alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Perkiraan BMKG, Hujan Lebat Berpotensi Sebabkan Banjir

BANGKALAN – Selama musim penghujan, masyarakat Bangkalan tidak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan. Sebab di musim penghujan rentan terjadi bencana alam yang datang tiba-tiba dan dapat membahayakan keselamatan warga.

Selama 2018, terdapat 23 kejadian bencana alam di Bangkalan. Bencana mengakibatkan puluhan rumah rusak (perinciannya lihat grafis).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Morris melalui Plt Kasi Kedaruratan dan Logistik Teguh Erwandono mengatakan, bencana alam yang paling menjadi atensi lembaganya di musim penghujan tahun ini yaitu puting beliung. Menurutnya, selama 2018 bencana angin ngamuk itu paling banyak terjadi dan dampak yang diakibatkan paling menonjol.

”Angin puting beliung terjadi biasanya saat cuaca cerah dan tiba-tiba datang mendung hitam. Itu hampir pasti ada badai puting beliung,” katanya kemarin (13/1).

Baca Juga :  Insentif Vaksinator Belasan Miliar Ngendon

Di Bangkalan setidaknya ada empat kecamatan yang paling rawan puting beliung. Yakni, Kecamatan Burneh, Kamal, Tanah Merah, dan Kota Bangkalan. ”Di kota biasanya wilayah Ring Road,” sebutnya.

Untuk bencana kebakaran di musim penghujan, biasanya dikarenakan korsleting arus listrik. Untuk itu, dia berharap masyarakat berhati-hati untuk mencegah terjadinya bencana alam yang bisa merugikan.

Sedangkan bencana banjir biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Blega dan Tanjungbumi. Sementara tanah longsor biasa terjadi di wilayah Kecamatan Geger. ”Untuk mencegah banjir, jangan buang sampah sembarangan,” imbau Teguh.

Guna mendeteksi gempa, pihaknya mengaku selalu menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut Teguh, BMKG memberitahukan tentang cuaca terkini.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Launching Aplikasi Sidaya Sehat

Dia menyampaikan, bulan ini BMKG memprediksi curah hujan dengan intentitas tinggi akan terjadi di beberapa kecamatan. ”Di bulan-bulan awal tahun ini yang diwaspadai memang banjir,” ujarnya.

Teguh berharap masyarakat waspada terhadap bencana alam. Dia meminta masyarakat tidak percaya dengan isu bencana yang biasa tersebar di media sosial. ”Jika ada perkiraan dari BMKG yang memang bahaya, kami langsung sebar pemberitahuan ke kecamatan-kecamatan,” tukasnya. (jup)

BANGKALAN – Selama musim penghujan, masyarakat Bangkalan tidak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan. Sebab di musim penghujan rentan terjadi bencana alam yang datang tiba-tiba dan dapat membahayakan keselamatan warga.

Selama 2018, terdapat 23 kejadian bencana alam di Bangkalan. Bencana mengakibatkan puluhan rumah rusak (perinciannya lihat grafis).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Morris melalui Plt Kasi Kedaruratan dan Logistik Teguh Erwandono mengatakan, bencana alam yang paling menjadi atensi lembaganya di musim penghujan tahun ini yaitu puting beliung. Menurutnya, selama 2018 bencana angin ngamuk itu paling banyak terjadi dan dampak yang diakibatkan paling menonjol.


”Angin puting beliung terjadi biasanya saat cuaca cerah dan tiba-tiba datang mendung hitam. Itu hampir pasti ada badai puting beliung,” katanya kemarin (13/1).

Baca Juga :  AKD Bangkalan Songsong Piala AKD Jatim

Di Bangkalan setidaknya ada empat kecamatan yang paling rawan puting beliung. Yakni, Kecamatan Burneh, Kamal, Tanah Merah, dan Kota Bangkalan. ”Di kota biasanya wilayah Ring Road,” sebutnya.

Untuk bencana kebakaran di musim penghujan, biasanya dikarenakan korsleting arus listrik. Untuk itu, dia berharap masyarakat berhati-hati untuk mencegah terjadinya bencana alam yang bisa merugikan.

Sedangkan bencana banjir biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Blega dan Tanjungbumi. Sementara tanah longsor biasa terjadi di wilayah Kecamatan Geger. ”Untuk mencegah banjir, jangan buang sampah sembarangan,” imbau Teguh.

Guna mendeteksi gempa, pihaknya mengaku selalu menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut Teguh, BMKG memberitahukan tentang cuaca terkini.

Baca Juga :  SMKS Kesehatan Yannas Husada Berprestasi      

Dia menyampaikan, bulan ini BMKG memprediksi curah hujan dengan intentitas tinggi akan terjadi di beberapa kecamatan. ”Di bulan-bulan awal tahun ini yang diwaspadai memang banjir,” ujarnya.

Teguh berharap masyarakat waspada terhadap bencana alam. Dia meminta masyarakat tidak percaya dengan isu bencana yang biasa tersebar di media sosial. ”Jika ada perkiraan dari BMKG yang memang bahaya, kami langsung sebar pemberitahuan ke kecamatan-kecamatan,” tukasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/