alexametrics
21.2 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Terperosok Eskalator, Jari Kaki Balita Putus

 BANGKALAN – Suasana di Bangkalan Plaza (Banplaz) geger Sabtu malam (12/5). Terjadi gangguan pada eskalator sehingga pengunjung satu keluarga terperosok. Mirisnya, kaki salah seorang pengunjung yang terperos itu putus dan mendapat perawatan intensif di RSUD drSoetomo, Surabaya.

Zainal Abidin, 46, warga Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, mengunjungi Banplaz sekitar pukul 19.00. Dia bersama istrinya, yakni Adistin Diah Febrianti, 35, dan dua anaknya, yaitu Ummuh Farah Abidin, 8, dan Amelia Rahma Kumala Abidin yang berusia 3,5 tahun.

Begitur tiba di Banplaz, satu keluarga itu menuju lantai dua menggunakan eskalator. Kondisi eskalator mati sehingga mereka jalan kaki. Mereka kemudian belanja di lantai dua Banplaz.

Sekitar pukul 20.30, mereka turun ke lantai dasar menggunakan eskalator. Waktu itu eskalator aktif. Namun setengah perjalanan, eskalator tiba-tiba mati dan langsung aktif kembali. Saat akan sampai di lantai dasar, pijakan eskalator rusak sehingga satu keluarga itu terjepit.

Pada saat kejadian, Zainal Abidin bersama anak keduanya berada di posisi depan. Sementara istri dan anak pertamanya berada di belakang. Petugas sekuriti dibantu warga melakukan evakuasi. Zainal Abidin bersama keluarganya kemudian dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Baca Juga :  Laka Maut Tewaskan Sopir Minibus, 12 Penumpang Luka-Luka

Zainal Abidin selamat. Sedangkan Adistin Diah Febrianti dan Ummuh Farah Abidin mengalami luka robek di bagian kaki. Sementara Amelia Rahma Kumala Abidin mengalami luka cukup parah. Yakni, jari kaki terputus.

Minggu (13/5) pukul 00.15, Amelia Rahma Kumala Abidin dirujuk ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya, untuk mendapat perawatan medis lebih intensif.

Zainal mengatakan, istri dan anak pertamanya mengalami luka robek di bagian kaki sehingga harus dijahit. Sementara anak keduanya, telapak kaki depan bagian jempol dan satu jarinya terputus.

Dia menuturkan, sekitar pukul 17.00, anak keduanya menjalani operasi di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Dia berharap, operasi berjalan lancar.

Hingga Minggu (13/5), tutur Zainal, belum ada koordinasi dari pihak pengelola Banplaz terkait insiden tersebut. Dia berharap, pengelola Banplaz bertanggung jawab. Sebab, istri dan dua anaknya mendapat perawatan medis. ”Harapan kami, ada biaya ganti rugi dari pihak Banplaz,” ucapnya.

Baca Juga :  Fondasi Langgar Demangan Masih Utuh

Sekitar pukul 13.00 kemarin, Jawa Pos Radar Madura mendatangi Banplaz. Kondisi eskalator menuju lantai dua mati. Eskalator lantai dua menuju lantai tiga aktif. Sementara kondisi eskalator dari lantai tiga menuju lantai dua mati.

Kondisi eskalator lantai dua menuju lantai dasar mati. Seorang satpam di Banplaz membenarkan pada Sabtu malam terjadi musibah warga terperosok di eskalator. Sayangnya, dia tidak mau memberikan penjelasan.

Petugas satpam itu kemudian menunjukkan kantor manajemen atau pengelola Banplaz di lantai tiga. Saat didatangi, kantor tersebut tutup.

Busro, yang mengaku bertugas di bagian event Banplaz, mengaku tidak mengetahui musibah warga terperosok di eskalator. Sebab, saat kejadian dia tidak ada di lokasi. Waktu itu dia berada di Surabaya.

Ketika dimintai nomor telepon pimpinan pengelola Banplaz, dia menolak. ”Saya tidak berani memberikan nomor telepon pimpinan. Besok saja datang ke kantor,” katanya.

