21.5 C
Madura
Tuesday, June 6, 2023

Bincang Curanmor Bersama AKBP Rama Samtama Putra

Pengungkapan 77 sepeda motor di rumah seorang tersangka di Tanjungbumi memperburuk catatan Bangkalan yang sering terjadi begal dan pencurian kendaran bermotor (curanmor). Upaya polisi itu perlu didorong oleh semua pihak untuk mempersempit ruang gerak sindikat maling motor. Kasus tersebut harus dikembangkan hingga semua pihak yang terlibat diadili. Berikut wawancara wartawan JPRM Darul Hakim dengan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra.

 

Bagaimana Anda melihat kasus curanmor di Madura, Bangkalan khususnya?

Jika dibandingkan dari tahun sebelumnya, kasus curanmor di Bangkalan mulai berkurang. Untuk memutus mata rantai, kami mengungkap dari penadah. Saat ini kami sedang berusaha maksimal untuk mengungkap jaringannya. Artinya, jaringannya atau pelaku utamanya yang menjual ke penadah kami buru.

 

Begal meresahkan masyarakat. Sikap polisi agar masyarakat merasa aman dan nyaman?

Demi kenyamanan dan keamanan warga dari pelaku begal dan C3 (curas, curat, dan curanmor), kami sudah intens menggelar patroli di jalan pada waktu jam rawan atau yang biasa disebut Patroli Serentak Bangkalan Aman (Paseban). Itu program unggulan Polres Bangkalan. Kegiatan tersebut bertujuan agar tidak terjadi aksi begal.

Apa yang telah dan akan Anda lalukan?

Baca Juga :  BPBD Imbau Tetap Tenang

Program door to door system bhabinkamtibmas yang dilakukan setiap hari. Door to door kepada warga untuk silaturahmi, sambang, dan tatap muka. Anggota juga memberikan imbauan. Serta keberadaan personel di pos-pos yang sudah dibangun untuk antisipasi begal. Misalnya yang ada di Sendang, Pandebeh, dan Telang. Kami on fire stand by 24 jam.

 

Seorang penadah di Tanjungbumi telah ditangkap dengan barang bukti 77 motor. Bagaimana perkembangan kasus itu?

Saat ini fokus memaksimalkan mengungkap jaringan. Data-datanya sudah kami kantongi. Dengan harapan pelakunya bisa ditangkap. Kami masih butuh waktu dan upaya maksimal dari teman-teman anggota di lapangan.

 

Identitas motor-motor itu tidak hanya pelat M. Apakah juga dipasok dari luar Madura?

Identitas kendaraan dari luar Bangkalan ada. Seperti Surabaya, Gresik, Madiun, Sampang. Ada pemasok dari luar Madura, ada yang dari Surabaya dan Gresik. Setelah didata dari 77 unit, ada 54 unit sudah teridentifikasi pemiliknya. Berdasarkan data registrasi dan identifikasi (regident). Sementara sisanya hanya diketahui nomor rangka dan nomor mesin.

 

Berarti juga ada jaringan dengan pelaku curanmor luar daerah?

Dan target yang dibidik tidak hanya ada di satu lokasi. Artinya berpindah-pindah. Itu yang membuat kami kebingungan. Kami berpesan kepada masyarakat jangan ada lagi jual beli motor bodong. Masyarakat harus beli motor resmi. Itu untuk mengurangi potensi terjadinya tindak pidana.

Baca Juga :  Kapolres: Jangan Suriahkan Indonesia

 

Bagaimana koordinasi Polres Bangkalan dengan polres lain?

Kami juga kerja sama dengan polres lain. Seperti Satreskrim Polres Sampang dan Polres Surabaya. Dengan menggunakan LP hasil laporan dari masayarakat.

 

Penadah itu tidak mungkin beraksi sendiri. Pasti ada tukang petik dan pemasok. Perburuan polisi hingga saat ini?

Kami akan menarget secepat mungkin penangkapan kepada empat orang yang diduga terlibat. Lebih cepat lebih bagus. Itu semua tergantung bagaimana kemauan dan kerja keras kami. Kami sudah bekerja maksimal.

 

Sudah ada petunjuk pihak yang lain terlibat?

Kami akan terus identifikasi dari kendaraan, kroscek kepada pemilik. Itu upaya pengungkapan pencuriannya. Yang diduga terlibat dalam pengungkapan kasus penadahan ada empat orang. Kami duga empat orang ini pelaku.

 

Kapan akan ditangkap?

Kami tidak ingin berandai-andai dalam kasus yang ditangani ini. Kami akan buka secara transparan manakala pelakunya sudah tertangkap.

