21.6 C
Madura
Friday, June 9, 2023

Pemilik Lahan Tutup Griya Indah Lestari

BANGKALAN – Pembangunan Perumahan Griya Indah Lestari (GIL) di Desa Martajasah, Kecamatan Bangkalan, berpolemik. Wahib Anwar yang mengaku pemilik lahan menutup perumahan tersebut Senin (9/4).

Wahib Anwar menyatakan sudah melakukan perjanjian secara lisan terkait jual-beli tanah dengan Qomarudin, Dirut PT Indira Mega Property pada Senin (3/7/2017).  Pertemuan tersebut disaksikan Kepala Desa (Kades) Martajasah Rahmad dan Rofii, warga setempat.

Dalam pertemuan itu terjadi kesepakatan harga jual-beli tanah senilai Rp 4,3 miliar dengan luas lahan 28.777 meter persegi. Pengembang berjanji akan melunasi pembelian pada akhir Agustus 2017. Sayangnya pengembang tidak menepati janjinya.

Kemudian, dilakukan perjanjian ulang secara tertulis. Dalam perjanjian kedua terjadi kesepakatan pembayaran jual-beli tanah, Minggu (10/12/2017). Sayangnya PT Indira Mega Property belum melakukan pelunasan.

Selanjutnya dilakukan perjanjian ulang secara tertulis. Dalam perjanjian ketiga akan melakukan pelunasan pembayaran Rabu (10/1/2018). Lagi-lagi  PT Indira Mega Property  tidak menepati janji pembayaran lahan.

Baca Juga :  Ra Imam Enggan Maju dari Nasdem

Dalam periode tersebut, pengembang hanya melakukan pembayaran sekitar Rp 250 juta dengan cara dicicil. Merasa tertipu, Minggu (1/4) Wahib Anwar menyegel dengan memasang banner pelarangan melakukan aktivitas pengerjaan di Perumahan Griya Indah Lestari.

Namun, banner yang terpasang di salah satu gedung telah dirusak oleh orang tidak dikenal. Kemarin, Wahib Anwar kembali melakukan penyegelan dengan memasang banner yang bertuliskan ”tanah ini milik H. M. Wahib Anwar. Dilarang keras melakukan segala kegiatan dalam bentuk apa pun di atas lahan ini kecuali atas izin pemilik”.

Wahib Anwar mengatakan, lahan tersebut belum dilunasi. Tetapi, PT Indira Mega Property telah melakukan pengerjaan pembangunan rumah. Kini, sudah ada 12 unit rumah yang dibangun.

Dia mengaku sudah cukup sabar menunggu pelunasan jual-beli lahan dari pengembang. Namun, PT Indira Mega Property tiga kali ingkar janji.

”Sebenarnya kasihan. Saya juga kasihan kepada user yang telah melakukan pembelian. Tapi mau gimana lagi kalau lahan saya tidak dibayar,” ungkap dia.

Baca Juga :  Harjad Kuras APBD Rp 1 Miliar, Paling Besar Anggaran Disbudpar

”Terpaksa kami harus melakukan penutupan,” tambah pria berusia 58 tahun asal Desa Kramat, Bangkalan itu.

Wahib mengancam akan membatalkan perjanjian jual-beli lahan dengan PT Indira Mega Property. Dia akan mengembalikan uang ratusan juta yang telah masuk kepada dirinya.

Sayangnya, Qomarudin selaku Dirut PT Indira Mega Property memilih irit bicara saat dikonfirmasi mengenai pelunasan pembayaran lahan kepada pemilik tanah. ”Langsung saja ke kantor. Di depan pom bensin stadion ya,” ucapnya singkat melalui selulernya.

Namun, saat Jawa Pos Radar Madura mendatangi kantor PT Indira Mega Property di Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan, Qomarudin tidak ada. Koran ini hanya ditemui tiga karyawannya. Mereka juga mengarahkan konfirmasi kepada Qomarudin atau Fathurrohman selaku Komisaris PT Indira Mega Property. ”Maaf Pak Qomar dan Pak Fathur tidak ada,” ucap salah satu petugas.

