alexametrics
20.9 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Hujan Telah Tiba BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Bencana

BANGKALAN – Musim penghujan telah tiba. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) mengingatkan segala bentuk bencana. Potensi demam berdarah juga harus diantisipasi bersama.

Kepala BPBD Bangkalan Rizal Morris mengimbau masyarakat lebih waspada saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Banjir dan angin puting beliung juga perlu diwaspadai. ”Kami harap warga mengenali tanda-tandanya agar bisa meminimalisasi terjadinya sesuatu yang tak diinginkan,” harapnya.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi juga mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi bencana saat penghujan. Semisal, banjir, longsor, dan pepohonan roboh. Genangan air akibat hujan deras biasa terjadi di wilayah perkotaan. Biasanya, banyaknya selokan dan gorong-gorong mengalami penyumbatan oleh sampah. Masyarakat diimbau lebih bijak dalam membuang sampah, apalagi sampah plastik.

Baca Juga :  Minta Warga Antisipasi Daerah Rawan Bencana

Selain luapan sungai, dirinya juga mengimbau masyarakat di perbukitan dan tebing mewaspadai longsor. Seperti di Kecamatan Guluk-Guluk, Rubaru, Ganding, dan Pragaan. ”Meski tidak seluruh wilayah, tapi sebagian besar wilayah di sana ada perbukitan,” jelasnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) untuk memangkas pohon. Mengingat, saat musim pancaroba, cuaca cukup ekstrem. Bahkan, terkadang menyebabkan pohon tumbang. ”Berupaya semaksimal mungkin agar bencana bisa diminimalkan,” terangnya.

Kepala BPBD Sampang Mohammad Anang Djoenaedi mengatakan, perkiraan cuaca BMKG menunjukkan saat ini musim pancaroba. Terhitung akhir November masuk pada musim hujan. ”Nanti (hujan) meratanya pada Desember,” kata Anang.

Berdasarkan perkiraan cuaca tersebut, pihaknya menghentikan bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. Selama musim pancaroba, BPBD mewaspadai beberapa potensi bencana. Di antaranya angin kencang dan longsor. Saat ini BPBD menyisir pohon-pohon tua yang berpotensi roboh.

Baca Juga :  Sakit, Mahasiswi UMM asal Bangkalan Meninggal di Spanyol

”Kami sudah meminta bantuan dishub dan DLH Sampang untuk memotong ranting-ranting pohon yang mengganggu jalan. Yang terpenting juga, masyarakat harus membersihkan selokan di sekitar rumah sehingga ketika hujan bisa mengalir dengan cepat,” terangnya. (c1/c3/bil)

BANGKALAN – Musim penghujan telah tiba. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) mengingatkan segala bentuk bencana. Potensi demam berdarah juga harus diantisipasi bersama.

Kepala BPBD Bangkalan Rizal Morris mengimbau masyarakat lebih waspada saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Banjir dan angin puting beliung juga perlu diwaspadai. ”Kami harap warga mengenali tanda-tandanya agar bisa meminimalisasi terjadinya sesuatu yang tak diinginkan,” harapnya.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi juga mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi bencana saat penghujan. Semisal, banjir, longsor, dan pepohonan roboh. Genangan air akibat hujan deras biasa terjadi di wilayah perkotaan. Biasanya, banyaknya selokan dan gorong-gorong mengalami penyumbatan oleh sampah. Masyarakat diimbau lebih bijak dalam membuang sampah, apalagi sampah plastik.

Baca Juga :  Sakit, Mahasiswi UMM asal Bangkalan Meninggal di Spanyol

Selain luapan sungai, dirinya juga mengimbau masyarakat di perbukitan dan tebing mewaspadai longsor. Seperti di Kecamatan Guluk-Guluk, Rubaru, Ganding, dan Pragaan. ”Meski tidak seluruh wilayah, tapi sebagian besar wilayah di sana ada perbukitan,” jelasnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) untuk memangkas pohon. Mengingat, saat musim pancaroba, cuaca cukup ekstrem. Bahkan, terkadang menyebabkan pohon tumbang. ”Berupaya semaksimal mungkin agar bencana bisa diminimalkan,” terangnya.

Kepala BPBD Sampang Mohammad Anang Djoenaedi mengatakan, perkiraan cuaca BMKG menunjukkan saat ini musim pancaroba. Terhitung akhir November masuk pada musim hujan. ”Nanti (hujan) meratanya pada Desember,” kata Anang.

Berdasarkan perkiraan cuaca tersebut, pihaknya menghentikan bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. Selama musim pancaroba, BPBD mewaspadai beberapa potensi bencana. Di antaranya angin kencang dan longsor. Saat ini BPBD menyisir pohon-pohon tua yang berpotensi roboh.

Baca Juga :  Minta Warga Antisipasi Daerah Rawan Bencana

”Kami sudah meminta bantuan dishub dan DLH Sampang untuk memotong ranting-ranting pohon yang mengganggu jalan. Yang terpenting juga, masyarakat harus membersihkan selokan di sekitar rumah sehingga ketika hujan bisa mengalir dengan cepat,” terangnya. (c1/c3/bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/