alexametrics
20.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Siswa Baru Tidak Harus Beli Seragam Sekolah

BANGKALAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) biasa diikuti dengan pembelian seragam anyar. Pihak sekolah menangkap peluang itu dengan menyediakan kebutuhan siswa melalui koperasi. Namun, siswa dan wali murid juga bisa membeli kebutuhan itu di luar.

Demikian ditegaskan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur Wilayah Bangkalan Mariyono Rabu (12/7). Sekolah tidak boleh menekan apalagi memaksa siswa untuk membeli seragam kepada koperasi sekolah. Jika ada sekolah yang memaksa hendaknya dilaporkan. Pihaknya akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

”Yang baik itu dikomunikasikan dulu dengan wali murid dan komite sekolah. Jadi tidak ada kesalahpahaman. Kalau ada yang memaksa, catat,” tegasnya.

Terkait nominal pembelian yang mencapai jutaan, baginya tidak masalah selama bisa dipertanggungjawabkan. Peruntukan uang dari siswa tersebut sudah dijelaskan sebelumnya. ”Setiap sekolah tentu beda,” tuturnya.

Sementara itu, hasil pelaksanaan PPDB online masih menyisakan pilu. Sejumlah SMA/SMK negeri di Bangkalan masih kekurangan siswa. Padahal pemerintah telah memberikan kebijakan PPDB daring gelombang dua 10–11 Juli. Sebelumnya, pendaftaran dibuka dari tanggal 3–6 Juli.

Baca Juga :  Proyek Senilai Rp 655 Juta Belum Tergarap

Pendaftaran kembali ditutup Selasa malam (11/7). Hasilnya, tidak ada peningkatan pendaftar. Mariyono mengaku akan melaporkan kondisi kurangnya siswa di sejumlah sekolah di Bangkalan. ”Kami akan mengirimkan surat ke kepala dinas,” jelasnya.

Penyediaan seragam oleh koperasi sekolah dirasakan oleh Lilis. Wali murid dari Tri Pamungkas, siswa baru SMPN 1 Bangkalan, ini mengaku mengeluarkan uang Rp 1.055.000 untuk seragam lengkap. Dia mengaku cukup terbantu. ”Sudah sama bet (badge, Red) sekolah. Segala macam sudah ada,” ucapnya.

Kepala SMAN 1 Bangkalan Syukur menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak memberatkan siswa agar membeli seragam ke koperasi sekolah. Peserta didik baru memiliki kebebasan untuk membeli seragam sekolah dimana saja. Sementara badge dan beberapa atribut lain memang hanya ada pada koperasi sekolah. ”Kami hanya sebatas menyediakan,” ujar pria yang juga ketua MKKS SMA di Bangkalan ini.

Baca Juga :  Pengentasan Buta Aksara Butuh Peran Pemerintah

Sebelumnya dia menjelaskan, untuk seragam dan atribut lengkap bagi siswa laki-laki Rp 1.055.000 dan Rp 1,2 juta untuk perempuan. Terdapat selisih harga karena ada tambahan kerudung dan beberapa atribut lain.

Kepala SMKN 1 Kamal Cone Kustarto Arifin juga menyatakan, pihaknya menyediakan seragam siswa melalui koperasi sekolah. Dia memperkirakan angkanya tidak mencapai jutaan. ”Sepertinya tidak sampai sejuta,” ungkapnya.

Mengenai perkembangan hasil PPDB online gelombang dua, Cone mengaku belum menutupi pagu. Hingga ditutup, tidak banyak calon peserta didik yang mendaftar ke sekolahnya. ”Belum tahu langkah selanjutnya karena yang menentukan sekarang itu sistem,” tuturnya.

Data terbaru di laman PPDB online gelombang dua hingga pendaftaran ditutup, kekosongan kursi pada sejumlah sekolah di Bangkalan mencapai 1.320. Perinciannya, SMK negeri kurang 949 siswa dan 371 kekosongan kursi pada SMA negeri. Calon peserta didik yang mendaftar hanya 52 orang untuk SMK dan 34 pendaftar SMA. (bad/luq)

 

- Advertisement -

BANGKALAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) biasa diikuti dengan pembelian seragam anyar. Pihak sekolah menangkap peluang itu dengan menyediakan kebutuhan siswa melalui koperasi. Namun, siswa dan wali murid juga bisa membeli kebutuhan itu di luar.

