Effendi, dan Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar.

Namun, pendaftar Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar dipastikan gagal. Alasannya, berkas administrasi dekan fakultas pertanian (FP) itu dinyatakan tidak lengkap. Sementara batas waktu pendaftaran balon rektor terakhir Senin.

Sekretaris Panitia Pilrek UTM Helmy Boemiya mengatakan, ada lima kandidat balon yang mendaftar ke sekretariat selama pendaftaran dibuka. Yakni, Safi’, Mohammad Nizarul Alim, Nunuk Nuswardani, Makhfud Effendi, dan Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar.

Namun, berkas milik Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar yang dibawa rekannya tidak lengkap. Dengan demikian, hanya ada empat balon rektor yang berkasnya diterima panitia. ”Fixed empat (pendaftar) karena yang satu belum lengkap (administrasinya) dan belum hadir lagi (saat diminta melengkapi berkas),” ujarnya.

Dosen Fakultas Hukum (FH) UTM itu mengungkapkan, panitia sudah mengonfirmasi sebelum menutup pendaftaran kepada Khoirul Hidayat. Namun karena tidak dapat melengkapi berkas adminisrasi yang dipersyaratkan, pendaftaran ditutup Senin pukul 16.00.

Baca Juga :  Pembangunan TPA Baru Terkendala Lahan

”Kekurangannya, surat keterangan sehat rohani, surat keterangan tidak pernah dipidana dari pengadilan, dan surat tidak sedang cuti atau studi lanjut dari rektor,” imbuhnya.

Dengan adanya empat berkas balon rektor yang diterima, panitia tidak akan memperpanjang tahap pendaftaran. Kemudian, empat berkas yang telah diterima akan diserahkan kepada senat pada Selasa (16/8). ”Nanti senat akan melakukan penilaian dan seleksi administrasi,” terangnya.

Mohammad Nizarul Alim mengaku sengaja mendaftar di hari terakhir. Alasannya, banyak berkas yang harus dilengkapi untuk bisa merebut kursi orang nomor satu di kampus terbesar di Madura ini. ”Hanya masalah kesiapan berkas sebetulnya,” ujarnya.

Dia mengakui, ada beberapa administrasi yang masih harus dilengkapi saat menyerahkan bekas kepada panitia pendaftaran. Yakni, berkenaan dengan legalisasi berkas yang telah dipersiapkan. ”Yaitu, legalisir dokumen-dokumen di kepegawaian,” ucapnya.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM itu mengaku sengaja meramaikan perebutan kursi rektor UTM. Yakni, dengan mengusung tagline Bersinergi untuk menjadikan UTM Lebih Baik dan Bermartabat. ”Semuanya harus bersinergi,” tutur pria berkacamata itu.

Sementata Nunuk Nuswardani juga menyampaikan alasan yang hampir sama. Pendaftar calon rektor di urutan ketiga itu sengaja menyerahkan berkas di detik-detik terakhir kepada panitia pilrek. Alasannya, banyak administrasi yang harus dipersiapkan.

Baca Juga :  Warga Tolak Peresmian TPM

Guru besar pertama di lingkungan FH UTM tersebut mengakui masih ada kekurangan administrasi yang harus dilengkapi saat penyerahan berkas kepada panitia pilrek. ”Hanya ada kekeliruan kecil dan sudah terselesaikan,” ujarnya.

Alasan Nunuk maju di pilrek tahun ini karena dirinya sudah 36 tahun mengabdikan diri di kampus yang dulunya bernama Universitas Bangkalan (Unibang) tersebut. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, dia optimistis dapat menakhodai UTM. ”Saya juga sudah menyelesaikan catatan sebagai dekan dua periode,” imbuhnya.

Pakar hukum administrasi negara (HAN) UTM itu juga mengklaim dirinya mendapat dukungan dari banyak pihak untuk maju di pilrek UTM. Untuk memuluskan niatnya itu, Nunuk telah menggalang dukungan dari pihak-pihak yang memiliki hak suara dalam pilrek. ”Insyallah sudah (menggalang dukungan),” tuturnya.

Sementara itu, Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar dan Khoirul Hidayat belum dapat dikonfirmasi. Berkali-kali dihubungi Jawa Pos Radar Madura (JPRM) melalui nomor telepon selulernya, yang bersangkutan tidak merespons. (jup/yan)

BANGKALAN – Empat bakal calon (balon) rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyerahkan berkas kepada panitia di lantai tiga rektorat Senin (15/8). Mereka adalah Mohammad Nizarul Alim, Nunuk Nuswardani, Makhfud Effendi, dan Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar.

