alexametrics
20.9 C
Madura
Friday, July 8, 2022

Gubernur NTB Bocorkan Kiat Kembangkan Wisata

BANGKALAN – Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan pesat. Pada 2008, pelancong yang berkunjung ke NTB berkisar 500 ribu. Namun, sekarang sudah mencapai 3,5 juta pengunjung.

Pemprov NTB menggarap potensi itu secara serius. Masalah manfaat dan mudarat juga dipertimbangkan dengan matang. Mulai penyediaan wisata halal hingga wisata desa.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) ”membocorkan” kiat sukses mengembangkan sektor pariwisata di daerahnya Minggu (11/2). Empat hal yang menjadi kunci pokok. Yakni, visi, regulasi, sinergi, dan afirmasi. ”Rumuskan visi, kemudian kunci dengan regulasi,” katanya ketika berkunjung ke kantor pusat Jawa Pos Radar Madura.

TGB mengakui, setiap bicara tentang pariwisata selalu muncul persepsi negatif dari sebagian masyarakat. Terutama tentang wisatawan yang tidak menutup aurat. Karena itu, yang harus diselesaikan pertama adalah merumuskan visi secara tepat. ”Sederhana sebenarnya, bikin mereka lebih menyesuaikan dengan kultur yang kita miliki,” katanya.

Baca Juga :  Polres Pamekasan Sinergi dengan Ulama 

Bahkan, kata TGB, persepsi tersebut jauh lebih menyeramkan tanpa melihat realitas. Karena itu, masyarakat perlu memberikan pemahaman. ”Sepanjang itu dilakukan dan semua pihak saling bersinergi, insya Allah tidak ada masalah,” tuturnya.

Atas dasar itu, pariwisata di NTB terus berkembang. Terutama di Lombok. Namun, sebenarnya masih banyak objek wisata yang bisa dikunjungi. ”Sekarang malah sudah ada wisata desa,” jelasnya.

Menurut TGB, setiap destinasi wisata itu dilengkapi dengan tempat-tempat ibadah seperti musala. Kemudian, siapkan kuliner yang halal. ”Bahkan, ada Alqurannya. Jadi, wisatawan muslim merasa nyaman ketika berwisata,” terangnya.

Jujukan wisata bisa bertahan kalau yang mengelola kreatif. Madura dinilai sangat berpotensi dan dapat dikembangkan. ”Madura itu mirip dengan Lombok. Tinggal diseriusi saja,” imbuhnya. Pada kesempatan itu, dia juga bicara tentang kesamaan budaya dan agama antara Madura dan NTB.

Baca Juga :  Gempa, BPBD Imbau Masyarakat Tidak Panik

Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov NTB H Irnadi Kusuma mengatakan, kunjungan kali ini ke Madura untuk bersilaturahmi kepada tokoh-tokoh masyarakat. Sebab, hubungan emosional Madura dengan NTB tidak jauh berbeda. ”Di Madura selama tiga hari. Tadi ke makam Syaikhona Cholil,” katanya.

Silaturahmi TGB ditemui GM JPRM M. Tojjib, Korlip Lukman Hakim AG., Redaktur Moh. Subhan, Kepala Event Moh. Sugianto, Manajer Keuangan Hodijah, Koordinator Pemasaran Mohtazul Farid dan Gatot S. Tomo, serta kru lainnya. 

 

BANGKALAN – Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan pesat. Pada 2008, pelancong yang berkunjung ke NTB berkisar 500 ribu. Namun, sekarang sudah mencapai 3,5 juta pengunjung.

Pemprov NTB menggarap potensi itu secara serius. Masalah manfaat dan mudarat juga dipertimbangkan dengan matang. Mulai penyediaan wisata halal hingga wisata desa.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) ”membocorkan” kiat sukses mengembangkan sektor pariwisata di daerahnya Minggu (11/2). Empat hal yang menjadi kunci pokok. Yakni, visi, regulasi, sinergi, dan afirmasi. ”Rumuskan visi, kemudian kunci dengan regulasi,” katanya ketika berkunjung ke kantor pusat Jawa Pos Radar Madura.


TGB mengakui, setiap bicara tentang pariwisata selalu muncul persepsi negatif dari sebagian masyarakat. Terutama tentang wisatawan yang tidak menutup aurat. Karena itu, yang harus diselesaikan pertama adalah merumuskan visi secara tepat. ”Sederhana sebenarnya, bikin mereka lebih menyesuaikan dengan kultur yang kita miliki,” katanya.

Baca Juga :  Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan JKN-KIS

Bahkan, kata TGB, persepsi tersebut jauh lebih menyeramkan tanpa melihat realitas. Karena itu, masyarakat perlu memberikan pemahaman. ”Sepanjang itu dilakukan dan semua pihak saling bersinergi, insya Allah tidak ada masalah,” tuturnya.

Atas dasar itu, pariwisata di NTB terus berkembang. Terutama di Lombok. Namun, sebenarnya masih banyak objek wisata yang bisa dikunjungi. ”Sekarang malah sudah ada wisata desa,” jelasnya.

Menurut TGB, setiap destinasi wisata itu dilengkapi dengan tempat-tempat ibadah seperti musala. Kemudian, siapkan kuliner yang halal. ”Bahkan, ada Alqurannya. Jadi, wisatawan muslim merasa nyaman ketika berwisata,” terangnya.

Jujukan wisata bisa bertahan kalau yang mengelola kreatif. Madura dinilai sangat berpotensi dan dapat dikembangkan. ”Madura itu mirip dengan Lombok. Tinggal diseriusi saja,” imbuhnya. Pada kesempatan itu, dia juga bicara tentang kesamaan budaya dan agama antara Madura dan NTB.

Baca Juga :  Catat! Pemkab Bangkalan Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Maskin

Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov NTB H Irnadi Kusuma mengatakan, kunjungan kali ini ke Madura untuk bersilaturahmi kepada tokoh-tokoh masyarakat. Sebab, hubungan emosional Madura dengan NTB tidak jauh berbeda. ”Di Madura selama tiga hari. Tadi ke makam Syaikhona Cholil,” katanya.

Silaturahmi TGB ditemui GM JPRM M. Tojjib, Korlip Lukman Hakim AG., Redaktur Moh. Subhan, Kepala Event Moh. Sugianto, Manajer Keuangan Hodijah, Koordinator Pemasaran Mohtazul Farid dan Gatot S. Tomo, serta kru lainnya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/