Demikian ditegaskan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur Wilayah Bangkalan Mariyono Rabu (12/7). Sekolah tidak boleh menekan apalagi memaksa siswa untuk membeli seragam kepada koperasi sekolah. Jika ada sekolah yang memaksa hendaknya dilaporkan. Pihaknya akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

”Yang baik itu dikomunikasikan dulu dengan wali murid dan komite sekolah. Jadi tidak ada kesalahpahaman. Kalau ada yang memaksa, catat,” tegasnya.


Terkait nominal pembelian yang mencapai jutaan, baginya tidak masalah selama bisa dipertanggungjawabkan. Peruntukan uang dari siswa tersebut sudah dijelaskan sebelumnya. ”Setiap sekolah tentu beda,” tuturnya.

Sementara itu, hasil pelaksanaan PPDB online masih menyisakan pilu. Sejumlah SMA/SMK negeri di Bangkalan masih kekurangan siswa. Padahal pemerintah telah memberikan kebijakan PPDB daring gelombang dua 10–11 Juli. Sebelumnya, pendaftaran dibuka dari tanggal 3–6 Juli.

Baca Juga :  Ingat, PPDB Online Hanya Tiga Hari

Pendaftaran kembali ditutup Selasa malam (11/7). Hasilnya, tidak ada peningkatan pendaftar. Mariyono mengaku akan melaporkan kondisi kurangnya siswa di sejumlah sekolah di Bangkalan. ”Kami akan mengirimkan surat ke kepala dinas,” jelasnya.

Penyediaan seragam oleh koperasi sekolah dirasakan oleh Lilis. Wali murid dari Tri Pamungkas, siswa baru SMPN 1 Bangkalan, ini mengaku mengeluarkan uang Rp 1.055.000 untuk seragam lengkap. Dia mengaku cukup terbantu. ”Sudah sama bet (badge, Red) sekolah. Segala macam sudah ada,” ucapnya.

Kepala SMAN 1 Bangkalan Syukur menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak memberatkan siswa agar membeli seragam ke koperasi sekolah. Peserta didik baru memiliki kebebasan untuk membeli seragam sekolah dimana saja. Sementara badge dan beberapa atribut lain memang hanya ada pada koperasi sekolah. ”Kami hanya sebatas menyediakan,” ujar pria yang juga ketua MKKS SMA di Bangkalan ini.

Baca Juga :  Cuaca Tak Bersahabat, Pendapatan Nelayan Susut

Sebelumnya dia menjelaskan, untuk seragam dan atribut lengkap bagi siswa laki-laki Rp 1.055.000 dan Rp 1,2 juta untuk perempuan. Terdapat selisih harga karena ada tambahan kerudung dan beberapa atribut lain.

Kepala SMKN 1 Kamal Cone Kustarto Arifin juga menyatakan, pihaknya menyediakan seragam siswa melalui koperasi sekolah. Dia memperkirakan angkanya tidak mencapai jutaan. ”Sepertinya tidak sampai sejuta,” ungkapnya.

Mengenai perkembangan hasil PPDB online gelombang dua, Cone mengaku belum menutupi pagu. Hingga ditutup, tidak banyak calon peserta didik yang mendaftar ke sekolahnya. ”Belum tahu langkah selanjutnya karena yang menentukan sekarang itu sistem,” tuturnya.

Data terbaru di laman PPDB online gelombang dua hingga pendaftaran ditutup, kekosongan kursi pada sejumlah sekolah di Bangkalan mencapai 1.320. Perinciannya, SMK negeri kurang 949 siswa dan 371 kekosongan kursi pada SMA negeri. Calon peserta didik yang mendaftar hanya 52 orang untuk SMK dan 34 pendaftar SMA. (bad/luq)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/