alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Tak Sampai Setahun, Belasan TKI Meninggal

BANGKALAN – Kasus meninggalnya tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan terus saja terjadi. Tahun ini, sejak Januari sampai pertengahan November, belasan TKI asal Kota Salak meninggal di luar negeri karena berbagai faktor.

Plt Kabid Pelatihan Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan Tarso menjelaskan, sejak Januari hingga Oktober, tujuh TKI yang bekerja di Malaysia meninggal. Angka meninggalnya TKI bertambah akibat kebakaran di negeri jiran Selasa (7/11).

Kebakaran di Kampung Sungai Gelugur, Taman Petani Jaya, Kedah, Malaysia, itu menewaskan enam TKI asal Bangkalan. Dengan demikian, dalam kurun waktu tidak sampai setahun, sebanyak 13 TKI asal Bangkalan meninggal di Malaysia. ”Ada yang karena musibah alam, yang terakhir karena kebakaran,” katanya kemarin (12/11).

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Bantu Ringankan Beban PKL dan Warga Tak Mampu

Dia berharap, warga yang ingin menjadi TKI sadar akan pentingnya administrasi ketenagakerjaan. Hal itu bertujuan agar kejadian TKI tidak resmi yang meninggal akibat kebakaran di Malaysia tidak terulang. Yaitu, jenazah tak bisa dipulangkan ke Bangkalan.

”Jangan sampai terjadi lagi. Kita harus saling mengingatkan pentingnya menjadi TKI resmi. Ketika ada masalah di luar negeri, tidak terlalu repot,” ucapnya.

Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi mengatakan, banyaknya TKI meninggal di luar negeri harus menjadi evaluasi pemerintah. Dia meminta disperinaker meningkatkan kinerja untuk mencegah TKI ilegal. Salah satunya dengan memperbanyak lapangan pekerjaan di Bangkalan.

”Pemerintah perlu konsentrasi menyediakan lapangan pekerjaan yang layak. Kalau di daerah sendiri ada pekerjaan yang layak, saya yakin warga tidak akan memaksakan diri bekerja menjadi TKI,” ujarnya.

Baca Juga :  Peziarah Ikuti Ketentuan Pemerintah

Politikus Partai Gerindra itu menyampaikan, kebakaran di Malaysia yang menewaskan enam TKI asal Bangkalan harus menjadi pelajaran. ”Kejadian itu bisa menjadi bahan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kepemilikan dokumen ketenagakerjaan,” ucapnya.

Imron menambahkan, pemerintah tidak boleh lepas tangan terhadap musibah yang menimpa keenam TKI. Setidaknya, pemerintah mengupayakan agar jenazah bisa dipulangkan ke Bangkalan. ”Menguburkan jenazah di kampung halaman itu penting. Pihak keluarga pasti sangat berharap itu,” tukasnya.

BANGKALAN – Kasus meninggalnya tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan terus saja terjadi. Tahun ini, sejak Januari sampai pertengahan November, belasan TKI asal Kota Salak meninggal di luar negeri karena berbagai faktor.

Plt Kabid Pelatihan Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan Tarso menjelaskan, sejak Januari hingga Oktober, tujuh TKI yang bekerja di Malaysia meninggal. Angka meninggalnya TKI bertambah akibat kebakaran di negeri jiran Selasa (7/11).

Kebakaran di Kampung Sungai Gelugur, Taman Petani Jaya, Kedah, Malaysia, itu menewaskan enam TKI asal Bangkalan. Dengan demikian, dalam kurun waktu tidak sampai setahun, sebanyak 13 TKI asal Bangkalan meninggal di Malaysia. ”Ada yang karena musibah alam, yang terakhir karena kebakaran,” katanya kemarin (12/11).

Baca Juga :  Pemerintah Ringankan Tagihan Listrik

Dia berharap, warga yang ingin menjadi TKI sadar akan pentingnya administrasi ketenagakerjaan. Hal itu bertujuan agar kejadian TKI tidak resmi yang meninggal akibat kebakaran di Malaysia tidak terulang. Yaitu, jenazah tak bisa dipulangkan ke Bangkalan.

”Jangan sampai terjadi lagi. Kita harus saling mengingatkan pentingnya menjadi TKI resmi. Ketika ada masalah di luar negeri, tidak terlalu repot,” ucapnya.

Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi mengatakan, banyaknya TKI meninggal di luar negeri harus menjadi evaluasi pemerintah. Dia meminta disperinaker meningkatkan kinerja untuk mencegah TKI ilegal. Salah satunya dengan memperbanyak lapangan pekerjaan di Bangkalan.

”Pemerintah perlu konsentrasi menyediakan lapangan pekerjaan yang layak. Kalau di daerah sendiri ada pekerjaan yang layak, saya yakin warga tidak akan memaksakan diri bekerja menjadi TKI,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat PSK Terjaring Razia

Politikus Partai Gerindra itu menyampaikan, kebakaran di Malaysia yang menewaskan enam TKI asal Bangkalan harus menjadi pelajaran. ”Kejadian itu bisa menjadi bahan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kepemilikan dokumen ketenagakerjaan,” ucapnya.

Imron menambahkan, pemerintah tidak boleh lepas tangan terhadap musibah yang menimpa keenam TKI. Setidaknya, pemerintah mengupayakan agar jenazah bisa dipulangkan ke Bangkalan. ”Menguburkan jenazah di kampung halaman itu penting. Pihak keluarga pasti sangat berharap itu,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/