alexametrics
21.6 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Jumlah Pokmaswas Sangat Terbatas

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) di Bangkalan terbatas. Tidak menyebar pada semua daerah pesisir. Dari 18 kecamatan sekabupaten, hanya ada enam pokmaswas.

Pokmaswas menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan pengawasan, pemanfaatan, dan pengelolaan sumber daya perikanan. Tetapi, hanya ada beberapa titik lokasi yang memiliki pokmaswas.

Di antaranya di Bangkalan, Arosbaya, Klampis, dan Batah Barat, Kwanyar. Dua pokmaswas baru tahun ini di Martajasah dan Sukolilo, Labang. Sementara wilayah pesisir lain belum memiliki pokmaswas.

Kabid Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Bangkalan Edy Sattovit Wahyudi Nijgroho membenarkan sedikitnya pokmaswas. Dia menerangkan, pembentukan pokmaswas memang dari dinas perikanan. ”Setelah itu kita laporkan ke provinsi,” tukasnya.

Baca Juga :  Suramadu Ditutup, Pelabuhan Kamal Ramai

Pembentukan kelompok masyarakat pengawas ini melalui usulan masyarakat, khususnya daerah pesisir. Diutamakan orang-orang yang peduli terhadap lingkungan perikanan. Namun, sebagian masyarakat belum mengetahui tata cara pengajuan untuk pembentukan pokmaswas.

”Apa syaratnya? Apa ada ketentuan khusus? Ini perlu adanya sosialisasi, agar masyarakat yang bergerak di sektor perikanan terbantu dalam hal pengelolaannya,” ungkap Ach. Siddik, warga Kecamatan Sepulu. (mi)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) di Bangkalan terbatas. Tidak menyebar pada semua daerah pesisir. Dari 18 kecamatan sekabupaten, hanya ada enam pokmaswas.

Pokmaswas menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan pengawasan, pemanfaatan, dan pengelolaan sumber daya perikanan. Tetapi, hanya ada beberapa titik lokasi yang memiliki pokmaswas.

Di antaranya di Bangkalan, Arosbaya, Klampis, dan Batah Barat, Kwanyar. Dua pokmaswas baru tahun ini di Martajasah dan Sukolilo, Labang. Sementara wilayah pesisir lain belum memiliki pokmaswas.


Kabid Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Bangkalan Edy Sattovit Wahyudi Nijgroho membenarkan sedikitnya pokmaswas. Dia menerangkan, pembentukan pokmaswas memang dari dinas perikanan. ”Setelah itu kita laporkan ke provinsi,” tukasnya.

Baca Juga :  JPRM Berbagi Ilmu Fotografi-Videografi dengan Polisi

Pembentukan kelompok masyarakat pengawas ini melalui usulan masyarakat, khususnya daerah pesisir. Diutamakan orang-orang yang peduli terhadap lingkungan perikanan. Namun, sebagian masyarakat belum mengetahui tata cara pengajuan untuk pembentukan pokmaswas.

”Apa syaratnya? Apa ada ketentuan khusus? Ini perlu adanya sosialisasi, agar masyarakat yang bergerak di sektor perikanan terbantu dalam hal pengelolaannya,” ungkap Ach. Siddik, warga Kecamatan Sepulu. (mi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/