 BANGKALAN – Suasana di Bangkalan Plaza (Banplaz) geger Sabtu malam (12/5). Terjadi gangguan pada eskalator sehingga pengunjung satu keluarga terperosok. Mirisnya, kaki salah seorang pengunjung yang terperos itu putus dan mendapat perawatan intensif di RSUD drSoetomo, Surabaya.

Zainal Abidin, 46, warga Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, mengunjungi Banplaz sekitar pukul 19.00. Dia bersama istrinya, yakni Adistin Diah Febrianti, 35, dan dua anaknya, yaitu Ummuh Farah Abidin, 8, dan Amelia Rahma Kumala Abidin yang berusia 3,5 tahun.

Begitur tiba di Banplaz, satu keluarga itu menuju lantai dua menggunakan eskalator. Kondisi eskalator mati sehingga mereka jalan kaki. Mereka kemudian belanja di lantai dua Banplaz.


Sekitar pukul 20.30, mereka turun ke lantai dasar menggunakan eskalator. Waktu itu eskalator aktif. Namun setengah perjalanan, eskalator tiba-tiba mati dan langsung aktif kembali. Saat akan sampai di lantai dasar, pijakan eskalator rusak sehingga satu keluarga itu terjepit.

Pada saat kejadian, Zainal Abidin bersama anak keduanya berada di posisi depan. Sementara istri dan anak pertamanya berada di belakang. Petugas sekuriti dibantu warga melakukan evakuasi. Zainal Abidin bersama keluarganya kemudian dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Baca Juga :  Perut Pengendara Motor Terlindas Truk

Zainal Abidin selamat. Sedangkan Adistin Diah Febrianti dan Ummuh Farah Abidin mengalami luka robek di bagian kaki. Sementara Amelia Rahma Kumala Abidin mengalami luka cukup parah. Yakni, jari kaki terputus.

Minggu (13/5) pukul 00.15, Amelia Rahma Kumala Abidin dirujuk ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya, untuk mendapat perawatan medis lebih intensif.

Zainal mengatakan, istri dan anak pertamanya mengalami luka robek di bagian kaki sehingga harus dijahit. Sementara anak keduanya, telapak kaki depan bagian jempol dan satu jarinya terputus.

Dia menuturkan, sekitar pukul 17.00, anak keduanya menjalani operasi di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Dia berharap, operasi berjalan lancar.

Hingga Minggu (13/5), tutur Zainal, belum ada koordinasi dari pihak pengelola Banplaz terkait insiden tersebut. Dia berharap, pengelola Banplaz bertanggung jawab. Sebab, istri dan dua anaknya mendapat perawatan medis. ”Harapan kami, ada biaya ganti rugi dari pihak Banplaz,” ucapnya.

Baca Juga :  Laka Maut Tewaskan Sopir Minibus, 12 Penumpang Luka-Luka

Sekitar pukul 13.00 kemarin, Jawa Pos Radar Madura mendatangi Banplaz. Kondisi eskalator menuju lantai dua mati. Eskalator lantai dua menuju lantai tiga aktif. Sementara kondisi eskalator dari lantai tiga menuju lantai dua mati.

Kondisi eskalator lantai dua menuju lantai dasar mati. Seorang satpam di Banplaz membenarkan pada Sabtu malam terjadi musibah warga terperosok di eskalator. Sayangnya, dia tidak mau memberikan penjelasan.

Petugas satpam itu kemudian menunjukkan kantor manajemen atau pengelola Banplaz di lantai tiga. Saat didatangi, kantor tersebut tutup.

Busro, yang mengaku bertugas di bagian event Banplaz, mengaku tidak mengetahui musibah warga terperosok di eskalator. Sebab, saat kejadian dia tidak ada di lokasi. Waktu itu dia berada di Surabaya.

Ketika dimintai nomor telepon pimpinan pengelola Banplaz, dia menolak. ”Saya tidak berani memberikan nomor telepon pimpinan. Besok saja datang ke kantor,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/