alexametrics
22.8 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Tak Boleh Layani Luar Kabupaten

BANGKALAN – Keluhan kelangkaan liquified petroleum gas (LPG) di Kecamatan Blega mendapat tanggapan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V. Agen dapat melayani distribusi ke beberapa kecamatan, namun tidak boleh menyalurkan di luar kabupaten.

Sebelumnya, Samsudin, pangkalan elpiji di Desa Karang Nangka, Kecamatan Blega, menuding CV Yoga Pratama menjual elpiji ke luar kabupaten. Padahal, CV Yoga Pratama merupakan agen di Kecamatan Blega. Samsudin mengaku kelimpungan karena LPG bersubsidi tidak dikirim CV Yoga Pratama.

Pria 55 tahun itu menambahkan, CV Yoga Pratama masih meminjam tabung kosong di toko dekat rumahnya. Bahkan, untuk menebus LPG, pangkalan diminta uang di awal. Selain itu, CV Yoga Pratama justru menjual elpiji ke Dusun Bungkak, Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan, Sampang. Sementara pangkalan di Kecamatan Blega sulit mendapatkan LPG melon. 

Unit Manager Communication & CSR MOR V-Jatimbalinus Rustam Aji menjelaskan, Pertamina hanya memiliki kontrak kerja sama sampai tingkat pangkalan. Dengan demikian, regulasi di tingkat pengecer di luar kewenangan Pertamina. Agen LPG menarik uang terlebih dahulu kepada pangkalan karena Pertamina telah menerapkan sistem cashless payment melalui bank. Pangkalan memang harus membayar terlebih dahulu. ”Biasanya sehari sebelum LPG dikirim,” terangnya.

Baca Juga :  Duh...Pelayanan Bank Jatim Sumenep Mengecewakan

Dia menambahkan, agen LPG wajib memiliki tabung dengan jumlah tertentu. Minimal dua kali alokasi harian. Dengan begitu, agen tidak perlu pinjam tabung ke pangkalan untuk operasional sehari-hari. Agen dapat melayani distribusi ke beberapa kecamatan, namun tidak boleh menyalurkan di luar kabupaten.

”Mohon diinfokan apabila ada agen yang melakukan hal-hal yang tidak sesuai prosedur untuk dapat kami tindak lanjuti,” harap Rustam.

Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2019, Pertamina MOR V mempersiapkan strategi penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan LPG di Jawa Timur. Pertamina membentuk tim Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) khusus LPG yang akan bertugas sejak H-30 hingga H+15 Idul Fitri.

Tim satgas ini akan berperan khusus dalam memantau dan mengoordinasikan penyaluran LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi, hingga pemantauan di lapangan. Dengan demikian, ketersediaan LPG di masyarakat terus terpenuhi. Pada kondisi normal, rata-rata konsumsi per hari untuk LPG 3 kg di Madura 95.200 tabung. Pertamina memprediksi konsumsi LPG akan mengalami kenaikan 5%–10% pada Mei dan Juni 2019.

Baca Juga :  Tabrakan, Polisi Dirujuk ke RSUD dr Soetomo

Mengantisipasi kenaikan kebutuhan tersebut, Pertamina telah menambah penyaluran sejak awal Ramadan. Pekan kedua Ramadan 1440 H atau 13–18 Mei 2019, Pertamina MOR V menyiapkan alokasi tambahan 95.200 tabung elpiji melon untuk didistribusikan. Bangkalan 26.880 tabung, Pamekasan 15.120 tabung, Sampang 16.800 tabung, dan Sumenep 36.400 tabung.

Terkait stabilitas harga, Pertamina telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM dan perdagangan, serta TPID Jawa Timur. Pertamina juga berkoordinasi dengan BPH Migas, kepolisian, dinas perhubungan, dinas ESDM, dan mitra Pertamina seperti Hiswana Migas untuk kelancaran proses distribusi. ”Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam meningkatkan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina,” tandasnya.

