alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pasien Positif Covid-19 Tembus 35 Orang

BANGKALAN – Jumlah kasus warga yang terpapar korona di Bangkalan kembali bertambah. Kali ini, siswa SD berumur 12 tahun di Kecamatan Kamal. Pasien ke-20 di Bangkalan itu merupakan anak pasien ke-8.

Dengan bertembahnya kasus tersebut, warga Madura yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 35 orang. Perinciannya, 20 warga Bangkalan, sepuluh warga Pamekasan, dan lima kasus di Sumenep. Sedangkan Sampang masih bertahan sebagai satu-satunya daerah zona hijau di Jawa Timur hingga kemarin (11/5).

Dari 35 kasus tersebut, dua orang meninggal dan delapan orang sembuh. Delapan orang itu terdiri atas tiga pasien di Bangkalan dan lima pasien di Pamekasan. Sedangkan pasien yang meninggal dua orang. Di Bangkalan dan Pamekasan masing-masing satu orang.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein menyampaikan, kasus baru Covid-19 merupakan anak pasien ke-8 yang positif lebih dulu. Pasien ke-20 ini berinisial BA. Umurnya 12 tahun. Masih sekolah dasar (SD). ”Pasien Covid-19 ke-20 adalah putra dari pasien kasus Covid ke-8,” ungkapnya.

Ibu kandung BA mempunyai riwayat perjalanan dari Semarang. Sedangkan ayahnya merupakan anak buah kapal (ABK) dari Barcelona. Sejak perempuan itu dinyatakan positif Covid-19, semua anggota keluarganya yang memiliki kontak sempat dilakukan rapid test.

Baca Juga :  Kurangi Beban PKL dan Pemulung, Kapolres Alith Serahkan Bansos Kapolri

”Lima orang yang di-rapid test kala itu, tepatnya pada 25 Maret. Tapi, hasilnya nonreaktif,” ujarnya. 

Meski hasilnya nonreaktif, rekomendasi dinkes tetap disuruh pemeriksaan swab di RSUD Syamrabu. Dari uji swab pada 30 Maret itu, hasilnya keluar kemarin. BA dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. ”Kemungkinan terpapar dari ibunya,” sebutnya. 

Kepala Diskominfo Bangkalan itu menjelaskan, BA masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Tetapi, berhubung sudah dinyatakan positif Covid-19 mau tidak mau akan dirujuk ke RSUD Syamrabu.

Sementara itu, hasil swab mandiri anggota DPRD Bangkalan Mahmudi keluar. Hasil pemeriksaan mandiri di Siloam Hospitals keluar Jumat (8/5). ”Alhamdulillah, hasil swab saya negatif,” katanya kemarin (11/5).

Mahmudi mengaku tidak langsung melakukan uji swab. Sebab, saran dari pihak Siloam, setelah dilakukan rapid test, minimal 10 hari lagi cek kesehatan. Apabila selama 10 hari tidak mengalami keluhan apa-apa bisa datang lagi, baik melakukan swab dengan tujuan memastikan apakah terpapar atau tidak. ”Lalu, tanggal 2 Mei saya swab,” ujarnya.

Hasil swab itu membuatnya senang. Sebab, sejak hasil rapid test di internal dewan dinyatakan positif, banyak yang meragukan kesehatan dirinya. Karena itu, anggota komisi A itu meminta tim gugus tugas menggunakan alat rapid test yang direkomendasikan WHO dan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Kecamatan Bangkalan Paling Buncit

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein menegaskan, hasil rapid test tidak menunjukkan seseorang positif Covid-19. Tes cepat itu hanya screening awal. Positif rapid testitu belum tentu positif Covid-19. Jalan satu-satunya harus melalui pemeriksaan swab. ”Berbeda jam sajabisa berbeda hasil rapid test-nya.”

Jumlah kasus Covid-19 di Bangkalan menjadi 20. Kasus pertama terungkap pada Kamis (9/4). Pasien pertama atas nama Rosidi, 31, warga Dusun Sembaban, Desa Pangeran Gedungan, Kecamatan Blega. Pria yang bekerja sebagai pedagang itu baru mudik dari Jakarta.

Jumat siang (17/4) boleh keluar dari RSUD Bangkalan setelah dinyatakan bebas korona. Namun, malam harinya meninggal karena penyakit kelainan darah.

Jumat (10/4) muncul dua kasus baru sekaligus. Yakni, pasangan suami istri (pasutri) dokter asal Kecamatan Klampis. Pasien 02 Covid-19 Bangkalan merupakan dokter umum. Sebelumnya mengikuti pelatihan PPIH di Surabaya, TKHI delegasi Dinkes Bangkalan. Sedangkan pasien 03 merupakan suami pasisn 02.

Pasien 02 masih menjalani perawatan di RSUD. Sebulan sejak Jumat (10/4), dia belum dinyatakan sembuh. Sedangkan sang suami, Zainal Abidin, sudah sembuh pada 30 April 2020.

