alexametrics
19.6 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Panglima TNI: Jangan Sampai Rumah Sakit Jadi Episentrum

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat Bangkalan yang terpapar Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) sangat banyak. Hal itu potensi penularan diprediksi masih akan terjadi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, setelah mendengar infromasi dari Bupati Abdul Latif Amin Imron, pemicu tingginya positif dan meninggal dunia disebabkan oleh dua hal. Yakni, banyaknya OTG dan minimnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Keberadaan OTG harus direspons serius agar penularan bisa diminimalkan. Yakni, dengan mengidentifikasi masyarakat yang terpapar dengan tanpa gejala. Caranya, memperbanyak tracing kepada orang-orang yang pernah kontak langsung dengan mereka yang terpapar. Selain itu, diintesifkan rapid antigen di tempat-tempat umum. ”Segera lakukan suatu tindakan,” tegasnya di Bangkalan kemarin (12/6).

Menurut perwira tinggi kelahiran Malang itu, tingginya kasus Covid-19 tercermin dalam kegiatan rapid antigen bagi masyarakat yang hendak ke Surabaya. Dari 366 yang di-rapid antigen, 174 orang positif.

Hadi meminta Satgas Covid-19 Bangkalan mengintensifkan kegiatan penyadaran masyarakat tentang pencegahan korona. Yakni, penerapan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi. ”Ajak tokoh karismatik, tokoh agama, dan tomas di Bangkalan untuk mengampanyekan bagaimana menghindari Covid-19,” pintanya.

Baca Juga :  Perangkat Daerah Wajib Tes Urine

Kesadaran masyarakat Bangkalan dalam penerapan prokes sangat rendah. Tingkat kepatuhan penggunaan masker hanya 49,28 persen dari total populasi lebih dari 1 juta jiwa. Kemudian, kepatuhan untuk menjaga jarak hanya 61,72 persen.

Pemerintah perlu menggunakan cara-cara yang elegan untuk mendorong masyarakat sadar prokes. Yaitu, mengedepankan kearifan lokal masyarakat Pulau Garam, utamanya Bangkalan. Pihaknya juga menginstruksikan agar babinsa dan bhabinkamtibmas di semua kecamatan ambil bagian dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat.

Pria kelahiran 1963 itu juga meminta Satgas Covid-19 Bangkalan untuk mengoptimalkan fungsi posko pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro  di tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya, menginstruksikan satgas Covid-19 di tingkat desa agar melakukan pelacakan warga yang pernah kontak langsung dengan pasien korona.

Pihaknya juga menekankan penambahan tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit rujukan. Satgas Covid-19 harus memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Syamrabu. ”Jangan sampai rumah sakit menjadi episentrum persebaran virus,” ujarnya.

Hadi juga meminta agar sarana dan prasarana di rumah sakit harus memenuhi standar. Seperti pemasangan filter udara HEPA (high efficiency particulate air) yang harus terpasang di ruang intensive care unit (ICU). ”Juga harus ada pembatasan besuk pasien,” imbuhnya.

Baca Juga :  Berikan Ratusan Sembako dan Ribuan Masker

Mantan kepala staf TNI angkatan udara itu juga mendorong satgas Covid-19 mempercepat vaksinasi agar terbentuk herd immunity masyarakat. Dengan demikian, peluang tertularnya dari orang yang terpapar bisa berkurang.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, penyadaran penerapan prokes kepada masyarakat sudah dilakukan. Utamanya tentang penggunaan masker. Pihaknya berjanji akan terus mengampanyekan gerakan 5M. Pemkab juga akan menambah intensitas operasi yustitusi.

