alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Penerapan Teknologi Pertanian Rp 240 Juta

BANGKALAN – Tahun ini Dispertapahorbun Bangkalan memiliki program peningkatan penerapan teknologi pertanian dengan anggaran Rp 240 juta. Program tersebut diklaim untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Anggaran akan digunakan untuk pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi pertanian tepat guna Rp 30 juta. Penyediaan peralatan dan mesin prapanen, pascapanen, dan pengolah hasil pertanian Rp 350 juta. Juga pelatihan penerapan bioteknologi pertanian tanaman hortikultura Rp 40 juta.

Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dispertapahorbun Bangkalan Moeh. Ridhwan menyatakan, program tersebut bertujuan mendukung bantuan pemerintah pusat yang dikucurkan ke daerah. Caranya dengan memberikan pelatihan kepada operator di sejumlah kelompok tani (poktan).

”Yang kami latih yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Terutama operator di kelompok tani,” ujarnya Selasa (10/7).

Baca Juga :  Pasien Kurang Mampu, Pelayanan Tetap Sama

Ridhwan menyampaikan, untuk penyediaan peralatan dan mesin prapanen, pascapanen, serta pengolah hasil pertanian, sumber anggarannya langsung dari pemerintah pusat. Saat ini dalam pencairan. ”Tidak semua poktan menerima program ini,” sebutnya.

Bantuan yang diberikan berupa alat tanam dan alat panen. Total yang menerima bantuan tersebut 30 poktan. ”Bantuan berbentuk barang bukan uang,” tuturnya.

Program itu bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Terutama padi, jagung, dan kedelai.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muhlis Assuryani mengatakan, program tersebut cukup baik. Karena itu, harus benar-benar dilaksanakan. ”Poktan diverifikasi dengan objektif,” pintanya.

BANGKALAN – Tahun ini Dispertapahorbun Bangkalan memiliki program peningkatan penerapan teknologi pertanian dengan anggaran Rp 240 juta. Program tersebut diklaim untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Anggaran akan digunakan untuk pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi pertanian tepat guna Rp 30 juta. Penyediaan peralatan dan mesin prapanen, pascapanen, dan pengolah hasil pertanian Rp 350 juta. Juga pelatihan penerapan bioteknologi pertanian tanaman hortikultura Rp 40 juta.

Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dispertapahorbun Bangkalan Moeh. Ridhwan menyatakan, program tersebut bertujuan mendukung bantuan pemerintah pusat yang dikucurkan ke daerah. Caranya dengan memberikan pelatihan kepada operator di sejumlah kelompok tani (poktan).

”Yang kami latih yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Terutama operator di kelompok tani,” ujarnya Selasa (10/7).

Baca Juga :  Universitas Trunojoyo Madura Gelar Sarasehan Pustaka Bersama KPK

Ridhwan menyampaikan, untuk penyediaan peralatan dan mesin prapanen, pascapanen, serta pengolah hasil pertanian, sumber anggarannya langsung dari pemerintah pusat. Saat ini dalam pencairan. ”Tidak semua poktan menerima program ini,” sebutnya.

Bantuan yang diberikan berupa alat tanam dan alat panen. Total yang menerima bantuan tersebut 30 poktan. ”Bantuan berbentuk barang bukan uang,” tuturnya.

Program itu bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Terutama padi, jagung, dan kedelai.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muhlis Assuryani mengatakan, program tersebut cukup baik. Karena itu, harus benar-benar dilaksanakan. ”Poktan diverifikasi dengan objektif,” pintanya.

Artikel Terkait

Komitmen Tekan AKI-AKB

Menjaga Kesehatan Tulang

Pasar Tumpah Picu Kemacetan

Most Read

Artikel Terbaru

/