alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Biaya Ambulans Harus Mengacu pada Perbup

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura — Besaran biaya penggunaan ambulans milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan bergantung pada jarak tempuh. Semakin jauh, semakin besar pula nominal biayanya. 

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medik RSUD Syamrabu Farhat Suryaningrat menegaskan, tarif pemakaian ambulans untuk antar jenazah itu sudah ada patokan harga sesuai jarak tempuh. Dengan demikian, salah besar jika ada yang bilang mencapai jutaan.

”Kalau ada yang ngomong ke Geger Rp 2,7 juta itu tidak benar. Karena tarifnya hanya Rp 296.500,” sebut Farhat kemarin (13/11).

Bahkan, untuk wilayah Bangkalan saja, tidak ada yang melebihi Rp 500 ribu. Paling banter Rp 493 ribu. Itu pun untuk jarak tempuh ke Tanjungbumi, Kokop, dan Konang. Sementara yang dekat-dekat dengan kota, tarifnya Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu-an. ”Saya juga heran, kenapa sampai muncul Rp 2,7 juta. Terus terang itu fitnah,” ujarnya.

Baca Juga :  RSUD Syamrabu Jalankan Inovasi Taromah, Apa Itu?

Sebab, dalam daftar tarif pemakaian ambulans milik RSUD, untuk besaran hingga Rp 1 juta lebih itu ke Sumenep Kota. ”Kan tidak logis, ke Sumenep saja Rp 1 jutaan, terus ke Geger Rp 2 juta lebih,” terangnya.

Farhat menyampaikan, jika semisal ada kenaikan tarif karena ulah oknum petugas rumah sakit, pihaknya sangat membuka selebar-lebarnya untuk dicatat nama petugasnya. Dengan begitu, pihak manajemen bisa bertindak. 

”Rumah sakit tidak anti masukan dan kritik. Manakala ada pelayanan yang keluar dari prosedur, laporkan pada kami dengan bukti. Pasti kami tindak,” tegasnya.

Apalagi, sekarang ini serbadigital. Rumah sakit punya media sosial yang bisa langsung di-share. ”Silakan kirim. Sekali lagi jangan berupa fitnah, melainkan fakta,” pintanya.

Baca Juga :  Madura Mendongeng untuk Anak Negeri

Sebab, kritik dan aduan masyarakat tentang pelayanan rumah sakit itu sangat bagus untuk perbaikan RSUD Syamrabu ke depan. ”Setidaknya sebagai koreksi buat kami. Tapi, selama ini yang kami lakukan sudah sesuai prosedur,” tuturnya.

Kecuali, pemberlakuan tarif itu mau digratiskan, tapi itu bukan kewenangannya untuk membuat kebijakan tersebut. Sebab, tarif itu sudah diatur dalam peraturan. ”Kalau mau digratiskan, ya ubah dulu aturan yang ada,” imbuhnya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, rumah sakit itu sebenarnya hanya pelaksana dari peraturan yang dibuat pemerintah. Khusus untuk tarif pemakaian ambulans, ketentuan tersebut sudah ada dalam peraturan bupati (perbup).

”Aturan teknisnya itu diatur dalam perbup. Tapi, nomor saya lupa. Hanya, ketentuan itu tidak terpisahkan dari perbup tentang tata kelola BLUD,” katanya. 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura — Besaran biaya penggunaan ambulans milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan bergantung pada jarak tempuh. Semakin jauh, semakin besar pula nominal biayanya. 

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medik RSUD Syamrabu Farhat Suryaningrat menegaskan, tarif pemakaian ambulans untuk antar jenazah itu sudah ada patokan harga sesuai jarak tempuh. Dengan demikian, salah besar jika ada yang bilang mencapai jutaan.

”Kalau ada yang ngomong ke Geger Rp 2,7 juta itu tidak benar. Karena tarifnya hanya Rp 296.500,” sebut Farhat kemarin (13/11).

Bahkan, untuk wilayah Bangkalan saja, tidak ada yang melebihi Rp 500 ribu. Paling banter Rp 493 ribu. Itu pun untuk jarak tempuh ke Tanjungbumi, Kokop, dan Konang. Sementara yang dekat-dekat dengan kota, tarifnya Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu-an. ”Saya juga heran, kenapa sampai muncul Rp 2,7 juta. Terus terang itu fitnah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pedagang Asal Socah Jadi Pasien Ke-29 Covid-19 Bangkalan

Sebab, dalam daftar tarif pemakaian ambulans milik RSUD, untuk besaran hingga Rp 1 juta lebih itu ke Sumenep Kota. ”Kan tidak logis, ke Sumenep saja Rp 1 jutaan, terus ke Geger Rp 2 juta lebih,” terangnya.

Farhat menyampaikan, jika semisal ada kenaikan tarif karena ulah oknum petugas rumah sakit, pihaknya sangat membuka selebar-lebarnya untuk dicatat nama petugasnya. Dengan begitu, pihak manajemen bisa bertindak. 

”Rumah sakit tidak anti masukan dan kritik. Manakala ada pelayanan yang keluar dari prosedur, laporkan pada kami dengan bukti. Pasti kami tindak,” tegasnya.

Apalagi, sekarang ini serbadigital. Rumah sakit punya media sosial yang bisa langsung di-share. ”Silakan kirim. Sekali lagi jangan berupa fitnah, melainkan fakta,” pintanya.

Baca Juga :  Edukasi Berpuasa sebelum Operasi

Sebab, kritik dan aduan masyarakat tentang pelayanan rumah sakit itu sangat bagus untuk perbaikan RSUD Syamrabu ke depan. ”Setidaknya sebagai koreksi buat kami. Tapi, selama ini yang kami lakukan sudah sesuai prosedur,” tuturnya.

Kecuali, pemberlakuan tarif itu mau digratiskan, tapi itu bukan kewenangannya untuk membuat kebijakan tersebut. Sebab, tarif itu sudah diatur dalam peraturan. ”Kalau mau digratiskan, ya ubah dulu aturan yang ada,” imbuhnya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, rumah sakit itu sebenarnya hanya pelaksana dari peraturan yang dibuat pemerintah. Khusus untuk tarif pemakaian ambulans, ketentuan tersebut sudah ada dalam peraturan bupati (perbup).

”Aturan teknisnya itu diatur dalam perbup. Tapi, nomor saya lupa. Hanya, ketentuan itu tidak terpisahkan dari perbup tentang tata kelola BLUD,” katanya. 

Artikel Terkait

Most Read

Bayi Malang Itu Dikira Hantu

Bansos Mahasiswa Miskin Ditambah

Jokowi: Mbak Puti, Jaga Pancasila

Artikel Terbaru

/