alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Inspektorat Bangkalan Temukan 713 Kasus

BANGKALAN – Hasil pemeriksaan atau audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Bangkalan 2017 belum turun. Jika tidak ada kendala dan perubahan, akhir Mei sudah bisa diterima.

Secara internal Inspektorat Bangkalan juga melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan reguler selama 2017 menemukan 713 kasus. Kemudian, pemeriksaan khusus 18 kasus. Pemeriksaan khusus ini secara umum merupakan perintah pimpinan dan mandataris pengawasan dari pemerintah pusat. Antara lain, telah merekomendasikan kewajiban setor kepada kas daerah sebesar Rp 727,23 juta.

Hal tersebut diungkapkan Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh dalam rapat koordinasi pengawasan daerah (rakorwasda). Rapat bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), direktur PDAM, camat, dan para kepala desa (Kades), Rabu (9/5).

Indra menyampaikan, temuan hasil pemeriksaan tersebut dilakukan aparat pengawasan fungsional selama 2017, dalam hal ini Inspekotrat Bangkalan. ”Temuan-temuan tersebut sudah direspons positif dan secara cepat, tepat, dan ditindaklanjuti dengan rekomendasi,” katanya.

Baca Juga :  Megaproyek Jalan MISI Mangkrak

Mantan kepala Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Pamekasan itu memaparkan, temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan mencapai 272 kasus. Terdiri dari potensi kerugian negara 34 kasus, kekurangan penerimaan negara 21 kasus, dan temuan bersifat administrasi 217 kasus.

Sementara temuan kelemahan penerapan sistem pengendalian intern yang berjumlah 396 kasus. Di antaranya tentang kelemahan sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan 193 kasus. Kemudian, kelemahan sistem pengendalian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja 95 kasus.

”Berikutnya, kelemahan struktur pengendalian intern sebanyak 108 kasus,” paparnya.

Sementara, menurut Indra, untuk temuan yang bersifat efisiensi, efektivitas, dan ekonomis mencapai 45 kasus. Perinciannya, ketidakhematan, pemborosan, dan ketidakekonomisan 2 kasus. Lalu, temuan ketidakefisienan 5 kasus dan ketidakefektifan 39 kasus. ”Jumlahnya 45 kasus untuk temuan yang bersifat efisiensi, efektivitas, dan ekonomis,” tuturnya.

Baca Juga :  Dewan Tuding Kinerja BPWS Lemah

Selain itu, inspektorat juga menemukan hasil pemeriksaan khusus 18 kasus. Secara umum hal tersebut merupakan perintah pimpinan dan mandataris pengawasan dari pemerintah pusat. Berdasar temuan itu telah direkomendasikan kewajiban setor ke kas daerah Rp 727,23 juta. ”Semoga ke depan jauh lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, temuan hasil pemeriksaan itu harus menjadi bahan evaluasi. Kesalahan yang sama tidak boleh terulang kembali. Temuan tersebut juga berpengaruh terhadap pemberian opini dari BPK.

”Supaya Bangkalan ke depan dalam hasil pemeriksaan BPK tidak melulu dapat wajar dengan pengecualian (WDP). Tapi, harus diraih kembali opini WTP (wajar tanpa pengecualian,” tandasnya.

BANGKALAN – Hasil pemeriksaan atau audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Bangkalan 2017 belum turun. Jika tidak ada kendala dan perubahan, akhir Mei sudah bisa diterima.

Secara internal Inspektorat Bangkalan juga melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan reguler selama 2017 menemukan 713 kasus. Kemudian, pemeriksaan khusus 18 kasus. Pemeriksaan khusus ini secara umum merupakan perintah pimpinan dan mandataris pengawasan dari pemerintah pusat. Antara lain, telah merekomendasikan kewajiban setor kepada kas daerah sebesar Rp 727,23 juta.

Hal tersebut diungkapkan Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh dalam rapat koordinasi pengawasan daerah (rakorwasda). Rapat bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), direktur PDAM, camat, dan para kepala desa (Kades), Rabu (9/5).


Indra menyampaikan, temuan hasil pemeriksaan tersebut dilakukan aparat pengawasan fungsional selama 2017, dalam hal ini Inspekotrat Bangkalan. ”Temuan-temuan tersebut sudah direspons positif dan secara cepat, tepat, dan ditindaklanjuti dengan rekomendasi,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Salurkan Donasi Uang, Sajadah, dan Mukena

Mantan kepala Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Pamekasan itu memaparkan, temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan mencapai 272 kasus. Terdiri dari potensi kerugian negara 34 kasus, kekurangan penerimaan negara 21 kasus, dan temuan bersifat administrasi 217 kasus.

Sementara temuan kelemahan penerapan sistem pengendalian intern yang berjumlah 396 kasus. Di antaranya tentang kelemahan sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan 193 kasus. Kemudian, kelemahan sistem pengendalian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja 95 kasus.

”Berikutnya, kelemahan struktur pengendalian intern sebanyak 108 kasus,” paparnya.

Sementara, menurut Indra, untuk temuan yang bersifat efisiensi, efektivitas, dan ekonomis mencapai 45 kasus. Perinciannya, ketidakhematan, pemborosan, dan ketidakekonomisan 2 kasus. Lalu, temuan ketidakefisienan 5 kasus dan ketidakefektifan 39 kasus. ”Jumlahnya 45 kasus untuk temuan yang bersifat efisiensi, efektivitas, dan ekonomis,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Siapkan Anggaran Tagihan Listrik PJU Rp 12 M

Selain itu, inspektorat juga menemukan hasil pemeriksaan khusus 18 kasus. Secara umum hal tersebut merupakan perintah pimpinan dan mandataris pengawasan dari pemerintah pusat. Berdasar temuan itu telah direkomendasikan kewajiban setor ke kas daerah Rp 727,23 juta. ”Semoga ke depan jauh lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, temuan hasil pemeriksaan itu harus menjadi bahan evaluasi. Kesalahan yang sama tidak boleh terulang kembali. Temuan tersebut juga berpengaruh terhadap pemberian opini dari BPK.

”Supaya Bangkalan ke depan dalam hasil pemeriksaan BPK tidak melulu dapat wajar dengan pengecualian (WDP). Tapi, harus diraih kembali opini WTP (wajar tanpa pengecualian,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Komitmen Tekan AKI-AKB

Raperda Upah Buruh Tani Perlu Kajian

Disdik Sebut 450 Buku Bisa Dibaca

Artikel Terbaru

/