alexametrics
22 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Orang Meninggal Masuk DTKS, Dinsos Lakukan Verval Ulang

BANGKALAN – Sebanyak 138.857 warga masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Namun, data itu tidak sepenuhnya valid karena ada orang meninggal masuk data tersebut.

Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta menyatakan, ditemukan DTKS janggal. Yakni, warga meninggal dan pindah domisili. Kemudian, suami istri masuk data yang menjadi dasar pemberian bantuan itu.

Dengan demikian, pemerintah melakukan perbaikan melalui koordinasi bersama camat dan pemerintah desa. Hasilnya, 15 ribu data berhasil diperbaiki. ”Sisanya masih proses,” katanya kemarin (9/7).

Verivikasi dan validasi (verval) data tersebut mengacu pada nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK). Melalui validasi itu, diyakini tidak ada penerima bantuan secara dobel.

Baca Juga :  Kecamatan Kamal Juara Satu Pelunasan PBB

Keluarga penerima manfaat (KPM) yang secara ekonomi mampu, meninggal, dan pindah domisili akan dicoret. Pada perbaikan data tersebut, juga diakomodasi usulan data baru.

Mantan sekretaris bappeda itu menyatakan, penyempurnaan DTKS ditargetkan rampung pada 2 Agustus. Sementara perbaikan dari desa diupayakan tuntas maksimal pada 15 Juli.

”Pada 2 Agustus akan kami laporkan ke pusdatin Kemensos. Tapi, biar kami punya waktu untuk mengecek, 15 Juli harus kelar dari desa,” katanya.

Perbaikan data itu dilakukan agar bantuan dari pemerintah tepat sasaran. Ke depan, tidak boleh ada orang meninggal dan pindah domisili dapat bantuan. ”Untuk itu, kami sempurnakan,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Asis menyatakan, perbaikan DTKS wajib dilakukan. Tujuannya, agar data yang menjadi dasar pemberian bantuan itu benar-benar valid. ”Karena DTKS itu sebagai acuan bansos diberikan kepada KPM, maka harus valid,” tandasnya.

Baca Juga :  Rp 635 Juta untuk Tanggap Darurat

BANGKALAN – Sebanyak 138.857 warga masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Namun, data itu tidak sepenuhnya valid karena ada orang meninggal masuk data tersebut.

Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta menyatakan, ditemukan DTKS janggal. Yakni, warga meninggal dan pindah domisili. Kemudian, suami istri masuk data yang menjadi dasar pemberian bantuan itu.

Dengan demikian, pemerintah melakukan perbaikan melalui koordinasi bersama camat dan pemerintah desa. Hasilnya, 15 ribu data berhasil diperbaiki. ”Sisanya masih proses,” katanya kemarin (9/7).


Verivikasi dan validasi (verval) data tersebut mengacu pada nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK). Melalui validasi itu, diyakini tidak ada penerima bantuan secara dobel.

Baca Juga :  Dinsos Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Keluarga penerima manfaat (KPM) yang secara ekonomi mampu, meninggal, dan pindah domisili akan dicoret. Pada perbaikan data tersebut, juga diakomodasi usulan data baru.

Mantan sekretaris bappeda itu menyatakan, penyempurnaan DTKS ditargetkan rampung pada 2 Agustus. Sementara perbaikan dari desa diupayakan tuntas maksimal pada 15 Juli.

”Pada 2 Agustus akan kami laporkan ke pusdatin Kemensos. Tapi, biar kami punya waktu untuk mengecek, 15 Juli harus kelar dari desa,” katanya.

Perbaikan data itu dilakukan agar bantuan dari pemerintah tepat sasaran. Ke depan, tidak boleh ada orang meninggal dan pindah domisili dapat bantuan. ”Untuk itu, kami sempurnakan,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Asis menyatakan, perbaikan DTKS wajib dilakukan. Tujuannya, agar data yang menjadi dasar pemberian bantuan itu benar-benar valid. ”Karena DTKS itu sebagai acuan bansos diberikan kepada KPM, maka harus valid,” tandasnya.

Baca Juga :  Dinsos, DPRKP, dan BPBD Saling Lempar
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/