alexametrics
20.8 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Percepat Pembangunan, tapi Jangan Abaikan Kualitas

BANGKALAN – Proyek penggantian Jembatan Sempar, di Desa/Kecamatan Blega hampir dua bulan tidak langsung dikerjakan oleh PT Gala Karya. Dampaknya, penyelesaian pengerjaan proyek tersebut bisa melebihi deadline. Jika itu terjadi, masyarakat dirugikan.

Anggota Komisi V DPR RI Moh. Nizar Zahro mengaku kecewa kepada PT Gala Karya yang tidak langsung mengerjakan proyek penggantian Jembatan Sempar. Sebab, semestinya pengerjaan dimulai 28 Juli dan harus selesai 31 Desember.

Namun, PT Gala Karya baru memulai pengerjaan pada 14 September. Dengan demikian, hampir dua bulan penggantian Jembatan Sempar tidak dikerjakan. Nizar tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, asalkan rekanan harus merampungkan pengerjaan pada 31 Desember. ”Harus selesai tepat waktu,” katanya.

Baca Juga :  Istighotsah dan UTM Bersalawat Menggemakan Dies Natalis Ke-21

Dia mengungkapkan, saat ini pengerjaan sudah mencapai 60 persen. Sisa waktu pengerjaan sekitar 1,5 bulan. Karena itu, Nizar mendesak rekanan mempercepat pengerjaan dengan tetap memerhatikan kualitas.

Artinya, kendati pengerjaan dikebut, harus tetap sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB)  sehingga kualitasnya baik. ”Poinnya adalah, pengerjaan dipercepat, tapi kualitas harus diutamakan,” tandasnya.

Saiful Ali, pelaksana lapangan PT Gala Karya menjelaskan, penggantian Jembatan Sempar tidak langsung dikerjakan pada 28 Juli karena beberapa faktor. Di antaranya, pihaknya harus berkoordinasi dengan Telkom dan PLN untuk pemindahan kabel. Pihaknya juga harus koordinasi dengan PDAM untuk pemindahan pipa saluran air.

Selain itu, juga koordinasi dengan masyarakat untuk melancarkan pengerjaan proyek. ”Ini Madura. Kami Harus pamit ke semua pihak agar pengerjaan berjalan lancar,” jelasnya.

Baca Juga :  Salati Jenazah KH Fuad Amin, Ketua PW NU Jatim Didapuk Jadi Imam

Kendati pengerjaan sudah berlangsung 60 persen dengan sisa waktu sekitar 1,5 bulan, dia optimistis bisa merampungkan tepat waktu. Jumlah pekerja yang dikerahkan sebanyak 35 orang. ”Untuk mengejar target, kami kerja siang dan malam supaya cepat selesai,” ucapnya.

BANGKALAN – Proyek penggantian Jembatan Sempar, di Desa/Kecamatan Blega hampir dua bulan tidak langsung dikerjakan oleh PT Gala Karya. Dampaknya, penyelesaian pengerjaan proyek tersebut bisa melebihi deadline. Jika itu terjadi, masyarakat dirugikan.

Anggota Komisi V DPR RI Moh. Nizar Zahro mengaku kecewa kepada PT Gala Karya yang tidak langsung mengerjakan proyek penggantian Jembatan Sempar. Sebab, semestinya pengerjaan dimulai 28 Juli dan harus selesai 31 Desember.

Namun, PT Gala Karya baru memulai pengerjaan pada 14 September. Dengan demikian, hampir dua bulan penggantian Jembatan Sempar tidak dikerjakan. Nizar tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, asalkan rekanan harus merampungkan pengerjaan pada 31 Desember. ”Harus selesai tepat waktu,” katanya.

Baca Juga :  Salati Jenazah KH Fuad Amin, Ketua PW NU Jatim Didapuk Jadi Imam

Dia mengungkapkan, saat ini pengerjaan sudah mencapai 60 persen. Sisa waktu pengerjaan sekitar 1,5 bulan. Karena itu, Nizar mendesak rekanan mempercepat pengerjaan dengan tetap memerhatikan kualitas.

Artinya, kendati pengerjaan dikebut, harus tetap sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB)  sehingga kualitasnya baik. ”Poinnya adalah, pengerjaan dipercepat, tapi kualitas harus diutamakan,” tandasnya.

Saiful Ali, pelaksana lapangan PT Gala Karya menjelaskan, penggantian Jembatan Sempar tidak langsung dikerjakan pada 28 Juli karena beberapa faktor. Di antaranya, pihaknya harus berkoordinasi dengan Telkom dan PLN untuk pemindahan kabel. Pihaknya juga harus koordinasi dengan PDAM untuk pemindahan pipa saluran air.

Selain itu, juga koordinasi dengan masyarakat untuk melancarkan pengerjaan proyek. ”Ini Madura. Kami Harus pamit ke semua pihak agar pengerjaan berjalan lancar,” jelasnya.

Baca Juga :  Main Serobot Pengendara Perparah Kemacetan Jalur Selatan Madura
- Advertisement -

Kendati pengerjaan sudah berlangsung 60 persen dengan sisa waktu sekitar 1,5 bulan, dia optimistis bisa merampungkan tepat waktu. Jumlah pekerja yang dikerahkan sebanyak 35 orang. ”Untuk mengejar target, kami kerja siang dan malam supaya cepat selesai,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/