alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Menko Polhukam dan Bupati Ra Latif Gandeng Ulama

BANGKALAN – Untuk menekan persebaran Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menggandeng ulama. Hal itu diungkapkan Mahfud MD di sela-sela acara silatuhrami dan penyerahan bantuan sarpras penanganan Covid-19 kepada Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron di Gedung Rato Ebuh Rabu (15/6).

Abdul Latif Amin Imron mengucapkan terima kasih kepada Menkopolhukam beserta jajarannya yang telah berkunjung ke Kota Salak guna menyerahkan berbagai jenis bantuan. Di antaranya, 20 ribu masker medis, 15 masker kain, dan ribuan vitamin C. Bantuan itu merupakan wujud dukungan pemerintah pusat kepada Pemkab Bangkalan yang berjuang menekan persebaran Covid-19.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu mengapresiasi kehadiran para tokoh ulama dari berbagai pondok pesantren di Bangkalan yang menghadiri pertemuan bersama Menkopolhukam. Dia menuturkan, ulama memiliki peranan penting dalam mengampanyekan penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat. ”Para ulama diharapkan menyampaikan kepada santri, alumni, dan simpatisannya agar disiplin menerapkan prokes,” ucapnya.

Baca Juga :  Ribuan Anak dan Lansia di Bangkalan Telantar

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu menerangkan, pemerintah tidak akan pernah lelah melakukan penyadaran dan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan prokes. ”Disiplin menerapkan prokes adalah vaksin paling utama,” katanya.

Ra latif juga berharap para tokoh ulama terus mendorong masyarakat untuk berobat di pusat pelayanan kesehatan (yankes) yang sudah disediakan pemerintah. Dengan demikian, semua keluhan dan penyakit yang diderita terdeteksi dan tertangani dengan baik.

Pria berkacamata itu menambahkan, pemerintah akan terus mempercepat vaksinasi di berbagai pondok pesantren di Bangkalan. Sasaran program vaksinasi kali ini adalah santri yang sudah memenuhi syarat. Yaitu, minimal harus berusia 18 tahun. ”Ini sebagai langkah dan ikhtiar kami untuk menekan persebaran virus korona,” sambungnya.

Baca Juga :  Berikan Edukasi tentang Jamu Sejak Dini

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, dalam pertemuannya yang dihadiri para ulama di Bangkalan, semua sepakat bahwa Covid-19 berbahaya dan harus dihindari. Karena itu, semua upaya pemerintah harus didukung oleh semua lapisan masyarakat. ”Mari kita selesaikan masalah ini secara bersama-sama. Mudah-mudahan keadaan semakin membaik,” harapnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Zein menyatakan, berbagai upaya dilakukan oleh bupati untuk memutus persebaran Covid-19. Di antaranya, melakukan pendekatan kepada para ulama dan kepala desa agar warga yang berdomisili di lingkungannya diberi pemahaman tentang pentingnya menerapkan prokes.

”Para pengasuh ponpes itu memiliki banyak santri dan alumni. Kami berharap para tokoh itu memberikan arahan penerapan prokes kepada masyarakat,” pintanya. (jup)

BANGKALAN – Untuk menekan persebaran Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menggandeng ulama. Hal itu diungkapkan Mahfud MD di sela-sela acara silatuhrami dan penyerahan bantuan sarpras penanganan Covid-19 kepada Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron di Gedung Rato Ebuh Rabu (15/6).

Abdul Latif Amin Imron mengucapkan terima kasih kepada Menkopolhukam beserta jajarannya yang telah berkunjung ke Kota Salak guna menyerahkan berbagai jenis bantuan. Di antaranya, 20 ribu masker medis, 15 masker kain, dan ribuan vitamin C. Bantuan itu merupakan wujud dukungan pemerintah pusat kepada Pemkab Bangkalan yang berjuang menekan persebaran Covid-19.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu mengapresiasi kehadiran para tokoh ulama dari berbagai pondok pesantren di Bangkalan yang menghadiri pertemuan bersama Menkopolhukam. Dia menuturkan, ulama memiliki peranan penting dalam mengampanyekan penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat. ”Para ulama diharapkan menyampaikan kepada santri, alumni, dan simpatisannya agar disiplin menerapkan prokes,” ucapnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Difokuskan ke Lansia, Perayaan Nataru Harus Terapkan Prokes

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu menerangkan, pemerintah tidak akan pernah lelah melakukan penyadaran dan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan prokes. ”Disiplin menerapkan prokes adalah vaksin paling utama,” katanya.

Ra latif juga berharap para tokoh ulama terus mendorong masyarakat untuk berobat di pusat pelayanan kesehatan (yankes) yang sudah disediakan pemerintah. Dengan demikian, semua keluhan dan penyakit yang diderita terdeteksi dan tertangani dengan baik.

Pria berkacamata itu menambahkan, pemerintah akan terus mempercepat vaksinasi di berbagai pondok pesantren di Bangkalan. Sasaran program vaksinasi kali ini adalah santri yang sudah memenuhi syarat. Yaitu, minimal harus berusia 18 tahun. ”Ini sebagai langkah dan ikhtiar kami untuk menekan persebaran virus korona,” sambungnya.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Pangdam V Brawijaya Ingatkan Netralitas Prajurit TNI

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, dalam pertemuannya yang dihadiri para ulama di Bangkalan, semua sepakat bahwa Covid-19 berbahaya dan harus dihindari. Karena itu, semua upaya pemerintah harus didukung oleh semua lapisan masyarakat. ”Mari kita selesaikan masalah ini secara bersama-sama. Mudah-mudahan keadaan semakin membaik,” harapnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Zein menyatakan, berbagai upaya dilakukan oleh bupati untuk memutus persebaran Covid-19. Di antaranya, melakukan pendekatan kepada para ulama dan kepala desa agar warga yang berdomisili di lingkungannya diberi pemahaman tentang pentingnya menerapkan prokes.

”Para pengasuh ponpes itu memiliki banyak santri dan alumni. Kami berharap para tokoh itu memberikan arahan penerapan prokes kepada masyarakat,” pintanya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/