alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Bupati Nonjob-Kan Dua Pejabat

BANGKALAN – Belum lama ini Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melakukan mutasi besar-besaran. Namun, ada dua pejabat yang tidak mendapatkan posisi alias di-nonjob-kan.

Mereka adalah Tommy Sugeng Firyanto dan Andang Pradana. Jabatan terakhir Tommy adalah kepala Bakesbangpol Bangkalan. Sementara Andang Pradana merupakan Dirut PDAM Sumber Pocong.

Padahal, berdasar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dua pejabat tersebut tidak boleh di-nonjob-kan. Bahkan, apabila ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong, keduanya tidak diperkenankan ikut assessment. Yang bisa dilakukan hanya dimutasi atau digeser.

R. Abdul Latif Amin Imron mengutarakan, beberapa pejabat yang belum ditempatkan di OPD mana pun masih dievaluasi. Tetapi, tidak lama lagi segera ditentukan. ”Sebentar lagi, minggu depan. Kami evaluasi dulu,” kata bupati yang biasa disapa Ra Latif itu kemarin (13/6).

Baca Juga :  DPRD Dukung BNNP Berantas Narkoba

Setelah evaluasi selesai, baru pejabat tersebut ditempatkan sesuai dengan bidangnya. ”Jangan buru-buru, ini baru selesai halalbihalal. Tunggu saja minggu depan ini,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, jika aturannya memang tidak memperkenankan me-nonjob-kan pejabat, semestinya tidak boleh dilanggar. Apalagi, pejabat tersebut pernah menjadi kepala dinas.

”Sepengetahuan saya kalau sudah eselon II, itu hanya boleh dimutasi atau digeser,” katanya.

Politikus PDIP itu menyatakan, kalau memang benar itu di-nonjob-kan, pihaknya sangat kecewa. Tidak boleh pejabat sekelas kepala dinas tak diberikan jabatan apa pun. ”Kok bisa, semestinya eksekutif tahu aturannya,” ucap Farkurrahman bernada protes.

Dia berharap tidak ada ketentuan yang dilanggar pascamutasi beberapa waktu lalu. Sebab, pihaknya tidak ingin kesalahan pada tahun lalu terulang kembali. ”Bertindaklah sesuai peraturan perundang-undangan,” sarannya.

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Konsisten Tekan Sebaran Covid-19

 

BANGKALAN – Belum lama ini Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melakukan mutasi besar-besaran. Namun, ada dua pejabat yang tidak mendapatkan posisi alias di-nonjob-kan.

Mereka adalah Tommy Sugeng Firyanto dan Andang Pradana. Jabatan terakhir Tommy adalah kepala Bakesbangpol Bangkalan. Sementara Andang Pradana merupakan Dirut PDAM Sumber Pocong.

Padahal, berdasar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dua pejabat tersebut tidak boleh di-nonjob-kan. Bahkan, apabila ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong, keduanya tidak diperkenankan ikut assessment. Yang bisa dilakukan hanya dimutasi atau digeser.

R. Abdul Latif Amin Imron mengutarakan, beberapa pejabat yang belum ditempatkan di OPD mana pun masih dievaluasi. Tetapi, tidak lama lagi segera ditentukan. ”Sebentar lagi, minggu depan. Kami evaluasi dulu,” kata bupati yang biasa disapa Ra Latif itu kemarin (13/6).

Baca Juga :  Bupati Pererat Silaturahmi dengan Masyakat dan Ulama

Setelah evaluasi selesai, baru pejabat tersebut ditempatkan sesuai dengan bidangnya. ”Jangan buru-buru, ini baru selesai halalbihalal. Tunggu saja minggu depan ini,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, jika aturannya memang tidak memperkenankan me-nonjob-kan pejabat, semestinya tidak boleh dilanggar. Apalagi, pejabat tersebut pernah menjadi kepala dinas.

”Sepengetahuan saya kalau sudah eselon II, itu hanya boleh dimutasi atau digeser,” katanya.

Politikus PDIP itu menyatakan, kalau memang benar itu di-nonjob-kan, pihaknya sangat kecewa. Tidak boleh pejabat sekelas kepala dinas tak diberikan jabatan apa pun. ”Kok bisa, semestinya eksekutif tahu aturannya,” ucap Farkurrahman bernada protes.

Dia berharap tidak ada ketentuan yang dilanggar pascamutasi beberapa waktu lalu. Sebab, pihaknya tidak ingin kesalahan pada tahun lalu terulang kembali. ”Bertindaklah sesuai peraturan perundang-undangan,” sarannya.

Baca Juga :  Menuju Tol Suramadu Makin Sering Macet

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/