alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Menuju Tol Suramadu Makin Sering Macet

BANGKALAN – Banyak kendaraan roda empat terjebak macet di akses menuju tol Suramadu, Sabtu (13/1). Baik sisi Madura maupun Surabaya, arus lalu lintas sama-sama macet hingga lebih kurang sepanjang dua kilometer.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, tol Suramadu sebenarnya sudah menerapkan pembayaran nontunai yaitu dengan memakai kartu electronic toll (e-toll). Namun, hingga kemarin masih ada pintu tol yang melayani pembayaran tunai.

Kemacetan dipicu oleh pengendara mobil yang tidak memiliki kartu e-toll tapi masuk ke jalur nontunai. Akibatnya, pengendara tersebut terjebak di dekat palang pintu tol. Kendaraan itu tidak bisa maju karena palang pintu tol tak bisa dibuka. Untuk mundur juga tidak bisa karena kendaraan di belakang cukup rapat.

Baca Juga :  Pemeliharaan Suramadu Ditanggung APBN

Yang bisa dilakukan, pengendara mobil yang terjebak itu meminjam kartu e-toll kepada pengendara di belakangnya. Proses meminjam kartu e-toll tersebut memakan waktu cukup lama sehingga memperparah kemacetan.

Desi Ravita Sari, 20, warga Jalan Claster Mahabrata, Perumahan Khayangan, Kota Bangkalan, mengatakan, sejak diberlakukan pembayaran nontunai, akses menuju tol Suramadu malah sering macet. Terutama pada hari libur atau weekend.

Sebab, pada hari libur banyak kendaraan yang hendak melintas di Jembatan Suramadu. Dia mengaku antrean lama untuk sampai di gerbang tol Suramadu. ”Hari ini (kemarin, Red) macet sangat panjang,” keluhnya.

Dia meminta ada solusi dari pengelola tol Suramadu untuk mengatasi pemicu kemacetan. Yaitu pengendara yang tidak memiliki kartu e-toll tapi masuk ke jalur pembayaran yang mengharuskan pakai kartu e-toll atau nontunai. ”Masalah ini jangan dibiarkan,” sarannya.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Parpol Dukung Syaikhona Muhammad Kholil

Sayangnya, Kepala Gerbang Tol Suramadu Mujiono tidak bisa dimintai penjelasan kemarin. Dihubungi berkali-kali ke nomor selulernya, dia tidak merespons. Sebelumnya, Mujiono mengatakan, kemacetan bukan dipicu penerapan pembayaran e-toll. Namun karena meningkatnya volume kendaraan.

- Advertisement -

BANGKALAN – Banyak kendaraan roda empat terjebak macet di akses menuju tol Suramadu, Sabtu (13/1). Baik sisi Madura maupun Surabaya, arus lalu lintas sama-sama macet hingga lebih kurang sepanjang dua kilometer.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, tol Suramadu sebenarnya sudah menerapkan pembayaran nontunai yaitu dengan memakai kartu electronic toll (e-toll). Namun, hingga kemarin masih ada pintu tol yang melayani pembayaran tunai.

Kemacetan dipicu oleh pengendara mobil yang tidak memiliki kartu e-toll tapi masuk ke jalur nontunai. Akibatnya, pengendara tersebut terjebak di dekat palang pintu tol. Kendaraan itu tidak bisa maju karena palang pintu tol tak bisa dibuka. Untuk mundur juga tidak bisa karena kendaraan di belakang cukup rapat.

Baca Juga :  Aset ASDP Tak Terawat

Yang bisa dilakukan, pengendara mobil yang terjebak itu meminjam kartu e-toll kepada pengendara di belakangnya. Proses meminjam kartu e-toll tersebut memakan waktu cukup lama sehingga memperparah kemacetan.

Desi Ravita Sari, 20, warga Jalan Claster Mahabrata, Perumahan Khayangan, Kota Bangkalan, mengatakan, sejak diberlakukan pembayaran nontunai, akses menuju tol Suramadu malah sering macet. Terutama pada hari libur atau weekend.

Sebab, pada hari libur banyak kendaraan yang hendak melintas di Jembatan Suramadu. Dia mengaku antrean lama untuk sampai di gerbang tol Suramadu. ”Hari ini (kemarin, Red) macet sangat panjang,” keluhnya.

Dia meminta ada solusi dari pengelola tol Suramadu untuk mengatasi pemicu kemacetan. Yaitu pengendara yang tidak memiliki kartu e-toll tapi masuk ke jalur pembayaran yang mengharuskan pakai kartu e-toll atau nontunai. ”Masalah ini jangan dibiarkan,” sarannya.

Baca Juga :  Kapolres Bersama Tokoh Sosialisasi Keliling

Sayangnya, Kepala Gerbang Tol Suramadu Mujiono tidak bisa dimintai penjelasan kemarin. Dihubungi berkali-kali ke nomor selulernya, dia tidak merespons. Sebelumnya, Mujiono mengatakan, kemacetan bukan dipicu penerapan pembayaran e-toll. Namun karena meningkatnya volume kendaraan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/