alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Upaya UTM Percepat Pembangunan Madura, Majukan Desa Kembangkan Kota

BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar pameran produk unggulan desa Senin (14/8). Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Semester Genap 2016/2017 dituntut untuk memperkenalkan produk unggulan desa yang menjadi tempat pengabdiannya.

Program KKN UTM merupakan media yang efektif dan edukatif. Tujuannya, mengasah kompetensi mahasiswa sehingga bisa mempraktikkan ilmu dan menerapkan hasil-hasil penelitian sesuai dengan bidang keahliannya.

Program itu dilaksanakan secara tematik agar mahasiswa yang terjun di tengah-tengah masyarakat dapat menerapkan konsep working with community bukan konsep working for the community.

Peserta KKN mencapai 1.414 mahasiswa yang berasal dari 17 prodi strata satu. Ribuan mahasiswa yang menjalani KKN terbagi dalam 93 kelompok. Mereka tersebar di tiga kabupaten di Madura.

Perinciannya, 25 desa di Bangkalan tersebar di Kecamatan Arosbaya, Geger, Tragah. Kemudian, 67 desa di Sumenep tersebar di Kecamatan Batang-Batang, Dungkek, Pragaan, Saronggi, dan Talango. Sementara di Sampang terletak di Pulau Mandangin. Kegiatan KKN Tematik UTM dilaksanakan pada 17 Juli–11 Agustus 2017 lalu.

KKN kali ini dibagi dalam 4 kelompok tematik. Pertama, KKN Tematik UTM. Yakni, melaksanakan tematik berbasis klaster yang dikembangkan UTM dan mengacu pada enam sektor unggulan. Hal itu dilaksanakan di wilayah Bangkalan dan Sumenep.

Baca Juga :  Hasil Penelitian Jagung dan Garam Sejahterakan Masayarakat

Kedua, KKN Tematik Kependudukan. Yakni, program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang bekerja sama dengan BKKBN Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah  Bangkalan.

Selanjutnya ketiga, KKN PPM yang dilaksanakan di Desa Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Kemudian yang keempat, KKN Kebangsaan yang diikuti oleh 5 mahasiswa peserta KKN UTM yang lolos seleksi dan melaksanakan kegiatan mulai 19 Juli–23 Agustus 2017 di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Dari puluhan kelompok KKN yang mengikuti pameran, diambil empat pemenang. Yaitu, kelompok 58 yang bertugas di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya terpilih dalam kategori video profil desa terbaik. Kelompok 55 yang bertugas di Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi terpilih sebagai pemenang blog desa terbaik.

Kelompok 63 yang bertugas di Desa Dukotambin, Kecamatan Tragah keluar sebagai pemenang buku desa terbaik. Kemudian, pemenang pameran produk unggulan terbaik dari kelompok 93 yang bertugas di Desa Pulau Mandangin, Kecamatan Kota Sampang.

Baca Juga :  Isi MPLS dengan Materi Budaya Lokal

Rektor UTM Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si mengapresiasi karya mahasiswa yang telah melaksanakan KKN. Sebab mampu memamerkan produk unggulan sesuai dengan potensi desa yang menjadi tempat pengabdian. ”Kami sangat mengapresiasi produk-produk yang dipamerkan ini,” ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa karya mahasiswa yang luar biasa. Di antaranya, inovasi tentang pangan, teknologi tepat guna, inovasi pengembangan sumber daya alam (SDA), dan temuan destinasi wisata baru. ”Mahasiswa  juga membantu izin-izin usaha milik masyarakat,” terangnya.

Dia menyebutkan beberapa produk unggulan hasil karya mahasiswa. Di antaranya, kerajinan tangan dari bambu, seperti lampu hias, miniatur perahu, dan kapal. Kemudian, mampu membuat kue dan es krim dari produk-produk pangan. ”Ada juga penemuan energi dari garam,” paparnya.

Syarif menambahkan, dari berbagai produk unggulan yang dipamerkan, pihaknya akan melakukan tindak lanjut dengan cara melakukan pengembangan. Dengan demikian, potensi desa semakin baik, diproduksi dengan baik, dan bisa dipasarkan.

Nantinya, lanjut Syarif, perekonomian semakin meningkat, desa semakin maju dan mandiri. Artinya, UTM akan memajukan desa dan mengembangkan kota. Langkah ini demi percepatan pembangunan di Madura.

