alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Dukung Petani Ciptakan Bibit Unggul, Temui Penyuluh dan Ketua Poktan

BANGKALAN – Anggota Komisi IV DPR RI Yus Sudarso konsisten menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan. Kali ini sasarannya  kepada penyuluh dan ketua kelompok tani (Poktan) di tiga kecamatan Selasa (12/2). 

Acara dimaksud untuk mendorong petani menciptakan bibit padi varietas unggul. Adapun acara digelar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tragah, Kecamatan Bangkalan dan Kecamatan Kamal. Sedangkan peserta sebanyak 150 orang terbagi menjadi tiga titik. 

Dalam kesempatan tersebut, Yus memaparkan bahwa MPR merupakan lembaga permusyawaratan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara. Berdasarkan ketentuan pasal 5 UU No 17/2014, seluruh lembaga permusyawaratan rakyat memiliki peran untuk memasyarakatkan ketetapan MPR, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Dalam pelaksanaan sosialisai empat pilar ini, kami juga harus menyerap aspirasi masyarakat, sebab kesejahteraan masyarakat menjadi poin penting berdirinya NKRI,” jelasnya. 

Baca Juga :  Yus Sudarso Sosialisasi Empat Pilar ke Penyuluh dan Mantri Tani

Berkaitan dengan tugas pokok fungsi (tupoksi)-nya sebagai anggota komisi IV DPR RI, Yus menyasar para kelompok tani untuk pelaksanaan sosialisasi. Sebab, Yus ingin petani di Madura menjadi petani yang mampu bersaing dengan petani lainnya di indonesia. 

“Kita harus menjadi petani moderen, yang mampu bersaing dengan dunia luar. Baik dari segi pengelolaan hingga pemasaran,” tuturnya.

Hal ini disambut positif oleh seluruh peserta yang hadir. Seluruh aspirasi yang disampaikan oleh para penyuluh maupun ketua poktan langsung ditanggapi oleh Yus. 

Dari berbagai aspirasi yang disampaikan, Yus tertarik untuk segera menciptakan bibit padi varietas unggul. Menurutnya, pengadaan bibit tersebut dapat membantu kesejahteraan petani dalam segi ekonomi. Jika itu terlaksana, bibit dapat bersaing di pasar nasional.

“Potensi sudah ada, seluruh petani sangat antusias untuk pengadaan bibit tersebut. Tunggu apalagi, kita harus dorong hal itu supaya petani semakin termotivasi,” paparnya dengan semangat. 

Baca Juga :  Yus Sudarso Resmi Jadi Anggota DPR RI

Selain menciptakan bibit unggul, Yus meminta masyarakat tani untuk membuat obat hama atau pestisida. Sebab, pestisida yang tersedia selama ini cukup memberatkan petani. 

Dana pembuatan pestisida tersebut bersumber dari kantong pribadi Yus. Menurutnya, ia tidak bisa lagi menunda pengadaan pestisida karena ia tidak ingin ada petani yang gagal panen akibat serangan hama.

“Sekarang sudah musim tanam, jika tidak langsung dilakukan sekarang maka petani akan gagal panen karena serangan hama, masyarakat tidak boleh mengalami itu,” jelasnya.

Selain pengadaan bibit dan pestisida, Yus menampung berbagai masalah pertanian lainnya. Ia akan membawa seluruh aspirasi tersebut ke rapat kerja di pusat nanti.

“Seluruh keluhan saya bawa dalam rapat kerja. Kementrian harus tahu kondisi petani di Madura,” pungkasnya. 

(Julian Isna)

BANGKALAN – Anggota Komisi IV DPR RI Yus Sudarso konsisten menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan. Kali ini sasarannya  kepada penyuluh dan ketua kelompok tani (Poktan) di tiga kecamatan Selasa (12/2). 

Acara dimaksud untuk mendorong petani menciptakan bibit padi varietas unggul. Adapun acara digelar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tragah, Kecamatan Bangkalan dan Kecamatan Kamal. Sedangkan peserta sebanyak 150 orang terbagi menjadi tiga titik. 

Dalam kesempatan tersebut, Yus memaparkan bahwa MPR merupakan lembaga permusyawaratan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara. Berdasarkan ketentuan pasal 5 UU No 17/2014, seluruh lembaga permusyawaratan rakyat memiliki peran untuk memasyarakatkan ketetapan MPR, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.


“Dalam pelaksanaan sosialisai empat pilar ini, kami juga harus menyerap aspirasi masyarakat, sebab kesejahteraan masyarakat menjadi poin penting berdirinya NKRI,” jelasnya. 

Baca Juga :  Yus Sudarso Sosialisasi Empat Pilar ke Penyuluh dan Mantri Tani

Berkaitan dengan tugas pokok fungsi (tupoksi)-nya sebagai anggota komisi IV DPR RI, Yus menyasar para kelompok tani untuk pelaksanaan sosialisasi. Sebab, Yus ingin petani di Madura menjadi petani yang mampu bersaing dengan petani lainnya di indonesia. 

“Kita harus menjadi petani moderen, yang mampu bersaing dengan dunia luar. Baik dari segi pengelolaan hingga pemasaran,” tuturnya.

Hal ini disambut positif oleh seluruh peserta yang hadir. Seluruh aspirasi yang disampaikan oleh para penyuluh maupun ketua poktan langsung ditanggapi oleh Yus. 

Dari berbagai aspirasi yang disampaikan, Yus tertarik untuk segera menciptakan bibit padi varietas unggul. Menurutnya, pengadaan bibit tersebut dapat membantu kesejahteraan petani dalam segi ekonomi. Jika itu terlaksana, bibit dapat bersaing di pasar nasional.

“Potensi sudah ada, seluruh petani sangat antusias untuk pengadaan bibit tersebut. Tunggu apalagi, kita harus dorong hal itu supaya petani semakin termotivasi,” paparnya dengan semangat. 

Baca Juga :  Yus Sudarso Disambut Antusias Masyarakat Pamekasan

Selain menciptakan bibit unggul, Yus meminta masyarakat tani untuk membuat obat hama atau pestisida. Sebab, pestisida yang tersedia selama ini cukup memberatkan petani. 

Dana pembuatan pestisida tersebut bersumber dari kantong pribadi Yus. Menurutnya, ia tidak bisa lagi menunda pengadaan pestisida karena ia tidak ingin ada petani yang gagal panen akibat serangan hama.

“Sekarang sudah musim tanam, jika tidak langsung dilakukan sekarang maka petani akan gagal panen karena serangan hama, masyarakat tidak boleh mengalami itu,” jelasnya.

Selain pengadaan bibit dan pestisida, Yus menampung berbagai masalah pertanian lainnya. Ia akan membawa seluruh aspirasi tersebut ke rapat kerja di pusat nanti.

“Seluruh keluhan saya bawa dalam rapat kerja. Kementrian harus tahu kondisi petani di Madura,” pungkasnya. 

(Julian Isna)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

33 Desa Potensi Rawan Konflik

Disnaker Sumenep Gelar Job Fair

Artikel Terbaru

/