”Mohon masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker. Karena masker benteng atau bumper utama agar tidak terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Pihaknya akan meminimalkan kerumunan untuk mendorong masyarakat disiplin menjaga jarak. Salah satunya meminta masyarakat menunda hajatan. ”Teknisnya kami akan menyampaikan secara door to door atau melalui tokoh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo mengakui kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi sangat rendah. Dia mengklaim capaian vaksinasi sampai saat ini baru 63 persen dari total vaksin yang didistribusikan ke Bangkalan. ”Kalau dari jumlah capaian masih jauh,” ujanyar. (jup)

 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat Bangkalan yang terpapar Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) sangat banyak. Hal itu potensi penularan diprediksi masih akan terjadi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, setelah mendengar infromasi dari Bupati Abdul Latif Amin Imron, pemicu tingginya positif dan meninggal dunia disebabkan oleh dua hal. Yakni, banyaknya OTG dan minimnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Keberadaan OTG harus direspons serius agar penularan bisa diminimalkan. Yakni, dengan mengidentifikasi masyarakat yang terpapar dengan tanpa gejala. Caranya, memperbanyak tracing kepada orang-orang yang pernah kontak langsung dengan mereka yang terpapar. Selain itu, diintesifkan rapid antigen di tempat-tempat umum. ”Segera lakukan suatu tindakan,” tegasnya di Bangkalan kemarin (12/6).


Menurut perwira tinggi kelahiran Malang itu, tingginya kasus Covid-19 tercermin dalam kegiatan rapid antigen bagi masyarakat yang hendak ke Surabaya. Dari 366 yang di-rapid antigen, 174 orang positif.

Hadi meminta Satgas Covid-19 Bangkalan mengintensifkan kegiatan penyadaran masyarakat tentang pencegahan korona. Yakni, penerapan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi. ”Ajak tokoh karismatik, tokoh agama, dan tomas di Bangkalan untuk mengampanyekan bagaimana menghindari Covid-19,” pintanya.

Baca Juga :  Lima Komunitas Motor Bangkalan Senam Bareng Sebelum Donor Darah

Kesadaran masyarakat Bangkalan dalam penerapan prokes sangat rendah. Tingkat kepatuhan penggunaan masker hanya 49,28 persen dari total populasi lebih dari 1 juta jiwa. Kemudian, kepatuhan untuk menjaga jarak hanya 61,72 persen.

Pemerintah perlu menggunakan cara-cara yang elegan untuk mendorong masyarakat sadar prokes. Yaitu, mengedepankan kearifan lokal masyarakat Pulau Garam, utamanya Bangkalan. Pihaknya juga menginstruksikan agar babinsa dan bhabinkamtibmas di semua kecamatan ambil bagian dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat.

Pria kelahiran 1963 itu juga meminta Satgas Covid-19 Bangkalan untuk mengoptimalkan fungsi posko pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro  di tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya, menginstruksikan satgas Covid-19 di tingkat desa agar melakukan pelacakan warga yang pernah kontak langsung dengan pasien korona.

Pihaknya juga menekankan penambahan tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit rujukan. Satgas Covid-19 harus memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Syamrabu. ”Jangan sampai rumah sakit menjadi episentrum persebaran virus,” ujarnya.

Hadi juga meminta agar sarana dan prasarana di rumah sakit harus memenuhi standar. Seperti pemasangan filter udara HEPA (high efficiency particulate air) yang harus terpasang di ruang intensive care unit (ICU). ”Juga harus ada pembatasan besuk pasien,” imbuhnya.

Baca Juga :  Perangkat Daerah Wajib Tes Urine

Mantan kepala staf TNI angkatan udara itu juga mendorong satgas Covid-19 mempercepat vaksinasi agar terbentuk herd immunity masyarakat. Dengan demikian, peluang tertularnya dari orang yang terpapar bisa berkurang.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, penyadaran penerapan prokes kepada masyarakat sudah dilakukan. Utamanya tentang penggunaan masker. Pihaknya berjanji akan terus mengampanyekan gerakan 5M. Pemkab juga akan menambah intensitas operasi yustitusi.

”Mohon masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker. Karena masker benteng atau bumper utama agar tidak terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Pihaknya akan meminimalkan kerumunan untuk mendorong masyarakat disiplin menjaga jarak. Salah satunya meminta masyarakat menunda hajatan. ”Teknisnya kami akan menyampaikan secara door to door atau melalui tokoh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo mengakui kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi sangat rendah. Dia mengklaim capaian vaksinasi sampai saat ini baru 63 persen dari total vaksin yang didistribusikan ke Bangkalan. ”Kalau dari jumlah capaian masih jauh,” ujanyar. (jup)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/