BANGKALAN – Keluhan kelangkaan liquified petroleum gas (LPG) di Kecamatan Blega mendapat tanggapan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V. Agen dapat melayani distribusi ke beberapa kecamatan, namun tidak boleh menyalurkan di luar kabupaten.

Sebelumnya, Samsudin, pangkalan elpiji di Desa Karang Nangka, Kecamatan Blega, menuding CV Yoga Pratama menjual elpiji ke luar kabupaten. Padahal, CV Yoga Pratama merupakan agen di Kecamatan Blega. Samsudin mengaku kelimpungan karena LPG bersubsidi tidak dikirim CV Yoga Pratama.

Pria 55 tahun itu menambahkan, CV Yoga Pratama masih meminjam tabung kosong di toko dekat rumahnya. Bahkan, untuk menebus LPG, pangkalan diminta uang di awal. Selain itu, CV Yoga Pratama justru menjual elpiji ke Dusun Bungkak, Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan, Sampang. Sementara pangkalan di Kecamatan Blega sulit mendapatkan LPG melon. 


Unit Manager Communication & CSR MOR V-Jatimbalinus Rustam Aji menjelaskan, Pertamina hanya memiliki kontrak kerja sama sampai tingkat pangkalan. Dengan demikian, regulasi di tingkat pengecer di luar kewenangan Pertamina. Agen LPG menarik uang terlebih dahulu kepada pangkalan karena Pertamina telah menerapkan sistem cashless payment melalui bank. Pangkalan memang harus membayar terlebih dahulu. ”Biasanya sehari sebelum LPG dikirim,” terangnya.

Baca Juga :  Terus Berkontribusi untuk Madura

Dia menambahkan, agen LPG wajib memiliki tabung dengan jumlah tertentu. Minimal dua kali alokasi harian. Dengan begitu, agen tidak perlu pinjam tabung ke pangkalan untuk operasional sehari-hari. Agen dapat melayani distribusi ke beberapa kecamatan, namun tidak boleh menyalurkan di luar kabupaten.

”Mohon diinfokan apabila ada agen yang melakukan hal-hal yang tidak sesuai prosedur untuk dapat kami tindak lanjuti,” harap Rustam.

Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2019, Pertamina MOR V mempersiapkan strategi penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan LPG di Jawa Timur. Pertamina membentuk tim Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) khusus LPG yang akan bertugas sejak H-30 hingga H+15 Idul Fitri.

Tim satgas ini akan berperan khusus dalam memantau dan mengoordinasikan penyaluran LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi, hingga pemantauan di lapangan. Dengan demikian, ketersediaan LPG di masyarakat terus terpenuhi. Pada kondisi normal, rata-rata konsumsi per hari untuk LPG 3 kg di Madura 95.200 tabung. Pertamina memprediksi konsumsi LPG akan mengalami kenaikan 5%–10% pada Mei dan Juni 2019.

Baca Juga :  Forum Pimpinan PT Komitmen Berikan Sumbangsih kepada Pemerintah

Mengantisipasi kenaikan kebutuhan tersebut, Pertamina telah menambah penyaluran sejak awal Ramadan. Pekan kedua Ramadan 1440 H atau 13–18 Mei 2019, Pertamina MOR V menyiapkan alokasi tambahan 95.200 tabung elpiji melon untuk didistribusikan. Bangkalan 26.880 tabung, Pamekasan 15.120 tabung, Sampang 16.800 tabung, dan Sumenep 36.400 tabung.

Terkait stabilitas harga, Pertamina telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM dan perdagangan, serta TPID Jawa Timur. Pertamina juga berkoordinasi dengan BPH Migas, kepolisian, dinas perhubungan, dinas ESDM, dan mitra Pertamina seperti Hiswana Migas untuk kelancaran proses distribusi. ”Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam meningkatkan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/