alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Masih Mokong ! Pedagang Pasar Blega Bangkalan Kembali Ditertibkan

BANGKALAN – Dinas perdagangan (disdag) bersama Satpol PP Bangkalan kembali menertibkan pedagang Pasar Blega, Kamis (11/10). Sasarannya pedagang buah yang berjualan di depan pasar. Mereka digeser dari lokasi yang biasa ditempati.

Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan Sutanto menyampaikan, penertiban kembali dilakukan untuk menata ulang tempat pedagang. Sebelumnya, selain penertiban juga dilakukan pengukuran batas jualan pedagang.

”Lapak pedagang buah ditata sesuai tempat yang diukur sebelumnya. Tidak ada penyitaan barang pedagang. Penataan, bukan penggusuran,” katanya.

Setiap pedagang nantinya akan diberi batas 2×2 meter persegi. Jarak dari toko atau kios juga akan diberi jarak sekitar 2 meter. Dengan demikian, tidak mengganggu jalan pengunjung yang akan berbelanja di pertokoan. Kemudian setiap tiga lapak diberi satu jalan masuk.

Baca Juga :  Perkuat Kebangkitan Ekonomi Nahdliyin

”Ada sekitar 46 pedagang buah yang sudah terdata. Bagian depan pasar akan difungsikan untuk parkir. Jarak pedagang dari jalan raya sekitar 4 meter,” terangnya.

Menurut dia, penataan ulang pedagang Pasar Blega tidak menyalahi ketentuan. Yakni, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2010 tentang Retribusi Jasa Umum dan dikuatkan dengan SK bupati mengenai hak dan kewajiban pedagang.

”Kalau pemerintah akan menata ulang, harus diikuti. Daripada nantinya mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Operasional Satpol PP Bangkalan M. Nakip menyampaikan, ada 25 petugas yang diterjunkan dalam penertiban pedagang kemarin. Sebelumnya penertiban juga dilakukan pada Kamis (4/10) pekan lalu. ”Minggu lalu hanya 15 personel,” ucap dia.

Baca Juga :  Bupati Dorong Pers Sajikan Berita Aktual dan Berimbang

Nakip menambahkan, jika tempat dan pedagang sudah ditata rapi, pihaknya akan terus memantau kondisi Pasar Blega. Jika ada yang masih berjualan di area terlarang, lapak beserta barang dagangan akan diangkut.

”Kami sita. Karena sudah ditentukan tempat jualannya. Jadi jangan dibuat tidak beraturan lagi,” tukasnya.

BANGKALAN – Dinas perdagangan (disdag) bersama Satpol PP Bangkalan kembali menertibkan pedagang Pasar Blega, Kamis (11/10). Sasarannya pedagang buah yang berjualan di depan pasar. Mereka digeser dari lokasi yang biasa ditempati.

Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan Sutanto menyampaikan, penertiban kembali dilakukan untuk menata ulang tempat pedagang. Sebelumnya, selain penertiban juga dilakukan pengukuran batas jualan pedagang.

”Lapak pedagang buah ditata sesuai tempat yang diukur sebelumnya. Tidak ada penyitaan barang pedagang. Penataan, bukan penggusuran,” katanya.


Setiap pedagang nantinya akan diberi batas 2×2 meter persegi. Jarak dari toko atau kios juga akan diberi jarak sekitar 2 meter. Dengan demikian, tidak mengganggu jalan pengunjung yang akan berbelanja di pertokoan. Kemudian setiap tiga lapak diberi satu jalan masuk.

Baca Juga :  Berharap Pelatihan Jurnalistik Digelar Kembali

”Ada sekitar 46 pedagang buah yang sudah terdata. Bagian depan pasar akan difungsikan untuk parkir. Jarak pedagang dari jalan raya sekitar 4 meter,” terangnya.

Menurut dia, penataan ulang pedagang Pasar Blega tidak menyalahi ketentuan. Yakni, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2010 tentang Retribusi Jasa Umum dan dikuatkan dengan SK bupati mengenai hak dan kewajiban pedagang.

”Kalau pemerintah akan menata ulang, harus diikuti. Daripada nantinya mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Operasional Satpol PP Bangkalan M. Nakip menyampaikan, ada 25 petugas yang diterjunkan dalam penertiban pedagang kemarin. Sebelumnya penertiban juga dilakukan pada Kamis (4/10) pekan lalu. ”Minggu lalu hanya 15 personel,” ucap dia.

Baca Juga :  Yayasan Masjid Agung Santuni 100 Anak Yatim

Nakip menambahkan, jika tempat dan pedagang sudah ditata rapi, pihaknya akan terus memantau kondisi Pasar Blega. Jika ada yang masih berjualan di area terlarang, lapak beserta barang dagangan akan diangkut.

”Kami sita. Karena sudah ditentukan tempat jualannya. Jadi jangan dibuat tidak beraturan lagi,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/