alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Trunojoyo Bergerak ”Duduki” Ruang Paripurna

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Ruang paripurna DPRD Bangkalan dipenuhi pemuda kemarin (13/10). Mereka merupakan massa Aliansi Trunojoyo Bergerak yang ”menduduki” kantor dewan selama sejam setengah. Mereka meminta dewan memfasilitasi agar dihubungkan dengan DPR RI atau pemerintah pusat.

Permintaan itu merupakan bagian tuntutan penolakan terhadap Undang-Undang tentang Cipta Kerja. Massa berangkat dari depan Gedung Pertemuan UTM. Kemudian, mereka bergeser ke gerbang Suramadu sisi Madura di Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Bangkalan. Di tempat itu mereka memblokade jalan dan menaburkan garam sebagai bentuk kekecewaan.

Koordinator Aliansi Trunojoyo Bergerak Rossi menyampaikan, massa tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Tetapi, dari berbagai komponen pemuda dan masyarakat. Aksi tersebut dilakukan bukan hanya untuk menolak UU Omnibus Law. ”Kami sepakat, aksi kami tidak melulu tentang omnibus law, tetapi juga mengawal permasalahan di Bangkalan,” terangnya.

Baca Juga :  Ciptakan Banyak Produk, SMKN 1 Kamal Tumbuhkan Kreativitas Wirausaha

Blokade jalan dan gerbang Suramadu serta tabur garam itu merupakan tanda kekecewaan. Menurut mereka, dengan disahkannya UU Cipta Kerja, petani garam lebih tercekik. ”Kami akan tunjukkan bahwa kekecewaan massa aksi tidak hanya berakhir dengan tanda tangan penolakan,” kecamnya.

Setelah itu, mereka menuju kantor DPRD di Jalan Soekarno-Hatta. Mereka menuntut bisa menduduki ruang paripurna. Mereka ingin difasilitasi untuk berbicara dengan perwakilan pemerintah pusat.

Setelah melakukan berbagai orasi dan menyampaikan aspirasi, massa diperkenankan masuk dengan catatan tidak merusak aset pemerintah. Massa masuk ruang paripurna pukul 16.30 dan baru keluar pukul 18.00.

”Kami dari DPRD Bangkalan dan semua pimpinan komisi dan fraksi di sini sudah jelas menolak omnibus law itu,” sambut Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad.

Baca Juga :  Mahasiswa Minta Benahi Transportasi Laut

DPRD Bangkalan kemudian memfasilitasi dengan anggota DPR RI dari Bangkalan. Salah satunya, Syafiudin Asmoro. Perbincangan Syafiudin berlangsung melalui aplikasi Zoom.Syafiudin mengakui telah menyetujui dan mengiyakan UU Cipta Kerja.

Selain keputusan fraksi, peluang besar dan meluasnya investasi menjadi salah satu keuntungan untuk meningkatkkan industri di Indonesia. ”Saya sepakati memang karena undang-undang itu mendukung dan memperluas investasi di Indonesia,” katanya.

Aliansi Trunojoyo Bergerak merupakan gabungan organisasi mahasiswa dan elemen lain. Antara lain, HMI, IMM, GMNI, IKMS (Ikatan Mahasiswa Socah), Permata (Persatuan Mahasiswa Tanjungbumi, IYC, dan Himpunan Mahasiswa Bangkalan (Himaba). Selain itu, Barisan Hitam-Hitam, Anjal, Mik Stadion, Arek Teknik, dan Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan. Juga Aliansi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Aliansi Mahasiswa Fakultas Pertanian. (hel)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Ruang paripurna DPRD Bangkalan dipenuhi pemuda kemarin (13/10). Mereka merupakan massa Aliansi Trunojoyo Bergerak yang ”menduduki” kantor dewan selama sejam setengah. Mereka meminta dewan memfasilitasi agar dihubungkan dengan DPR RI atau pemerintah pusat.

Permintaan itu merupakan bagian tuntutan penolakan terhadap Undang-Undang tentang Cipta Kerja. Massa berangkat dari depan Gedung Pertemuan UTM. Kemudian, mereka bergeser ke gerbang Suramadu sisi Madura di Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Bangkalan. Di tempat itu mereka memblokade jalan dan menaburkan garam sebagai bentuk kekecewaan.

Koordinator Aliansi Trunojoyo Bergerak Rossi menyampaikan, massa tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Tetapi, dari berbagai komponen pemuda dan masyarakat. Aksi tersebut dilakukan bukan hanya untuk menolak UU Omnibus Law. ”Kami sepakat, aksi kami tidak melulu tentang omnibus law, tetapi juga mengawal permasalahan di Bangkalan,” terangnya.

Baca Juga :  Tuntut Pembunuh Bayi Dihukum Mati

Blokade jalan dan gerbang Suramadu serta tabur garam itu merupakan tanda kekecewaan. Menurut mereka, dengan disahkannya UU Cipta Kerja, petani garam lebih tercekik. ”Kami akan tunjukkan bahwa kekecewaan massa aksi tidak hanya berakhir dengan tanda tangan penolakan,” kecamnya.

Setelah itu, mereka menuju kantor DPRD di Jalan Soekarno-Hatta. Mereka menuntut bisa menduduki ruang paripurna. Mereka ingin difasilitasi untuk berbicara dengan perwakilan pemerintah pusat.

Setelah melakukan berbagai orasi dan menyampaikan aspirasi, massa diperkenankan masuk dengan catatan tidak merusak aset pemerintah. Massa masuk ruang paripurna pukul 16.30 dan baru keluar pukul 18.00.

”Kami dari DPRD Bangkalan dan semua pimpinan komisi dan fraksi di sini sudah jelas menolak omnibus law itu,” sambut Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad.

Baca Juga :  Peningkatan Jalan Dupok–Mano’an Digerojok Rp 3 Miliar

DPRD Bangkalan kemudian memfasilitasi dengan anggota DPR RI dari Bangkalan. Salah satunya, Syafiudin Asmoro. Perbincangan Syafiudin berlangsung melalui aplikasi Zoom.Syafiudin mengakui telah menyetujui dan mengiyakan UU Cipta Kerja.

Selain keputusan fraksi, peluang besar dan meluasnya investasi menjadi salah satu keuntungan untuk meningkatkkan industri di Indonesia. ”Saya sepakati memang karena undang-undang itu mendukung dan memperluas investasi di Indonesia,” katanya.

Aliansi Trunojoyo Bergerak merupakan gabungan organisasi mahasiswa dan elemen lain. Antara lain, HMI, IMM, GMNI, IKMS (Ikatan Mahasiswa Socah), Permata (Persatuan Mahasiswa Tanjungbumi, IYC, dan Himpunan Mahasiswa Bangkalan (Himaba). Selain itu, Barisan Hitam-Hitam, Anjal, Mik Stadion, Arek Teknik, dan Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan. Juga Aliansi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Aliansi Mahasiswa Fakultas Pertanian. (hel)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/