alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Dispendukcapil Sulit Data Penduduk Meninggal

BANGKALAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan kesulitan melakukan pendataan penduduk. Terutama pengurangan jumlah penduduk. Sebab, pelaporan dan pengurusan akta kematian masih rendah.

Kepala Dispendukcapil Bangkalan Rudiyanto Rabu (8/11) menyatakan, kesadaran warga untuk melaporkan dan mengurus akta kematian rendah. Sejauh ini angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan laporan kematian.

”Rendahnya laporan kematian berpengaruh pada pendataan jumlah penduduk. Kami harap kematian dilaporkan,” ucapnya.

Selain peran warga, dia meminta perangkat desa atau kelurahan serta kecamatan mendukung pelaporan kematian. Hal itu agar data populasi penduduk di Bangkalan lebih valid. ”Di setiap daerah, laporan kematian rendah,” katanya.

Terhitung Januari–Juni 2017, jumlah penduduk Bangkalan sebanyak 1.650.260 jiwa. Dispendukcapil selama ini lebih banyak mencatat pertambahan penduduk. ”Data kependudukan berdampak pada banyak hal,” ujarnya.

Baca Juga :  Dispendukcapil Bangkalan Terbitkan 2.256 Suket Pemilih Pemula

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi juga meminta warga proaktif melaporkan kematian. Tujuannya, agar catatan kependudukan tidak terjadi kesalahan. ”Warga harus partisipatif. Bisa lapor ke desa kemudian ke kecamatan. Setelah itu lanjut ke dispendukcapil. Ini untuk membantu pemerintah melakukan pendataan penduduk,” sarannya.

BANGKALAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan kesulitan melakukan pendataan penduduk. Terutama pengurangan jumlah penduduk. Sebab, pelaporan dan pengurusan akta kematian masih rendah.

Kepala Dispendukcapil Bangkalan Rudiyanto Rabu (8/11) menyatakan, kesadaran warga untuk melaporkan dan mengurus akta kematian rendah. Sejauh ini angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan laporan kematian.

”Rendahnya laporan kematian berpengaruh pada pendataan jumlah penduduk. Kami harap kematian dilaporkan,” ucapnya.


Selain peran warga, dia meminta perangkat desa atau kelurahan serta kecamatan mendukung pelaporan kematian. Hal itu agar data populasi penduduk di Bangkalan lebih valid. ”Di setiap daerah, laporan kematian rendah,” katanya.

Terhitung Januari–Juni 2017, jumlah penduduk Bangkalan sebanyak 1.650.260 jiwa. Dispendukcapil selama ini lebih banyak mencatat pertambahan penduduk. ”Data kependudukan berdampak pada banyak hal,” ujarnya.

Baca Juga :  BPK Temukan 24 Proyek Fisik Bermasalah

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi juga meminta warga proaktif melaporkan kematian. Tujuannya, agar catatan kependudukan tidak terjadi kesalahan. ”Warga harus partisipatif. Bisa lapor ke desa kemudian ke kecamatan. Setelah itu lanjut ke dispendukcapil. Ini untuk membantu pemerintah melakukan pendataan penduduk,” sarannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/