alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Warga yang Positif Covid-19 Didominasi Klaster Pelaut

BANGKALAN – Hingga kini, warga Bangkalan yang terkonfirmasi positif Covid-19 didominasi pelaut. Karena itu, tim gugus tugas akan menerapkan kebijakan karantina selama 14 hari di balai diklat sebelum pelaut pulang.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, dari 20 orang yang terpapar virus korona di Kota Salak, 15 di antaranya dari klaster pelaut. ”Perlu dicatat ya, 20 warga yang positif Covid-19 didominasi pelaut,” katanya.

Menurut Sudiyo, 15 orang yang positif Covid-19 itu tidak sepenuhnya bekerja sebagai pelaut. Tetapi, positif terjangkit Covid-19 karena terpapar pelaut yang baru tiba di daratan. ”Belum lagi yang transmisi lokal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, profesi lima warga lainnya yang positif Covid-19 bukan pelaut. Perinciannya, pasien ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-12. ”Kalau 15 orang lainnya masuk klaster pelaut,” sebutnya.

Baca Juga :  Gelar Khatmil Quran, Ingatkan Perempuan Harus Kreatif

Sudiyo menuturkan, pekan depan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan. Termasuk, melakukan rapid test kepada masyarakat yang berprofesi sebagai pelaut. ”Terutama yang datang dari luar negeri,” terangnya.

Dia menambahkan, anak buah kapal (ABK) yang belum tiba di Bangkalan akan dimasukkan ke balai diklat untuk dikarantina selama 14 hari. Tujuannya, semata-mata ingin memutus persebaran Covid-19.

”Ada info ABK mau tiba di Bangkalan. Itu langsung karantina. Kami tidak mau kecolongan lagi,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Yoyok itu meminta semua pihak ikut membantu memutus persebaran virus korona. Terutama, masyarakat yang baru datang dari luar negeri. ”Mari sama-sama ikut berperang melawan virus ini,” paparnya.

Baca Juga :  Bangkalan Terbanyak Positif, Pamekasan Tertinggi PDP

Andai sejak awal semua ABK atau pelaut memilih isolasi mandiri, kata Yoyok, hal itu dinilai sangat bagus. Sebab, isolasi sebelum pulang ke rumah masing-masing itu diyakini bisa menyelamatkan anggota keluarga lainnya.

”Ada orang Bangkalan yang memilih tidak mau pulang ke rumah. Dia mau isolasi dulu selama 14 hari. Itu kan bagus. Semoga bisa menjadi contoh buat yang lain,” pungkasnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Hingga kini, warga Bangkalan yang terkonfirmasi positif Covid-19 didominasi pelaut. Karena itu, tim gugus tugas akan menerapkan kebijakan karantina selama 14 hari di balai diklat sebelum pelaut pulang.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, dari 20 orang yang terpapar virus korona di Kota Salak, 15 di antaranya dari klaster pelaut. ”Perlu dicatat ya, 20 warga yang positif Covid-19 didominasi pelaut,” katanya.

Menurut Sudiyo, 15 orang yang positif Covid-19 itu tidak sepenuhnya bekerja sebagai pelaut. Tetapi, positif terjangkit Covid-19 karena terpapar pelaut yang baru tiba di daratan. ”Belum lagi yang transmisi lokal,” ujarnya.


Dia menjelaskan, profesi lima warga lainnya yang positif Covid-19 bukan pelaut. Perinciannya, pasien ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-12. ”Kalau 15 orang lainnya masuk klaster pelaut,” sebutnya.

Baca Juga :  Ruang Isolasi RSUD Syamrabu Penuh

Sudiyo menuturkan, pekan depan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan. Termasuk, melakukan rapid test kepada masyarakat yang berprofesi sebagai pelaut. ”Terutama yang datang dari luar negeri,” terangnya.

Dia menambahkan, anak buah kapal (ABK) yang belum tiba di Bangkalan akan dimasukkan ke balai diklat untuk dikarantina selama 14 hari. Tujuannya, semata-mata ingin memutus persebaran Covid-19.

”Ada info ABK mau tiba di Bangkalan. Itu langsung karantina. Kami tidak mau kecolongan lagi,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Yoyok itu meminta semua pihak ikut membantu memutus persebaran virus korona. Terutama, masyarakat yang baru datang dari luar negeri. ”Mari sama-sama ikut berperang melawan virus ini,” paparnya.

Baca Juga :  Rp 1,2 M Hibah APBD Mengalir ke Kejari

Andai sejak awal semua ABK atau pelaut memilih isolasi mandiri, kata Yoyok, hal itu dinilai sangat bagus. Sebab, isolasi sebelum pulang ke rumah masing-masing itu diyakini bisa menyelamatkan anggota keluarga lainnya.

”Ada orang Bangkalan yang memilih tidak mau pulang ke rumah. Dia mau isolasi dulu selama 14 hari. Itu kan bagus. Semoga bisa menjadi contoh buat yang lain,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/