alexametrics
24 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Suara Tembakan dan Bom Dikira Ada Perang

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Bunyi ledakan itu membuat warga Desa Maneron, Kecamatan Sepulu, penasaran. Mereka mengira terjadi perang di pantai utara (pantura) Bangkalan kemarin (14/8). Mereka pun berbondong-bondong ke pantai untuk melihat keberadan prajurit TNI.

Sesampainya ke tepi pantai, mereka bisa bernapas lega. Bunyi tembakan dan ledakan bom itu bukan karena ada perang, melainkan latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus Gabungan (Latopsduk Passusgab) Korps Marinir 2020. Baru kali ini latihan tersebut ditempatkan di Pulau Madura.

Lokasinya di sekitar Pantai Tengket, Desa Maneron. Latihan Opsduk Passusgab dikonsep layaknya berhadapan langsung dengan lawan. Latihan di sekitar laut bumi Bangkalan itu dimulai pukul 03.00 hingga pukul 06.30. Hal itu dilakukan supaya prajurit seakan-akan menghadapi musuh secara langsung.

Di sepanjang pesisir pantai banyak anggota berjaga-jaga. Bahkan, Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono juga ada di tempat itu. Dia didampingi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, Komandan Pasmar (Danpasmar) 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, dan pejabat utama (PJU). Mereka menunggu personel yang hendak menepi.

Baca Juga :  Cerita Bupati Baddrut Tamam tentang Sulitnya Tangani Covid-19

Sekitar 40 menit kemudian geser ke lokasi lain. Mereka melihat situasi untuk memastikan keamanan lokasi latihan. Setelah langit mulai cerah, tepat pukul 05.30, suasana hening berubah seperti mencekam. Bunyi tembakan ke udara saling bersahutan.

Setelah itu, suara ledakan di tengah laut membuat warga di sekitar lokasi terkejut. Setelah bunyi dentuman, lokasi latihan semakin ramai. Banyak warga berdatangan. Rata-rata anak-anak dan remaja.

Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono mengatakan, TNI angkatan laut (AL) melaksanakan latihan operasi gabungan pasukan khusus gabungan. Latihan ini untuk mengintegrasikan kemampuan Kopaska dan marinir dalam melaksanakan tugas peperangan.

Jenderal TNI tersebut menambahkan, dalam latihan tersebut pihaknya laksanakan dari unsur laut. Yakni, ada satu kapal selam dan satu kapal permukaan untuk melakukan penyusupan. Juga, ada yang menggunakan helikopter dan jet tempur. ”Kita memiliki aset seperti Kopaska dan marinir. Lalu, dipadukan untuk melakukan tugas yang sama,” urainya.

Baca Juga :  Duaarr..!! Cari Kepiting, Orang Ini Kena Bahan Peledak di Pantai

Jumlah personel yang dilibatkan 315 orang. Ada pasukan khusus, pendukung, kompi markas, dan sebagainya. Lokasi latihan biasa berpindah-pindah. Sebelumnya pernah di Nganteb, Pantai Selatan, Lorboyo, dan sebagainya.

Prajurit dikenalkan pada medan yang berbeda-beda. Sebab, medan yang tidak sama itulah yang pasti dihadapi oleh prajurit. Tidak melulu di satu tempat yang sama.

Alindya, 19, warga Desa Maneron, datang ke lokasi karena penasaran. Dia mengaku terkejut ketika ada bunyi ledakan. ”Seperti perang,” ujarnya.

Perempuan berhijab itu menambahkan, setelah ke lokasi, ternyata ada latihan dari TNI. Dia semakin penasaran karena ada helikopter yang terbang rendah. ”Ada ledakan dan suara tembak. Saya kira ada perang,” tuturnya.

Linda Safitri, warga lain juga datang ke lokasi untuk memastikan bunyi ledakan. Sebab, bunyinya sangat keras. ”Sambil lalu refreshing, saya datang ke sini (lokasi),” ucapnya.