 

BANGKALAN – Pembangunan Perumahan Griya Indah Lestari (GIL) di Desa Martajasah, Kecamatan Bangkalan, berpolemik. Wahib Anwar yang mengaku pemilik lahan menutup perumahan tersebut Senin (9/4).

Wahib Anwar menyatakan sudah melakukan perjanjian secara lisan terkait jual-beli tanah dengan Qomarudin, Dirut PT Indira Mega Property pada Senin (3/7/2017).  Pertemuan tersebut disaksikan Kepala Desa (Kades) Martajasah Rahmad dan Rofii, warga setempat.

Dalam pertemuan itu terjadi kesepakatan harga jual-beli tanah senilai Rp 4,3 miliar dengan luas lahan 28.777 meter persegi. Pengembang berjanji akan melunasi pembelian pada akhir Agustus 2017. Sayangnya pengembang tidak menepati janjinya.


Kemudian, dilakukan perjanjian ulang secara tertulis. Dalam perjanjian kedua terjadi kesepakatan pembayaran jual-beli tanah, Minggu (10/12/2017). Sayangnya PT Indira Mega Property belum melakukan pelunasan.

Selanjutnya dilakukan perjanjian ulang secara tertulis. Dalam perjanjian ketiga akan melakukan pelunasan pembayaran Rabu (10/1/2018). Lagi-lagi  PT Indira Mega Property  tidak menepati janji pembayaran lahan.

Baca Juga :  Dispertapahorbun Imbau Petani Perhatikan Intensitas Hujan Rendah

Dalam periode tersebut, pengembang hanya melakukan pembayaran sekitar Rp 250 juta dengan cara dicicil. Merasa tertipu, Minggu (1/4) Wahib Anwar menyegel dengan memasang banner pelarangan melakukan aktivitas pengerjaan di Perumahan Griya Indah Lestari.

Namun, banner yang terpasang di salah satu gedung telah dirusak oleh orang tidak dikenal. Kemarin, Wahib Anwar kembali melakukan penyegelan dengan memasang banner yang bertuliskan ”tanah ini milik H. M. Wahib Anwar. Dilarang keras melakukan segala kegiatan dalam bentuk apa pun di atas lahan ini kecuali atas izin pemilik”.

- Advertisement -

Wahib Anwar mengatakan, lahan tersebut belum dilunasi. Tetapi, PT Indira Mega Property telah melakukan pengerjaan pembangunan rumah. Kini, sudah ada 12 unit rumah yang dibangun.

Dia mengaku sudah cukup sabar menunggu pelunasan jual-beli lahan dari pengembang. Namun, PT Indira Mega Property tiga kali ingkar janji.

”Sebenarnya kasihan. Saya juga kasihan kepada user yang telah melakukan pembelian. Tapi mau gimana lagi kalau lahan saya tidak dibayar,” ungkap dia.

Baca Juga :  Ketua Bawaslu Bangkalan: Terbukti Politik Uang, Caleg Didiskualifikasi

”Terpaksa kami harus melakukan penutupan,” tambah pria berusia 58 tahun asal Desa Kramat, Bangkalan itu.

Wahib mengancam akan membatalkan perjanjian jual-beli lahan dengan PT Indira Mega Property. Dia akan mengembalikan uang ratusan juta yang telah masuk kepada dirinya.

Sayangnya, Qomarudin selaku Dirut PT Indira Mega Property memilih irit bicara saat dikonfirmasi mengenai pelunasan pembayaran lahan kepada pemilik tanah. ”Langsung saja ke kantor. Di depan pom bensin stadion ya,” ucapnya singkat melalui selulernya.

Namun, saat Jawa Pos Radar Madura mendatangi kantor PT Indira Mega Property di Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan, Qomarudin tidak ada. Koran ini hanya ditemui tiga karyawannya. Mereka juga mengarahkan konfirmasi kepada Qomarudin atau Fathurrohman selaku Komisaris PT Indira Mega Property. ”Maaf Pak Qomar dan Pak Fathur tidak ada,” ucap salah satu petugas.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/