alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Realisasi DAK Rp 14,2 M Tunggu Juknis

BANGKALAN – Dana alokasi khusus (DAK) 2019 yang digelontorkan pemerintah pusat untuk sekolah dasar (SD) di Kota Salak sebesar Rp 14.249.478.000. Pagu anggaran itu diberikan kepada ratusan sekolah.

Dana jumbo tersebut dialokasikan untuk beberapa kegiatan. Antara lain, rehab ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru (RKB), pembangunan toilet sekolah, rehab ruang perpustakaan, dan penambahan koleksi buku perpustakaan (perinciannya lihat grafis).

Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Muhammad Yakub mengutarakan, program tersebut belum bisa dilaksanakan. Sebab, belum ada petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

”Kita masih menungu juknisnya dulu. Itu pun kalau yang bentuknya fisik masih menunggu RAB (rancangan anggaran biaya) dari konsultan,” kata dia kemarin (14/1).

Baca Juga :  Toko Modern Marak, Perda Masih Lemah

Menurut Yakub, untuk pengadaan buku perpustakaan, anggaran yang akan dikucurkan Rp 50 juta per sekolah. Sementara untuk rehab gedung sekolah tidak sama, karena disesuaikan dengan kerusakan sekolah penerima. ”Kalau rehab tidak sama, disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” terangnya.

Anggaran pembangunan toilet Rp 98 juta. Itu untuk pembangunan 8 toilet per sekolah. Dengan ketentuan, 4 bilik toilet siswa laki-laki dan 4 bilik untuk siswa perempuan.

Sementara untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) dianggarkan Rp 177 juta per ruangan. Namun, ada beberapa sekolah yang menerima pembangunan 2 sampai 3 ruangan.

”Harapannya, kegiatan ini berjalan dengan baik dan bisa dimanfaatkan oleh guru dan kepala sekolah demi kemajuan pendidikan di Bangkalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Inspektorat Bangkalan Temukan 713 Kasus

Ketua komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan meminta penggunaan anggaran belasan miliar itu sesuai dengan ketentuan. Dia berjanji mengawal realisasi program tersebut.

”Kami Komisi D akan mengawal penuh anggaran pendidikan itu,” kata politikus PPP itu.

Nur Hasan juga mengingatkan agar penggunaan anggaran sesuai dengan RAB. Dia berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan juga turut mengawasi realisasi program tersebut di sekolah penerima.

”Melalui anggaran DAK tersebut, semoga kualitas pendidikan di Bangkalan menjadi lebih baik,” harapnya. (jup)

BANGKALAN – Dana alokasi khusus (DAK) 2019 yang digelontorkan pemerintah pusat untuk sekolah dasar (SD) di Kota Salak sebesar Rp 14.249.478.000. Pagu anggaran itu diberikan kepada ratusan sekolah.

Dana jumbo tersebut dialokasikan untuk beberapa kegiatan. Antara lain, rehab ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru (RKB), pembangunan toilet sekolah, rehab ruang perpustakaan, dan penambahan koleksi buku perpustakaan (perinciannya lihat grafis).

Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Muhammad Yakub mengutarakan, program tersebut belum bisa dilaksanakan. Sebab, belum ada petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.


”Kita masih menungu juknisnya dulu. Itu pun kalau yang bentuknya fisik masih menunggu RAB (rancangan anggaran biaya) dari konsultan,” kata dia kemarin (14/1).

Baca Juga :  DP Siapkan Surat Panggilan Untuk Smada, Cabdin, dan Komite Sekolah

Menurut Yakub, untuk pengadaan buku perpustakaan, anggaran yang akan dikucurkan Rp 50 juta per sekolah. Sementara untuk rehab gedung sekolah tidak sama, karena disesuaikan dengan kerusakan sekolah penerima. ”Kalau rehab tidak sama, disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” terangnya.

Anggaran pembangunan toilet Rp 98 juta. Itu untuk pembangunan 8 toilet per sekolah. Dengan ketentuan, 4 bilik toilet siswa laki-laki dan 4 bilik untuk siswa perempuan.

Sementara untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) dianggarkan Rp 177 juta per ruangan. Namun, ada beberapa sekolah yang menerima pembangunan 2 sampai 3 ruangan.

”Harapannya, kegiatan ini berjalan dengan baik dan bisa dimanfaatkan oleh guru dan kepala sekolah demi kemajuan pendidikan di Bangkalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Paket Proyek SD-SMP Belum Digarap

Ketua komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan meminta penggunaan anggaran belasan miliar itu sesuai dengan ketentuan. Dia berjanji mengawal realisasi program tersebut.

”Kami Komisi D akan mengawal penuh anggaran pendidikan itu,” kata politikus PPP itu.

Nur Hasan juga mengingatkan agar penggunaan anggaran sesuai dengan RAB. Dia berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan juga turut mengawasi realisasi program tersebut di sekolah penerima.

”Melalui anggaran DAK tersebut, semoga kualitas pendidikan di Bangkalan menjadi lebih baik,” harapnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/