Pengungkapan 77 sepeda motor di rumah seorang tersangka di Tanjungbumi memperburuk catatan Bangkalan yang sering terjadi begal dan pencurian kendaran bermotor (curanmor). Upaya polisi itu perlu didorong oleh semua pihak untuk mempersempit ruang gerak sindikat maling motor. Kasus tersebut harus dikembangkan hingga semua pihak yang terlibat diadili. Berikut wawancara wartawan JPRM Darul Hakim dengan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra.

 

Bagaimana Anda melihat kasus curanmor di Madura, Bangkalan khususnya?


Jika dibandingkan dari tahun sebelumnya, kasus curanmor di Bangkalan mulai berkurang. Untuk memutus mata rantai, kami mengungkap dari penadah. Saat ini kami sedang berusaha maksimal untuk mengungkap jaringannya. Artinya, jaringannya atau pelaku utamanya yang menjual ke penadah kami buru.

 

Begal meresahkan masyarakat. Sikap polisi agar masyarakat merasa aman dan nyaman?

Demi kenyamanan dan keamanan warga dari pelaku begal dan C3 (curas, curat, dan curanmor), kami sudah intens menggelar patroli di jalan pada waktu jam rawan atau yang biasa disebut Patroli Serentak Bangkalan Aman (Paseban). Itu program unggulan Polres Bangkalan. Kegiatan tersebut bertujuan agar tidak terjadi aksi begal.

- Advertisement -

Apa yang telah dan akan Anda lalukan?

Baca Juga :  Ra Latif Bantu Korban Kebakaran Bangun Rumah

Program door to door system bhabinkamtibmas yang dilakukan setiap hari. Door to door kepada warga untuk silaturahmi, sambang, dan tatap muka. Anggota juga memberikan imbauan. Serta keberadaan personel di pos-pos yang sudah dibangun untuk antisipasi begal. Misalnya yang ada di Sendang, Pandebeh, dan Telang. Kami on fire stand by 24 jam.

 

Seorang penadah di Tanjungbumi telah ditangkap dengan barang bukti 77 motor. Bagaimana perkembangan kasus itu?

Saat ini fokus memaksimalkan mengungkap jaringan. Data-datanya sudah kami kantongi. Dengan harapan pelakunya bisa ditangkap. Kami masih butuh waktu dan upaya maksimal dari teman-teman anggota di lapangan.

 

Identitas motor-motor itu tidak hanya pelat M. Apakah juga dipasok dari luar Madura?

Identitas kendaraan dari luar Bangkalan ada. Seperti Surabaya, Gresik, Madiun, Sampang. Ada pemasok dari luar Madura, ada yang dari Surabaya dan Gresik. Setelah didata dari 77 unit, ada 54 unit sudah teridentifikasi pemiliknya. Berdasarkan data registrasi dan identifikasi (regident). Sementara sisanya hanya diketahui nomor rangka dan nomor mesin.

 

Berarti juga ada jaringan dengan pelaku curanmor luar daerah?

Dan target yang dibidik tidak hanya ada di satu lokasi. Artinya berpindah-pindah. Itu yang membuat kami kebingungan. Kami berpesan kepada masyarakat jangan ada lagi jual beli motor bodong. Masyarakat harus beli motor resmi. Itu untuk mengurangi potensi terjadinya tindak pidana.

Baca Juga :  Kapolres Didik Tegaskan Vaksinasi Aman dan Halal

 

Bagaimana koordinasi Polres Bangkalan dengan polres lain?

Kami juga kerja sama dengan polres lain. Seperti Satreskrim Polres Sampang dan Polres Surabaya. Dengan menggunakan LP hasil laporan dari masayarakat.

 

Penadah itu tidak mungkin beraksi sendiri. Pasti ada tukang petik dan pemasok. Perburuan polisi hingga saat ini?

Kami akan menarget secepat mungkin penangkapan kepada empat orang yang diduga terlibat. Lebih cepat lebih bagus. Itu semua tergantung bagaimana kemauan dan kerja keras kami. Kami sudah bekerja maksimal.

 

Sudah ada petunjuk pihak yang lain terlibat?

Kami akan terus identifikasi dari kendaraan, kroscek kepada pemilik. Itu upaya pengungkapan pencuriannya. Yang diduga terlibat dalam pengungkapan kasus penadahan ada empat orang. Kami duga empat orang ini pelaku.

 

Kapan akan ditangkap?

Kami tidak ingin berandai-andai dalam kasus yang ditangani ini. Kami akan buka secara transparan manakala pelakunya sudah tertangkap.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/