Namun, pendaftar Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar dipastikan gagal. Alasannya, berkas administrasi dekan fakultas pertanian (FP) itu dinyatakan tidak lengkap. Sementara batas waktu pendaftaran balon rektor terakhir Senin.

Sekretaris Panitia Pilrek UTM Helmy Boemiya mengatakan, ada lima kandidat balon yang mendaftar ke sekretariat selama pendaftaran dibuka. Yakni, Safi’, Mohammad Nizarul Alim, Nunuk Nuswardani, Makhfud Effendi, dan Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar.


Namun, berkas milik Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar yang dibawa rekannya tidak lengkap. Dengan demikian, hanya ada empat balon rektor yang berkasnya diterima panitia. ”Fixed empat (pendaftar) karena yang satu belum lengkap (administrasinya) dan belum hadir lagi (saat diminta melengkapi berkas),” ujarnya.

Dosen Fakultas Hukum (FH) UTM itu mengungkapkan, panitia sudah mengonfirmasi sebelum menutup pendaftaran kepada Khoirul Hidayat. Namun karena tidak dapat melengkapi berkas adminisrasi yang dipersyaratkan, pendaftaran ditutup Senin pukul 16.00.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Sambut Positif Kunjungan Komisi VII DPR RI

”Kekurangannya, surat keterangan sehat rohani, surat keterangan tidak pernah dipidana dari pengadilan, dan surat tidak sedang cuti atau studi lanjut dari rektor,” imbuhnya.

Dengan adanya empat berkas balon rektor yang diterima, panitia tidak akan memperpanjang tahap pendaftaran. Kemudian, empat berkas yang telah diterima akan diserahkan kepada senat pada Selasa (16/8). ”Nanti senat akan melakukan penilaian dan seleksi administrasi,” terangnya.

- Advertisement -

Mohammad Nizarul Alim mengaku sengaja mendaftar di hari terakhir. Alasannya, banyak berkas yang harus dilengkapi untuk bisa merebut kursi orang nomor satu di kampus terbesar di Madura ini. ”Hanya masalah kesiapan berkas sebetulnya,” ujarnya.

Dia mengakui, ada beberapa administrasi yang masih harus dilengkapi saat menyerahkan bekas kepada panitia pendaftaran. Yakni, berkenaan dengan legalisasi berkas yang telah dipersiapkan. ”Yaitu, legalisir dokumen-dokumen di kepegawaian,” ucapnya.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM itu mengaku sengaja meramaikan perebutan kursi rektor UTM. Yakni, dengan mengusung tagline Bersinergi untuk menjadikan UTM Lebih Baik dan Bermartabat. ”Semuanya harus bersinergi,” tutur pria berkacamata itu.

Sementata Nunuk Nuswardani juga menyampaikan alasan yang hampir sama. Pendaftar calon rektor di urutan ketiga itu sengaja menyerahkan berkas di detik-detik terakhir kepada panitia pilrek. Alasannya, banyak administrasi yang harus dipersiapkan.

Baca Juga :  Sedan Hantam Carry, Satu Keluarga Luka-Luka

Guru besar pertama di lingkungan FH UTM tersebut mengakui masih ada kekurangan administrasi yang harus dilengkapi saat penyerahan berkas kepada panitia pilrek. ”Hanya ada kekeliruan kecil dan sudah terselesaikan,” ujarnya.

Alasan Nunuk maju di pilrek tahun ini karena dirinya sudah 36 tahun mengabdikan diri di kampus yang dulunya bernama Universitas Bangkalan (Unibang) tersebut. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, dia optimistis dapat menakhodai UTM. ”Saya juga sudah menyelesaikan catatan sebagai dekan dua periode,” imbuhnya.

Pakar hukum administrasi negara (HAN) UTM itu juga mengklaim dirinya mendapat dukungan dari banyak pihak untuk maju di pilrek UTM. Untuk memuluskan niatnya itu, Nunuk telah menggalang dukungan dari pihak-pihak yang memiliki hak suara dalam pilrek. ”Insyallah sudah (menggalang dukungan),” tuturnya.

Sementara itu, Mohammad Fuad Fauzul Mu’tamar dan Khoirul Hidayat belum dapat dikonfirmasi. Berkali-kali dihubungi Jawa Pos Radar Madura (JPRM) melalui nomor telepon selulernya, yang bersangkutan tidak merespons. (jup/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/