 

- Advertisement -

BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar pameran produk unggulan desa Senin (14/8). Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Semester Genap 2016/2017 dituntut untuk memperkenalkan produk unggulan desa yang menjadi tempat pengabdiannya.

Program KKN UTM merupakan media yang efektif dan edukatif. Tujuannya, mengasah kompetensi mahasiswa sehingga bisa mempraktikkan ilmu dan menerapkan hasil-hasil penelitian sesuai dengan bidang keahliannya.

Program itu dilaksanakan secara tematik agar mahasiswa yang terjun di tengah-tengah masyarakat dapat menerapkan konsep working with community bukan konsep working for the community.


Peserta KKN mencapai 1.414 mahasiswa yang berasal dari 17 prodi strata satu. Ribuan mahasiswa yang menjalani KKN terbagi dalam 93 kelompok. Mereka tersebar di tiga kabupaten di Madura.

Perinciannya, 25 desa di Bangkalan tersebar di Kecamatan Arosbaya, Geger, Tragah. Kemudian, 67 desa di Sumenep tersebar di Kecamatan Batang-Batang, Dungkek, Pragaan, Saronggi, dan Talango. Sementara di Sampang terletak di Pulau Mandangin. Kegiatan KKN Tematik UTM dilaksanakan pada 17 Juli–11 Agustus 2017 lalu.

KKN kali ini dibagi dalam 4 kelompok tematik. Pertama, KKN Tematik UTM. Yakni, melaksanakan tematik berbasis klaster yang dikembangkan UTM dan mengacu pada enam sektor unggulan. Hal itu dilaksanakan di wilayah Bangkalan dan Sumenep.

Baca Juga :  Nyasar ke Selat Madura, Paus Tombak Banyak yang Mati

Kedua, KKN Tematik Kependudukan. Yakni, program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang bekerja sama dengan BKKBN Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah  Bangkalan.

Selanjutnya ketiga, KKN PPM yang dilaksanakan di Desa Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Kemudian yang keempat, KKN Kebangsaan yang diikuti oleh 5 mahasiswa peserta KKN UTM yang lolos seleksi dan melaksanakan kegiatan mulai 19 Juli–23 Agustus 2017 di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Dari puluhan kelompok KKN yang mengikuti pameran, diambil empat pemenang. Yaitu, kelompok 58 yang bertugas di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya terpilih dalam kategori video profil desa terbaik. Kelompok 55 yang bertugas di Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi terpilih sebagai pemenang blog desa terbaik.

Kelompok 63 yang bertugas di Desa Dukotambin, Kecamatan Tragah keluar sebagai pemenang buku desa terbaik. Kemudian, pemenang pameran produk unggulan terbaik dari kelompok 93 yang bertugas di Desa Pulau Mandangin, Kecamatan Kota Sampang.

Baca Juga :  Isi MPLS dengan Materi Budaya Lokal

Rektor UTM Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si mengapresiasi karya mahasiswa yang telah melaksanakan KKN. Sebab mampu memamerkan produk unggulan sesuai dengan potensi desa yang menjadi tempat pengabdian. ”Kami sangat mengapresiasi produk-produk yang dipamerkan ini,” ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa karya mahasiswa yang luar biasa. Di antaranya, inovasi tentang pangan, teknologi tepat guna, inovasi pengembangan sumber daya alam (SDA), dan temuan destinasi wisata baru. ”Mahasiswa  juga membantu izin-izin usaha milik masyarakat,” terangnya.

Dia menyebutkan beberapa produk unggulan hasil karya mahasiswa. Di antaranya, kerajinan tangan dari bambu, seperti lampu hias, miniatur perahu, dan kapal. Kemudian, mampu membuat kue dan es krim dari produk-produk pangan. ”Ada juga penemuan energi dari garam,” paparnya.

Syarif menambahkan, dari berbagai produk unggulan yang dipamerkan, pihaknya akan melakukan tindak lanjut dengan cara melakukan pengembangan. Dengan demikian, potensi desa semakin baik, diproduksi dengan baik, dan bisa dipasarkan.

Nantinya, lanjut Syarif, perekonomian semakin meningkat, desa semakin maju dan mandiri. Artinya, UTM akan memajukan desa dan mengembangkan kota. Langkah ini demi percepatan pembangunan di Madura.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/