alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

JPRM Bekali Mahasiswa Keterampilan Edit Berita

BANGKALAN – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mental STIT Al-Ibrohimy menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) kemarin (8/11). Kegiatan bertema Sekali Menulis, Seratus Kali Menginspirasi itu diikuti puluhan mahasiswa di aula kampus.

Panitia menghadirkan editor bahasa Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Ina Herdiyana sebagai pemateri. Perempuan asal Kecamatan Dungkek, Sumenep, itu menyajikan materi tentang tata cara pengeditan naskah berita.

Selain dia, Abdullah Sahuri menjelaskan tentang kode etik jurnalistik. Dosen STIT Al-Ibrohimy Samsul Arifin menyajikan materi tentang komunikasi media massa. Sedangkan dosen bahasa Indonesia Amir Hamzah memaparkan tentang opini.

Ina Herdiyana menerangkan, mengedit naskah berita merupakan keterampilan yang membutuhkan keseriusan. Sebab, pada saat ngedit berita, butuh konsentrasi.

Baca Juga :  Coret Seragam, Siswa Konvoi Pada Hardiknas

Selain itu, butuh pengetahuan luas tentang ilmu bahasa. Sebab, editor bahasa ini layaknya polisi yang bertugas menertibkan kesalahan penulisan. ”Karena itu, editor dituntut banyak membaca dan paham betul tentang bahasa,” jelasnya.

Wakil Ketua III STIT Al-Ibrohimy Mujibur Rohman menyatakan, pihak kampus turut mendukung upaya tumbuh kembangnya literasi di kalangan mahasiswa. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar mahasiswa di bidang jurnalistik. (luq)

BANGKALAN – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mental STIT Al-Ibrohimy menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) kemarin (8/11). Kegiatan bertema Sekali Menulis, Seratus Kali Menginspirasi itu diikuti puluhan mahasiswa di aula kampus.

Panitia menghadirkan editor bahasa Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Ina Herdiyana sebagai pemateri. Perempuan asal Kecamatan Dungkek, Sumenep, itu menyajikan materi tentang tata cara pengeditan naskah berita.

Selain dia, Abdullah Sahuri menjelaskan tentang kode etik jurnalistik. Dosen STIT Al-Ibrohimy Samsul Arifin menyajikan materi tentang komunikasi media massa. Sedangkan dosen bahasa Indonesia Amir Hamzah memaparkan tentang opini.

Ina Herdiyana menerangkan, mengedit naskah berita merupakan keterampilan yang membutuhkan keseriusan. Sebab, pada saat ngedit berita, butuh konsentrasi.

Baca Juga :  Coret Seragam, Siswa Konvoi Pada Hardiknas

Selain itu, butuh pengetahuan luas tentang ilmu bahasa. Sebab, editor bahasa ini layaknya polisi yang bertugas menertibkan kesalahan penulisan. ”Karena itu, editor dituntut banyak membaca dan paham betul tentang bahasa,” jelasnya.

Wakil Ketua III STIT Al-Ibrohimy Mujibur Rohman menyatakan, pihak kampus turut mendukung upaya tumbuh kembangnya literasi di kalangan mahasiswa. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar mahasiswa di bidang jurnalistik. (luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/