alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pasien DBD Paling Banyak Anak-Anak

BANGKALAN – Wabah demam berdarah dengue (DBD) terus menghantui warga. Sepanjang 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan menemukan puluhan warga terjangkit DBD dan satu di antaranya meninggal.

Dalam dua bulan terakhir, pasien DBD di RSUD Syamrabu cukup banyak. Mereka menjalani rawat inap lantaran tertular penyakit melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus tersebut. Sejak Desember 2018 hingga Januari ini, RSUD Syamrabu Bangkalan mencatat pasien DBD didominasi anak-anak.

Hatkimah, 35, warga Desa/Kecamatan Kwanyar, Bangkalan mengatakan, sudah seminggu Fikri Andika Putra mengalami demam. Anak pertama dari dua bersaudara berusia 7 tahun itu sudah beberapa kali dibawa ke dokter maupun bidan desa. Namun kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Berikan Sembako kepada Kaum Duafa

Hatkimah lantas membawa anaknya ke RSUD Syamrabu Bangkalan, Rabu (9/1). Dokter mendiagnosis Fikri terjangkit DBD dan tifus sehingga harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Hatkimah mengungkapkan, kondisi di kawasan rumah banyak genangan air. Selain itu, dekat dengan pantai. Kendati Fikri terjangkit DBD, sejauh ini belum dilakukan fogging oleh Puskesmas Kwanyar ataupun Dinkes Bangkalan. Dia berharap di desa dilakukan fogging untuk membasmi nyamuk DBD agar penyakit tersebut tidak semakin meluas menjangkiti warga.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nunuk Kristiani mengatakan, selama dua bulan, pasien DBD yang menjalani rawat inap mengalami peningkatan. Pasien DBD selama dua bulan sekitar 50 orang, terdiri dari dewasa dan anak-anak. ”Pasien DBD lebih banyak anak-anak dibanding orang dewasa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gempa 6,2 Skala Richter Tidak Terasa di Madura

Perempuan berkerudung itu mengaku terus berkoordinasi dengan Dinkes Bangkalan. Desa asal pasien yang rawat inap di rumah sakit diharapkan dilakukan fogging agar DBD tidak semakin luas. ”Kami cuma melakukan perawatan medis,” ucapnya.

Plt Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo belum bisa memberikan penjelasan terkait banyaknya pasien DBD. Sementara itu, petugas melakukan fogging di kawasan Desa Gili Anyar, Kecamatan Kamal Kamis (10/1). Ada pasien DBD yang dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan berasal dari desa tersebut.

BANGKALAN – Wabah demam berdarah dengue (DBD) terus menghantui warga. Sepanjang 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan menemukan puluhan warga terjangkit DBD dan satu di antaranya meninggal.

Dalam dua bulan terakhir, pasien DBD di RSUD Syamrabu cukup banyak. Mereka menjalani rawat inap lantaran tertular penyakit melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus tersebut. Sejak Desember 2018 hingga Januari ini, RSUD Syamrabu Bangkalan mencatat pasien DBD didominasi anak-anak.

Hatkimah, 35, warga Desa/Kecamatan Kwanyar, Bangkalan mengatakan, sudah seminggu Fikri Andika Putra mengalami demam. Anak pertama dari dua bersaudara berusia 7 tahun itu sudah beberapa kali dibawa ke dokter maupun bidan desa. Namun kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.

Baca Juga :  Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Bekerja dari Rumah

Hatkimah lantas membawa anaknya ke RSUD Syamrabu Bangkalan, Rabu (9/1). Dokter mendiagnosis Fikri terjangkit DBD dan tifus sehingga harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Hatkimah mengungkapkan, kondisi di kawasan rumah banyak genangan air. Selain itu, dekat dengan pantai. Kendati Fikri terjangkit DBD, sejauh ini belum dilakukan fogging oleh Puskesmas Kwanyar ataupun Dinkes Bangkalan. Dia berharap di desa dilakukan fogging untuk membasmi nyamuk DBD agar penyakit tersebut tidak semakin meluas menjangkiti warga.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nunuk Kristiani mengatakan, selama dua bulan, pasien DBD yang menjalani rawat inap mengalami peningkatan. Pasien DBD selama dua bulan sekitar 50 orang, terdiri dari dewasa dan anak-anak. ”Pasien DBD lebih banyak anak-anak dibanding orang dewasa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bunda-Bunda Guru Harus Berperan Aktif

Perempuan berkerudung itu mengaku terus berkoordinasi dengan Dinkes Bangkalan. Desa asal pasien yang rawat inap di rumah sakit diharapkan dilakukan fogging agar DBD tidak semakin luas. ”Kami cuma melakukan perawatan medis,” ucapnya.

Plt Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo belum bisa memberikan penjelasan terkait banyaknya pasien DBD. Sementara itu, petugas melakukan fogging di kawasan Desa Gili Anyar, Kecamatan Kamal Kamis (10/1). Ada pasien DBD yang dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan berasal dari desa tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/