24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Pelanggan Keluhkan Layanan PDAM

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pelanggan mengeluhkan pelayanan PDAM Sumber Sejahtera. Pasalnya, suplai air ke Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, tidak normal. Terutama ke Dusun Pancor Barat dan Dusun Pejeran.

Abd. Rohman, 27, warga Dusun Pancor Barat mengungkapkan, awalnya suplai air di rumahnya lancar-lancar saja. Namun, sejak setahun yang lalu aliran air mulai tidak normal. Sehari mengalir, sehari berikutnya tidak. ”Sehari hidup, sehari mati. Saya jadi kesulitan untuk mandi. Itu sudah berlangsung satu tahun,” katanya Rabu (7/12).

Dia merasa tidak pernah menunggak membayar tagihan. Namun, air di rumahnya tetap tidak lancar sebagaimana mestinya. Karena itu, dia merasa dirugikan karena air merupakan kebutuhan penting. Selain tidak lancar, air yang keluar kadang keruh. ”Merasa rugi banget, karena memasak, mandi, berwudu, siram pepohonan butuh air,” tambahnya.

Pria berkacamata itu menambahkan, tagihan air di rumahnya mengalami kenaikan akhir-akhir ini. Sebelum aliran air macet, dia hanya cukup membayar berkisar Rp 50 ribu. Kini naik menjadi Rp 70 ribu bahkan Rp 100 ribu lebih. ”Tidak paham, apakah mengalami kenaikan atau bagaimana,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasokan Air Tersendat, Warga Mandi di Sungai

Keluhan yang sama juga disampaikan Ach. Zaini, 33, warga Dusun Pejeran. Dia juga tidak pernah telat membayar tagihan PDAM. Namun, suplai air di rumahnya juga tersendat. Sehari hidup, sehari mati. ”Sejak nyambung sudah seperti itu, mati hidup,” tuturnya.

Masalah suplai ari PDAM juga terjadi di Kecamatan Kota. Hakim, warga Kelurahan Mlajah, mengeluhkan kecilnya aliran air pada waktu-waktu tertentu. Terutama ketika pagi. ”Bahkan, kadang tidak mengalir sama sekali. Tidak hanya pagi, magrib juga tidak mengalir,” ungkapnya.

Tagihan air bulan ini juga lebih mahal dari bulan-bulan sebelumnya. Biasanya tiap bulan hanya Rp 39 ribu. Bulan naik menjadi Rp 44 ribu. ”Pemakaian tidak jauh berbeda, toh hanya sendirian di rumah,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Wiwit: Kunci Sukses Adalah Bersyukur

Direktur PDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Joko Supriono menjelaskan, suplai air tidak normal karena beberapa sebab. Salah satunya terdapat gangguan pada pipa. Bisa karena ada kerak kapur yang menutupi saluran, bocor, dan juga tertutup akar pohon. ”Seharusnya hidup tiap hari (mengalir),” jelasnya kemarin (8/12).

Mengenai tagihan pelanggan, PDAM hanya menarik sesuai pemakaian yang tercatat dalam meteran. Sebab, pihaknya belum memberlakukan penyesuaian tarif hitungan harga pokok produksi (HPP) untuk per meter kubik. ”Kami tidak mungkin ngarang. Bisa dicek di meteran dan struk,” ungkapnya.

Joko mengakui, masalah yang sering terjadi di Arosbaya, aliran air tidak normal. Jika hal itu terjadi, pihaknya berharap masyarakat melapor kepada petugas agar segera ditangani. ”Petugas akan segera memperbaiki untuk permasalahan tadi,” tegasnya. (ay/luq)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pelanggan mengeluhkan pelayanan PDAM Sumber Sejahtera. Pasalnya, suplai air ke Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, tidak normal. Terutama ke Dusun Pancor Barat dan Dusun Pejeran.

Abd. Rohman, 27, warga Dusun Pancor Barat mengungkapkan, awalnya suplai air di rumahnya lancar-lancar saja. Namun, sejak setahun yang lalu aliran air mulai tidak normal. Sehari mengalir, sehari berikutnya tidak. ”Sehari hidup, sehari mati. Saya jadi kesulitan untuk mandi. Itu sudah berlangsung satu tahun,” katanya Rabu (7/12).

Dia merasa tidak pernah menunggak membayar tagihan. Namun, air di rumahnya tetap tidak lancar sebagaimana mestinya. Karena itu, dia merasa dirugikan karena air merupakan kebutuhan penting. Selain tidak lancar, air yang keluar kadang keruh. ”Merasa rugi banget, karena memasak, mandi, berwudu, siram pepohonan butuh air,” tambahnya.


Pria berkacamata itu menambahkan, tagihan air di rumahnya mengalami kenaikan akhir-akhir ini. Sebelum aliran air macet, dia hanya cukup membayar berkisar Rp 50 ribu. Kini naik menjadi Rp 70 ribu bahkan Rp 100 ribu lebih. ”Tidak paham, apakah mengalami kenaikan atau bagaimana,” ujarnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

Keluhan yang sama juga disampaikan Ach. Zaini, 33, warga Dusun Pejeran. Dia juga tidak pernah telat membayar tagihan PDAM. Namun, suplai air di rumahnya juga tersendat. Sehari hidup, sehari mati. ”Sejak nyambung sudah seperti itu, mati hidup,” tuturnya.

Masalah suplai ari PDAM juga terjadi di Kecamatan Kota. Hakim, warga Kelurahan Mlajah, mengeluhkan kecilnya aliran air pada waktu-waktu tertentu. Terutama ketika pagi. ”Bahkan, kadang tidak mengalir sama sekali. Tidak hanya pagi, magrib juga tidak mengalir,” ungkapnya.

Tagihan air bulan ini juga lebih mahal dari bulan-bulan sebelumnya. Biasanya tiap bulan hanya Rp 39 ribu. Bulan naik menjadi Rp 44 ribu. ”Pemakaian tidak jauh berbeda, toh hanya sendirian di rumah,” katanya.

Baca Juga :  Dewan Pers Apresiasi Pelatihan Bisnis Migas untuk Media
- Advertisement -

Direktur PDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Joko Supriono menjelaskan, suplai air tidak normal karena beberapa sebab. Salah satunya terdapat gangguan pada pipa. Bisa karena ada kerak kapur yang menutupi saluran, bocor, dan juga tertutup akar pohon. ”Seharusnya hidup tiap hari (mengalir),” jelasnya kemarin (8/12).

Mengenai tagihan pelanggan, PDAM hanya menarik sesuai pemakaian yang tercatat dalam meteran. Sebab, pihaknya belum memberlakukan penyesuaian tarif hitungan harga pokok produksi (HPP) untuk per meter kubik. ”Kami tidak mungkin ngarang. Bisa dicek di meteran dan struk,” ungkapnya.

Joko mengakui, masalah yang sering terjadi di Arosbaya, aliran air tidak normal. Jika hal itu terjadi, pihaknya berharap masyarakat melapor kepada petugas agar segera ditangani. ”Petugas akan segera memperbaiki untuk permasalahan tadi,” tegasnya. (ay/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Waspadai Semangat Tim Papan Bawah

Pelayanan Kesehatan Wajib Maksimal

Pj Bupati Pantau Harga Bahan Pokok

Artikel Terbaru

/