alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Jaksa Tuntut  Terdakwa Proyek Paseban 1,5 Tahun  Plus Rp 100 Juta

BANGKALAN – Proses hukum dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan Taman Paseban berlanjut. Terbaru, kasus tersebut masuk pada sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (11/7). Tiga terdakwa masing-masing dituntut 1,5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Mereka adalah H Humaidi selaku pelaksana proyek dan Karsono yang merupakan pemborong. Kemudian, Panca Setiadi yang bertindak sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK). Jaksa penuntut umum (JPU) menjerat mereka dengan pasal 3 UU 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang diubah UU 20/2001. Selain pidana penjara, mereka juga didenda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan.

Sementara, sidang untuk terdakwa Hari Adji sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) masih dalam tahap mendengarkan keterangan saksi. Jaksa telah menghadirkan beberapa saksi terhadap kasus pria yang pada saat itu menjabat sebagai Kabid Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan dan Pengelolaan Limbah (P2KL dan PI)  BLH Bangkalan.

Saksi yang telah dihadirkan di antaranya, pengguna anggaran (PA) Muhammad Saad As’jari yang pada saat itu menjabat sebagai kepala BLH Bangkalan. Kini, Saad menjabat sebagai kepala dinas pemuda dan olahraga (dispora). Saksi lain berasal dari badan pengelola keuangan dan aset daerah (BPKAD) dan inspektorat. Senin pekan depan (17/7), jaksa akan menghadirkan saksi ahli.

Baca Juga :  Rehab Gedung Disdik Minim Progres

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto Arifin mengungkapkan, agenda sidang selanjutnya penyampaian pembelaan (pleidoi) dari Panca Setiadi, H Humaidi, dan Karsono. ”Ketiga terdakwa sama-sama dituntut 1,5 tahun. Mereka juga harus membayar denda Rp 100 juta,” terangnya Rabu (12/7).

Sementara itu, Fajar Harianto selaku penasihat hukum tiga terdakwa menyatakan, pihaknya akan melakukan pembelaan dalam sidang pekan depan. Pihaknya sudah mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibacakan. Di antaranya, materi dari fakta persidangan dan materi yang dikumpulkan dari lapangan. ”Kita akan melakukan pembelaan,” ucapnya.

Terpisah, Arif Sulaiman selaku penasihat hukum dari terdakwa Hari Adji membenarkan, pekan depan diagendakan jaksa akan menghadirkan saksi ahli. Pihaknya juga tidak tinggal diam. ”Kami akan menghadirkan saksi,” ucapnya.

Baca Juga :  Kerjakan Proyek sebelum Penetapan APBDes

Sebagaimana diketahui, anggaran pembangunan Taman Paseban pada 2015 sebesar Rp 5,9 miliar. Berdasar laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK), ditemukan indikasi korupsi Rp 525 juta. Berbekal LHP BPK itu kejari melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan empat tersangka.

Korps Adhyaksa menahan Hari Adji ke rutan Senin (23/1). Sebelum ditahan, dia diperiksa selama empat jam sejak pukul 10.30. Dia dicecar lima belas pertanyaan sebagai tersangka. Hari Adji ditetapkan tersangka pada Jumat (13/1). Namun, dalam jadwal pemeriksaan itu dia tidak hadir.

Hendra mengatakan, penetapan tersangka dan penahanan Hari Adji merupakan pengembangan kasus korupsi Taman Paseban. Kasus itu telah menyeret Kabid Pertamanan dan Pemakaman BLH Bangkalan Panca Setiadi. Kemudian, pelaksana proyek H Humaidi dan pemborong Karsono.

Dalam proyek tersebut, Hari Adji mempunyai peran sebagai KPA. Dengan demikian, untuk mengerjakan proyek itu dibutuhkan tanda tangannya. 

 

- Advertisement -

BANGKALAN – Proses hukum dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan Taman Paseban berlanjut. Terbaru, kasus tersebut masuk pada sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (11/7). Tiga terdakwa masing-masing dituntut 1,5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Mereka adalah H Humaidi selaku pelaksana proyek dan Karsono yang merupakan pemborong. Kemudian, Panca Setiadi yang bertindak sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK). Jaksa penuntut umum (JPU) menjerat mereka dengan pasal 3 UU 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang diubah UU 20/2001. Selain pidana penjara, mereka juga didenda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan.

Sementara, sidang untuk terdakwa Hari Adji sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) masih dalam tahap mendengarkan keterangan saksi. Jaksa telah menghadirkan beberapa saksi terhadap kasus pria yang pada saat itu menjabat sebagai Kabid Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan dan Pengelolaan Limbah (P2KL dan PI)  BLH Bangkalan.


Saksi yang telah dihadirkan di antaranya, pengguna anggaran (PA) Muhammad Saad As’jari yang pada saat itu menjabat sebagai kepala BLH Bangkalan. Kini, Saad menjabat sebagai kepala dinas pemuda dan olahraga (dispora). Saksi lain berasal dari badan pengelola keuangan dan aset daerah (BPKAD) dan inspektorat. Senin pekan depan (17/7), jaksa akan menghadirkan saksi ahli.

Baca Juga :  Masih Bagus, Gedung DPRD Dibongkar

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto Arifin mengungkapkan, agenda sidang selanjutnya penyampaian pembelaan (pleidoi) dari Panca Setiadi, H Humaidi, dan Karsono. ”Ketiga terdakwa sama-sama dituntut 1,5 tahun. Mereka juga harus membayar denda Rp 100 juta,” terangnya Rabu (12/7).

Sementara itu, Fajar Harianto selaku penasihat hukum tiga terdakwa menyatakan, pihaknya akan melakukan pembelaan dalam sidang pekan depan. Pihaknya sudah mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibacakan. Di antaranya, materi dari fakta persidangan dan materi yang dikumpulkan dari lapangan. ”Kita akan melakukan pembelaan,” ucapnya.

Terpisah, Arif Sulaiman selaku penasihat hukum dari terdakwa Hari Adji membenarkan, pekan depan diagendakan jaksa akan menghadirkan saksi ahli. Pihaknya juga tidak tinggal diam. ”Kami akan menghadirkan saksi,” ucapnya.

Baca Juga :  Puluhan Sekolah Belum Mandiri

Sebagaimana diketahui, anggaran pembangunan Taman Paseban pada 2015 sebesar Rp 5,9 miliar. Berdasar laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK), ditemukan indikasi korupsi Rp 525 juta. Berbekal LHP BPK itu kejari melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan empat tersangka.

Korps Adhyaksa menahan Hari Adji ke rutan Senin (23/1). Sebelum ditahan, dia diperiksa selama empat jam sejak pukul 10.30. Dia dicecar lima belas pertanyaan sebagai tersangka. Hari Adji ditetapkan tersangka pada Jumat (13/1). Namun, dalam jadwal pemeriksaan itu dia tidak hadir.

Hendra mengatakan, penetapan tersangka dan penahanan Hari Adji merupakan pengembangan kasus korupsi Taman Paseban. Kasus itu telah menyeret Kabid Pertamanan dan Pemakaman BLH Bangkalan Panca Setiadi. Kemudian, pelaksana proyek H Humaidi dan pemborong Karsono.

Dalam proyek tersebut, Hari Adji mempunyai peran sebagai KPA. Dengan demikian, untuk mengerjakan proyek itu dibutuhkan tanda tangannya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/