alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Ratusan Pasang Sapi Berebut Piala Bupati

BANGKALAN – Pemkab Bangkalan menggelar lomba karapan sapi Bupati Cup 2019. Kompetisi adu kecepatan sapi kerap ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Karapan digelar di Stadion RP Moh. Noer Bangkalan kemarin (12/1).

Ketua Pelaksana Karapan Sapi Bupati Cup 2019 Moh. Hasan Faisol menyampaikan, total sapi kerap yang ikut dalam ajang ini mencapai 108 pasang. Ratusan pasang sapi tersebut dibagi menjadi dua kategori. Kelas pemula dan kelas atas. ”Ini atas inisiatif bupati,” ungkapnya.

Mantan camat Kamal itu menjelaskan, karapan sapi Bupati Cup bukan untuk seleksi menuju piala presiden. Tetapi, penyelenggaraan yang diinisiasi bupati dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar Bangkalan.

Gelaran karapan sapi dilaksanakan selama dua hari. Kemarin (12/1), karapan khusus untuk kategori sapi pemula 60 pasang memperebutkan dua motor dan empat kulkas. Sementara kelas atas hari ini (13/1) yang akan diikuti 48 pasang sapi dari berbagai daerah. Puluhan pengerap itu nantinya berebut hadiah dua unit mobil dan empat motor.

Baca Juga :  Nasib Terkatung-katung, THL K-1 Minta Bantuan Wakil Rakyat

Setiap kategori akan diambil 6 juara. Tiga juara bagian atas dan tiga bagian bawah. Peserta datang dari Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Bahkan, ada juga peserta dari Probolinggo. ”Selain hadiah, juga akan menerima piala Bupati Cup,” ucap kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan itu.

Sementara itu, Amir Faisol, warga Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota Bangkalan, mengaku kaget saat membayar karcis kepada juru parkir (jukir). Dia mengaku diminta membayar Rp 5 ribu. Padahal di karcis yang diterimanya tertulis Rp 1.000.

Dia sempat menolak permintaan jukir itu. Namun, jukir tersebut ngotot. Karena tidak ingin ribut, akhirnya dia memilih untuk membayarnya. ”Saya bayar saja, yang penting saya bisa menyaksikan karapan sapi,” imbuhnya.

Baca Juga :  RSUD Syamrabu Layani Hampir Seribu Pasien Biakes Maskin

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Bangakalan Zainal Arifin tidak tahu-menahu terkait penarikan parkir yang jauh dari ketentuan itu. Dia menyangkal jukir tersebut merupakan petugas resmi. Zainal meminta masyarakat menolak jika diminta membayar parkir tidak sesuai dengan ketentuan. ”Liar itu. Tidak ada pemberitahuan kok ke kami,” tepisnya.

Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Agus Salim Pranoto meminta pemerintah memantau penarikan retribusi parkir agar sesuai ketentuan. ”Jangan sampai merugikan masyarakat banyak dan menguntungkan segelintir orang,” pintanya. (jup)

BANGKALAN – Pemkab Bangkalan menggelar lomba karapan sapi Bupati Cup 2019. Kompetisi adu kecepatan sapi kerap ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Karapan digelar di Stadion RP Moh. Noer Bangkalan kemarin (12/1).

Ketua Pelaksana Karapan Sapi Bupati Cup 2019 Moh. Hasan Faisol menyampaikan, total sapi kerap yang ikut dalam ajang ini mencapai 108 pasang. Ratusan pasang sapi tersebut dibagi menjadi dua kategori. Kelas pemula dan kelas atas. ”Ini atas inisiatif bupati,” ungkapnya.

Mantan camat Kamal itu menjelaskan, karapan sapi Bupati Cup bukan untuk seleksi menuju piala presiden. Tetapi, penyelenggaraan yang diinisiasi bupati dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar Bangkalan.


Gelaran karapan sapi dilaksanakan selama dua hari. Kemarin (12/1), karapan khusus untuk kategori sapi pemula 60 pasang memperebutkan dua motor dan empat kulkas. Sementara kelas atas hari ini (13/1) yang akan diikuti 48 pasang sapi dari berbagai daerah. Puluhan pengerap itu nantinya berebut hadiah dua unit mobil dan empat motor.

Baca Juga :  Tidak Tamat SD Gigih Kuliahkan Enam Anaknya Hingga Sukses

Setiap kategori akan diambil 6 juara. Tiga juara bagian atas dan tiga bagian bawah. Peserta datang dari Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Bahkan, ada juga peserta dari Probolinggo. ”Selain hadiah, juga akan menerima piala Bupati Cup,” ucap kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan itu.

Sementara itu, Amir Faisol, warga Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota Bangkalan, mengaku kaget saat membayar karcis kepada juru parkir (jukir). Dia mengaku diminta membayar Rp 5 ribu. Padahal di karcis yang diterimanya tertulis Rp 1.000.

Dia sempat menolak permintaan jukir itu. Namun, jukir tersebut ngotot. Karena tidak ingin ribut, akhirnya dia memilih untuk membayarnya. ”Saya bayar saja, yang penting saya bisa menyaksikan karapan sapi,” imbuhnya.

Baca Juga :  UTM Raih Predikat BB Hasil Evaluasi Implementasi SAKIP 2021
- Advertisement -

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Bangakalan Zainal Arifin tidak tahu-menahu terkait penarikan parkir yang jauh dari ketentuan itu. Dia menyangkal jukir tersebut merupakan petugas resmi. Zainal meminta masyarakat menolak jika diminta membayar parkir tidak sesuai dengan ketentuan. ”Liar itu. Tidak ada pemberitahuan kok ke kami,” tepisnya.

Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Agus Salim Pranoto meminta pemerintah memantau penarikan retribusi parkir agar sesuai ketentuan. ”Jangan sampai merugikan masyarakat banyak dan menguntungkan segelintir orang,” pintanya. (jup)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/