alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Kenali Kemampuan Anak sebelum Sekolah

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Para orang tua harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum mendaftakan putra-putrinya ke jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Sebab jika tidak, psikologi anak yang baru mengenyam pendidikan SD akan terganggu. 

Psikolog Klinis RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan Andriana Dwi Siswanti menyampaikan, mempersiapkan anak sebelum masuk ke jenjang SD sangat penting. Terutama dalam memastikan psikologisnya mampu dan matang untuk memulai duduk di bangku SD.

Selama ini, fenomena yang terjadi kebanyakan orang tua hanya mempersiapkan kemampuan akademik putra-putrinya sebelum masuk ke jenjang SD. Akibatnya, banyak anak yang secara akademis sudah siap, tapi secara psikologis belum matang. 

”Sehingga dalam proses belajar anak bisa mengalami trauma belajar, bahkan sampai mogok sekolah. Lalu, akan terjadi perubahan perilaku dan emosi yang mengakibatkan prestasi belajar tidak sesuai kemampuan dan gangguan psikologis lainnya,” paparnya kemarin (13/6). 

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh orang tua sebelum putra dan putrinya sekolah. Di antaranya, kemampuan motorik kasar, kemampuan motorik halus, kematangan mental atau kognitif, sosial, dan kematangaan emosi. 

Baca Juga :  Pasang Umbul-Umbul, PNS RSUD Tewas Kesetrum

Menurut dia, kemampuan motorik kasar adalah keterampilan yang terkait dengan gerakan otot-otot besar di tubuh. ”Contohnya, otot kaki serta otot lengan. Gerakan yang dihasilkan bisa jadi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau menghasilkan energi,” terangnya. 

Sedangkan kemampuan motorik halus adalah keterampilan yang melibatkan otot-otot kecil serta koordinasi mata dan tangan. Keterampilan ini lebih mengemukakan hal-hal detail dibandingkan dengan kemampuan motorik kasar.

Sementara kematangan mental atau kognitif harus dimiliki anak yang siap duduk di bangku SD. Secara singkat, keterampilan kognitif adalah proses berpikir atau menangkap, menyimpan, atau mengelola, hingga menggunakan kembali informasi yang didapatkan sebelumnya. ”Artinya, kemampuan ini antara lain diperoleh dari pengalaman yang anak dapatkan dari sekitarnya,” imbuhnya. 

Kematangan sosial yaitu untuk menerima peraturan sosial dalam masyarakat. Lalu, kematangan emosi bertujuan menjaga stabilitas emosional siswa dengan lingkungan barunya di sekolah. 

Baca Juga :  Cerita Kepala Ruangan Pemulasaraan Jenazah RSUD Syamrabu Sugiyanto

Menurut Andriana, untuk mengetahui kesiapan belajar anak salah satunya harus menjalani tes khusus yang dilakukan oleh seorang psikolog. Dengan begitu, kemampuan anak akan terdeteksi. Anak yang siap secara akademik akan diketahui. Sebab, siap akademik belum tentu siap mental. 

”Jika ada yang belum memenuhi kesiapan belajar, maka anak dapat dilatih kembali. Dengan begitu, dapat meminimalkan kendala-kendala saat anak di sekolah,” sambungnya. 

Poli Psikologi RSUD Syamrabu Bangkalan telah menyediakan fasilitas untuk tes kesiapan belajar. Jika ada orang tua yang ingin mengetahui kematangan anaknya sebelum masuk SD, dapat dilakukan di rumah sakit milik Pemkab Bangkalan ini. 

 

”Harapannya, anak yang telah matang secara akademis dan psikologis tidak kesulitan menerima pelajaran, terutama di masa pandemi yang notabene proses belajar mengajar sebagian besar dilakukan secara online,” tandasnya. (jup/par)

 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Para orang tua harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum mendaftakan putra-putrinya ke jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Sebab jika tidak, psikologi anak yang baru mengenyam pendidikan SD akan terganggu. 

Psikolog Klinis RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan Andriana Dwi Siswanti menyampaikan, mempersiapkan anak sebelum masuk ke jenjang SD sangat penting. Terutama dalam memastikan psikologisnya mampu dan matang untuk memulai duduk di bangku SD.

Selama ini, fenomena yang terjadi kebanyakan orang tua hanya mempersiapkan kemampuan akademik putra-putrinya sebelum masuk ke jenjang SD. Akibatnya, banyak anak yang secara akademis sudah siap, tapi secara psikologis belum matang. 


”Sehingga dalam proses belajar anak bisa mengalami trauma belajar, bahkan sampai mogok sekolah. Lalu, akan terjadi perubahan perilaku dan emosi yang mengakibatkan prestasi belajar tidak sesuai kemampuan dan gangguan psikologis lainnya,” paparnya kemarin (13/6). 

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh orang tua sebelum putra dan putrinya sekolah. Di antaranya, kemampuan motorik kasar, kemampuan motorik halus, kematangan mental atau kognitif, sosial, dan kematangaan emosi. 

Baca Juga :  Dokter Dibyo Resmi Positif Covid-19

Menurut dia, kemampuan motorik kasar adalah keterampilan yang terkait dengan gerakan otot-otot besar di tubuh. ”Contohnya, otot kaki serta otot lengan. Gerakan yang dihasilkan bisa jadi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau menghasilkan energi,” terangnya. 

Sedangkan kemampuan motorik halus adalah keterampilan yang melibatkan otot-otot kecil serta koordinasi mata dan tangan. Keterampilan ini lebih mengemukakan hal-hal detail dibandingkan dengan kemampuan motorik kasar.

Sementara kematangan mental atau kognitif harus dimiliki anak yang siap duduk di bangku SD. Secara singkat, keterampilan kognitif adalah proses berpikir atau menangkap, menyimpan, atau mengelola, hingga menggunakan kembali informasi yang didapatkan sebelumnya. ”Artinya, kemampuan ini antara lain diperoleh dari pengalaman yang anak dapatkan dari sekitarnya,” imbuhnya. 

Kematangan sosial yaitu untuk menerima peraturan sosial dalam masyarakat. Lalu, kematangan emosi bertujuan menjaga stabilitas emosional siswa dengan lingkungan barunya di sekolah. 

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Tulang

Menurut Andriana, untuk mengetahui kesiapan belajar anak salah satunya harus menjalani tes khusus yang dilakukan oleh seorang psikolog. Dengan begitu, kemampuan anak akan terdeteksi. Anak yang siap secara akademik akan diketahui. Sebab, siap akademik belum tentu siap mental. 

”Jika ada yang belum memenuhi kesiapan belajar, maka anak dapat dilatih kembali. Dengan begitu, dapat meminimalkan kendala-kendala saat anak di sekolah,” sambungnya. 

Poli Psikologi RSUD Syamrabu Bangkalan telah menyediakan fasilitas untuk tes kesiapan belajar. Jika ada orang tua yang ingin mengetahui kematangan anaknya sebelum masuk SD, dapat dilakukan di rumah sakit milik Pemkab Bangkalan ini. 

 

”Harapannya, anak yang telah matang secara akademis dan psikologis tidak kesulitan menerima pelajaran, terutama di masa pandemi yang notabene proses belajar mengajar sebagian besar dilakukan secara online,” tandasnya. (jup/par)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/