alexametrics
21.6 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Tingkatkan Pemahaman Sejarah Generasi Muda

BANGKALAN – Pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan dinilai masih minim. Karena alasan itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan menggelar lomba menulis kesejarahan untuk pelajar.

Kabid Kebudayaan Disparbud Bangkalan Hendra Gemma Dominan menyampaikan, keberadaan literasi kesejarahan di Kota Zikir dan Salawat sangat sedikit. Hal itu membuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sejarah daerah sangat minim.

”Lomba menulis kesejarahan ini untuk memancing para generasi agar berkrativitas dan mencari referensi kesejarahan,” jelas Hendara mewakili Kepala Disbudpar Bangkalan Moh. Hasan Faisol kemarin (9/12).

Lomba menulis kesejarahan untuk para pelajar SMP dan SMA. Animo siswa yang berpartisipasi dalam lomba tersebut sangat besar. Dengan lomba tersebut, diharapkan dapat meningkatkan dan memupuk keinginan siswa untuk terus mempelajari sejarah lokal.

Baca Juga :  Punya Sertifikat Pelatihan Belum Tentu Dapat Kerja

”Untuk meningkatkan pemahaman tentang kesejarahan, kami sengaja memulai dari generasi muda. Yaitu, siswa SD dan SMP,” katanya.

Penyelenggaraan dan penilaian lomba menulis kesejahteraan itu sudah selesai. Pemenangnya juga susah ditentukan. Juara satu Lina Safira, juara dua Sisila Wulansari, dan juara tiga Paring Bening. Sementara juara harapan satu, dua, dan tiga yaitu Naila Fira Tasya, Cinta Nurul Hidayati, dan Jelita Fajrina Sulianto.

”Tema dari lombanya ditentukan kami. Penentuan tema lomba nulis tersebut sudah mendapat persetujuan pemerintah pusat,” pungkasnya. (jup/onk)

BANGKALAN – Pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan dinilai masih minim. Karena alasan itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan menggelar lomba menulis kesejarahan untuk pelajar.

Kabid Kebudayaan Disparbud Bangkalan Hendra Gemma Dominan menyampaikan, keberadaan literasi kesejarahan di Kota Zikir dan Salawat sangat sedikit. Hal itu membuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sejarah daerah sangat minim.

”Lomba menulis kesejarahan ini untuk memancing para generasi agar berkrativitas dan mencari referensi kesejarahan,” jelas Hendara mewakili Kepala Disbudpar Bangkalan Moh. Hasan Faisol kemarin (9/12).


Lomba menulis kesejarahan untuk para pelajar SMP dan SMA. Animo siswa yang berpartisipasi dalam lomba tersebut sangat besar. Dengan lomba tersebut, diharapkan dapat meningkatkan dan memupuk keinginan siswa untuk terus mempelajari sejarah lokal.

Baca Juga :  Sambut Positif Pelatihan Jurnalistik

”Untuk meningkatkan pemahaman tentang kesejarahan, kami sengaja memulai dari generasi muda. Yaitu, siswa SD dan SMP,” katanya.

Penyelenggaraan dan penilaian lomba menulis kesejahteraan itu sudah selesai. Pemenangnya juga susah ditentukan. Juara satu Lina Safira, juara dua Sisila Wulansari, dan juara tiga Paring Bening. Sementara juara harapan satu, dua, dan tiga yaitu Naila Fira Tasya, Cinta Nurul Hidayati, dan Jelita Fajrina Sulianto.

”Tema dari lombanya ditentukan kami. Penentuan tema lomba nulis tersebut sudah mendapat persetujuan pemerintah pusat,” pungkasnya. (jup/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/