alexametrics
22.1 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Hari Pramuka tanpa Upacara

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus dengan upacara. Namun, tahun ini akan berbeda karena diperingati dengan tasyakuran.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Moh. Saad As’jari menuturkan, peringatan Hari Pramuka tidak digelar seperti biasa. Tahun ini dikemas dalam bentuk lain. Dengan demikian, tidak mengurangi khidmatnya peringatan hari besar tersebut. ”Mungkin nanti akan digelar dengan tasyakuran dan tumpengan,” katanya.

Pihaknya mengimbau agar di setiap kecamatan dan tingkat ranting Pramuka tetap mengadakan kegiatan peringatan. Acara apa pun yang digelar tetap harus menaati protokol kesehatan. Bisa dengan cara tasyakuran atau tumpengan. Tidak boleh mengundang keramaian dan banyak peserta. ”Selain rasa khidmat, prokes harus tetap dipatuhi,” jelasnya,

Baca Juga :  BPWS Pangkas Anggaran Pelatihan SDM Rp 303 Juta

Aktivis Pramuka Ahmad Noer Fahri menuturkan, perubahan teknis peringatan hari Pramuka tidak menjadi masalah. Sebab, sejatinya peringatan itu ada dalam diri dan dicerminkan melalui perilaku. ”Justru kalau tidak mematuhi pemerintah dan membuat keramaian itu bukan salah satu sikap yang baik,” terang pemuda asal Desa Dupok, Kecamatan Kokop itu.

Bagi Fahri, kesetiaan pemuda, masyarakat, atau anggota Pramuka di setiap daerah harus memiliki rasa yang sama. Dengan begitu, dalam peringatan hari pramuka ke-59, semua masih tetap dengan nilai yang sama. ”Semoga bisa tetap diperingati dengan baik dan dilakukan secara tertib,” harap lelaki 28 tahun itu. (hel)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus dengan upacara. Namun, tahun ini akan berbeda karena diperingati dengan tasyakuran.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Moh. Saad As’jari menuturkan, peringatan Hari Pramuka tidak digelar seperti biasa. Tahun ini dikemas dalam bentuk lain. Dengan demikian, tidak mengurangi khidmatnya peringatan hari besar tersebut. ”Mungkin nanti akan digelar dengan tasyakuran dan tumpengan,” katanya.

Pihaknya mengimbau agar di setiap kecamatan dan tingkat ranting Pramuka tetap mengadakan kegiatan peringatan. Acara apa pun yang digelar tetap harus menaati protokol kesehatan. Bisa dengan cara tasyakuran atau tumpengan. Tidak boleh mengundang keramaian dan banyak peserta. ”Selain rasa khidmat, prokes harus tetap dipatuhi,” jelasnya,

Baca Juga :  Rugikan Peternak Ayam, Pemkab Bangkalan Didemo Warga

Aktivis Pramuka Ahmad Noer Fahri menuturkan, perubahan teknis peringatan hari Pramuka tidak menjadi masalah. Sebab, sejatinya peringatan itu ada dalam diri dan dicerminkan melalui perilaku. ”Justru kalau tidak mematuhi pemerintah dan membuat keramaian itu bukan salah satu sikap yang baik,” terang pemuda asal Desa Dupok, Kecamatan Kokop itu.

Bagi Fahri, kesetiaan pemuda, masyarakat, atau anggota Pramuka di setiap daerah harus memiliki rasa yang sama. Dengan begitu, dalam peringatan hari pramuka ke-59, semua masih tetap dengan nilai yang sama. ”Semoga bisa tetap diperingati dengan baik dan dilakukan secara tertib,” harap lelaki 28 tahun itu. (hel)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/