alexametrics
21.5 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Ingat, Bantuan Hand Tractor Bukan Milik Ketua Poktan

BANGKALAN – Tahun ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan bakal mendapat bantuan 30 unit hand tractor. Alat mesin pertanian (alsintan) itu nantinya akan diberikan untuk dikelola penuh kelompok tani (poktan).

Namun, tidak semua poktan berhak mendapatkan bantuan itu. Hanya kelompok yang lolos verifikasi. Selain itu, poktan harus berbadan hukum. ”Bocoran bantuan dari APBN,” kata Kasi Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dispertapahorbun Bangkalan Rudi Hariyanto.

Bantuan kali ini langsung diberikan kepada poktan. Kalau dulu, yang mengelola tetap unit pelaksana teknis (UPT). Ketika anggota poktan ingin menggunakan hand tractor itu harus melalui UPT. Apabila tidak ada kegiatan pertanian harus dikembalikan.

”Sekarang sepertinya tidak (pinjam pakai). Bantuan hand tractor itu langsung diberikan kepada poktan. Yang mengelola poktan,” kata Rudi. Penempatan hand tractor juga bergantung kesepakatan anggota poktan. Setiap anggota poktan berhak atas bantuan tersebut. Bukan berarti milik atau dikuasai ketua semata.

Baca Juga :  Pertamax Kemahalan, Premium Kerap Kosong

”Yang terjadi biasanya kan begitu. Semua anggota poktan berhak atas bantuan yang diberikan pemerintah,” jelasnya. Harga per unit sekitar Rp 26 juta atau secara keseluruhan Rp 780 juta. ”Harus dijaga dan dirawat. Perawatan dibebankan kepada poktan,” ucapnya.

Rudi menyampaikan, biasanya setiap bantuan itu didistribusikan pertengahan tahun. Antara Juni dan Juli. Bantuan dari pemerintah juga tidak boleh dijual atau dipindahtangankan. Harus digunakan untuk kegiatan pertanian.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muhlis Assuryani mengatakan, bantuan alsintan itu untuk mempermudah petani. Dinas terkait tidak boleh lepas tangan. Bantuan berupa apa pun itu harus dipantau. ”Juga berikan kepada yang benar-benar layak,” tandasnya. 

BANGKALAN – Tahun ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan bakal mendapat bantuan 30 unit hand tractor. Alat mesin pertanian (alsintan) itu nantinya akan diberikan untuk dikelola penuh kelompok tani (poktan).

Namun, tidak semua poktan berhak mendapatkan bantuan itu. Hanya kelompok yang lolos verifikasi. Selain itu, poktan harus berbadan hukum. ”Bocoran bantuan dari APBN,” kata Kasi Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dispertapahorbun Bangkalan Rudi Hariyanto.

Bantuan kali ini langsung diberikan kepada poktan. Kalau dulu, yang mengelola tetap unit pelaksana teknis (UPT). Ketika anggota poktan ingin menggunakan hand tractor itu harus melalui UPT. Apabila tidak ada kegiatan pertanian harus dikembalikan.

”Sekarang sepertinya tidak (pinjam pakai). Bantuan hand tractor itu langsung diberikan kepada poktan. Yang mengelola poktan,” kata Rudi. Penempatan hand tractor juga bergantung kesepakatan anggota poktan. Setiap anggota poktan berhak atas bantuan tersebut. Bukan berarti milik atau dikuasai ketua semata.

Baca Juga :  Enam Kecamatan Tak Bisa Rekam E-KTP

”Yang terjadi biasanya kan begitu. Semua anggota poktan berhak atas bantuan yang diberikan pemerintah,” jelasnya. Harga per unit sekitar Rp 26 juta atau secara keseluruhan Rp 780 juta. ”Harus dijaga dan dirawat. Perawatan dibebankan kepada poktan,” ucapnya.

Rudi menyampaikan, biasanya setiap bantuan itu didistribusikan pertengahan tahun. Antara Juni dan Juli. Bantuan dari pemerintah juga tidak boleh dijual atau dipindahtangankan. Harus digunakan untuk kegiatan pertanian.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muhlis Assuryani mengatakan, bantuan alsintan itu untuk mempermudah petani. Dinas terkait tidak boleh lepas tangan. Bantuan berupa apa pun itu harus dipantau. ”Juga berikan kepada yang benar-benar layak,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Komitmen Tekan AKI-AKB

Menjaga Kesehatan Tulang

Pasar Tumpah Picu Kemacetan

Most Read

Artikel Terbaru

/