- Advertisement -

BANGKALAN – Jumlah kasus warga yang terpapar korona di Bangkalan kembali bertambah. Kali ini, siswa SD berumur 12 tahun di Kecamatan Kamal. Pasien ke-20 di Bangkalan itu merupakan anak pasien ke-8.

Dengan bertembahnya kasus tersebut, warga Madura yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 35 orang. Perinciannya, 20 warga Bangkalan, sepuluh warga Pamekasan, dan lima kasus di Sumenep. Sedangkan Sampang masih bertahan sebagai satu-satunya daerah zona hijau di Jawa Timur hingga kemarin (11/5).

Dari 35 kasus tersebut, dua orang meninggal dan delapan orang sembuh. Delapan orang itu terdiri atas tiga pasien di Bangkalan dan lima pasien di Pamekasan. Sedangkan pasien yang meninggal dua orang. Di Bangkalan dan Pamekasan masing-masing satu orang.


Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein menyampaikan, kasus baru Covid-19 merupakan anak pasien ke-8 yang positif lebih dulu. Pasien ke-20 ini berinisial BA. Umurnya 12 tahun. Masih sekolah dasar (SD). ”Pasien Covid-19 ke-20 adalah putra dari pasien kasus Covid ke-8,” ungkapnya.

Ibu kandung BA mempunyai riwayat perjalanan dari Semarang. Sedangkan ayahnya merupakan anak buah kapal (ABK) dari Barcelona. Sejak perempuan itu dinyatakan positif Covid-19, semua anggota keluarganya yang memiliki kontak sempat dilakukan rapid test.

Baca Juga :  Dua Pasien Positif Dipulangkan Padahal Hasil Swab Test Belum Keluar

”Lima orang yang di-rapid test kala itu, tepatnya pada 25 Maret. Tapi, hasilnya nonreaktif,” ujarnya. 

Meski hasilnya nonreaktif, rekomendasi dinkes tetap disuruh pemeriksaan swab di RSUD Syamrabu. Dari uji swab pada 30 Maret itu, hasilnya keluar kemarin. BA dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. ”Kemungkinan terpapar dari ibunya,” sebutnya. 

Kepala Diskominfo Bangkalan itu menjelaskan, BA masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Tetapi, berhubung sudah dinyatakan positif Covid-19 mau tidak mau akan dirujuk ke RSUD Syamrabu.

Sementara itu, hasil swab mandiri anggota DPRD Bangkalan Mahmudi keluar. Hasil pemeriksaan mandiri di Siloam Hospitals keluar Jumat (8/5). ”Alhamdulillah, hasil swab saya negatif,” katanya kemarin (11/5).

Mahmudi mengaku tidak langsung melakukan uji swab. Sebab, saran dari pihak Siloam, setelah dilakukan rapid test, minimal 10 hari lagi cek kesehatan. Apabila selama 10 hari tidak mengalami keluhan apa-apa bisa datang lagi, baik melakukan swab dengan tujuan memastikan apakah terpapar atau tidak. ”Lalu, tanggal 2 Mei saya swab,” ujarnya.

Hasil swab itu membuatnya senang. Sebab, sejak hasil rapid test di internal dewan dinyatakan positif, banyak yang meragukan kesehatan dirinya. Karena itu, anggota komisi A itu meminta tim gugus tugas menggunakan alat rapid test yang direkomendasikan WHO dan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  Rusak, KPU Bangkalan Musnahkan 4.480 Surat Suara Pemilu

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein menegaskan, hasil rapid test tidak menunjukkan seseorang positif Covid-19. Tes cepat itu hanya screening awal. Positif rapid testitu belum tentu positif Covid-19. Jalan satu-satunya harus melalui pemeriksaan swab. ”Berbeda jam sajabisa berbeda hasil rapid test-nya.”

Jumlah kasus Covid-19 di Bangkalan menjadi 20. Kasus pertama terungkap pada Kamis (9/4). Pasien pertama atas nama Rosidi, 31, warga Dusun Sembaban, Desa Pangeran Gedungan, Kecamatan Blega. Pria yang bekerja sebagai pedagang itu baru mudik dari Jakarta.

Jumat siang (17/4) boleh keluar dari RSUD Bangkalan setelah dinyatakan bebas korona. Namun, malam harinya meninggal karena penyakit kelainan darah.

Jumat (10/4) muncul dua kasus baru sekaligus. Yakni, pasangan suami istri (pasutri) dokter asal Kecamatan Klampis. Pasien 02 Covid-19 Bangkalan merupakan dokter umum. Sebelumnya mengikuti pelatihan PPIH di Surabaya, TKHI delegasi Dinkes Bangkalan. Sedangkan pasien 03 merupakan suami pasisn 02.

Pasien 02 masih menjalani perawatan di RSUD. Sebulan sejak Jumat (10/4), dia belum dinyatakan sembuh. Sedangkan sang suami, Zainal Abidin, sudah sembuh pada 30 April 2020.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/