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Bunyi ledakan itu membuat warga Desa Maneron, Kecamatan Sepulu, penasaran. Mereka mengira terjadi perang di pantai utara (pantura) Bangkalan kemarin (14/8). Mereka pun berbondong-bondong ke pantai untuk melihat keberadan prajurit TNI.

Sesampainya ke tepi pantai, mereka bisa bernapas lega. Bunyi tembakan dan ledakan bom itu bukan karena ada perang, melainkan latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus Gabungan (Latopsduk Passusgab) Korps Marinir 2020. Baru kali ini latihan tersebut ditempatkan di Pulau Madura.

Lokasinya di sekitar Pantai Tengket, Desa Maneron. Latihan Opsduk Passusgab dikonsep layaknya berhadapan langsung dengan lawan. Latihan di sekitar laut bumi Bangkalan itu dimulai pukul 03.00 hingga pukul 06.30. Hal itu dilakukan supaya prajurit seakan-akan menghadapi musuh secara langsung.


Di sepanjang pesisir pantai banyak anggota berjaga-jaga. Bahkan, Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono juga ada di tempat itu. Dia didampingi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, Komandan Pasmar (Danpasmar) 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, dan pejabat utama (PJU). Mereka menunggu personel yang hendak menepi.

Baca Juga :  Kemenlu: Jenazah Zaini Tak Bisa Dipulangkan

Sekitar 40 menit kemudian geser ke lokasi lain. Mereka melihat situasi untuk memastikan keamanan lokasi latihan. Setelah langit mulai cerah, tepat pukul 05.30, suasana hening berubah seperti mencekam. Bunyi tembakan ke udara saling bersahutan.

Setelah itu, suara ledakan di tengah laut membuat warga di sekitar lokasi terkejut. Setelah bunyi dentuman, lokasi latihan semakin ramai. Banyak warga berdatangan. Rata-rata anak-anak dan remaja.

Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono mengatakan, TNI angkatan laut (AL) melaksanakan latihan operasi gabungan pasukan khusus gabungan. Latihan ini untuk mengintegrasikan kemampuan Kopaska dan marinir dalam melaksanakan tugas peperangan.

Jenderal TNI tersebut menambahkan, dalam latihan tersebut pihaknya laksanakan dari unsur laut. Yakni, ada satu kapal selam dan satu kapal permukaan untuk melakukan penyusupan. Juga, ada yang menggunakan helikopter dan jet tempur. ”Kita memiliki aset seperti Kopaska dan marinir. Lalu, dipadukan untuk melakukan tugas yang sama,” urainya.

Baca Juga :  Akan Siapkan Drive-Thru Disinfektan Gerbang Suramadu

Jumlah personel yang dilibatkan 315 orang. Ada pasukan khusus, pendukung, kompi markas, dan sebagainya. Lokasi latihan biasa berpindah-pindah. Sebelumnya pernah di Nganteb, Pantai Selatan, Lorboyo, dan sebagainya.

Prajurit dikenalkan pada medan yang berbeda-beda. Sebab, medan yang tidak sama itulah yang pasti dihadapi oleh prajurit. Tidak melulu di satu tempat yang sama.

Alindya, 19, warga Desa Maneron, datang ke lokasi karena penasaran. Dia mengaku terkejut ketika ada bunyi ledakan. ”Seperti perang,” ujarnya.

Perempuan berhijab itu menambahkan, setelah ke lokasi, ternyata ada latihan dari TNI. Dia semakin penasaran karena ada helikopter yang terbang rendah. ”Ada ledakan dan suara tembak. Saya kira ada perang,” tuturnya.

Linda Safitri, warga lain juga datang ke lokasi untuk memastikan bunyi ledakan. Sebab, bunyinya sangat keras. ”Sambil lalu refreshing, saya datang ke sini (lokasi),” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/