alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Wow Rp 1,9 Miliar untuk Mesin Recycling Asphalt

KOTA – Tahun ini Pemkab Bangkalan mengucurkan dana cukup besar untuk pengadaan mesin recycling asphalt, yakni Rp 1,9 miliar. Sayangnya, hingga kini belum bisa dirasakan manfaatnya. Sebab, pengadaan mesin daur ulang aspal tersebut baru ditender.

Kabid Bina Marga Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan Yudistiro mengutarakan, pengadaan mesin daur ulang aspal tersebut sengaja dianggarkan karena untuk mengatasi jalan yang rusak. Selama ini, Bangkalan belum memiliki alat berat tersebut.

”Dengan adanya mesin daur ulang itu, jalan yang rusak langsung bisa diatasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura.

Bahkan, sambung dia, perbaikan bisa lebih cepat dikerjakan manakala terdapat jalan rusak atau berlubang. ”Bisa dikerjakan saat itu juga. Ketika ada jalan yang rusak, tidak perlu menunggu pihak lain,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Tak Punya Anggaran karena Kerusakan Dipicu Bencana Alam

Mesin recycling asphalt nanti diharapkan dalam pelaksanaan perbaikan jalan bisa lebih optimal. ”Semoga bermanfaat,” ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, pengadaan mesin recycling asphalt tidak bermasalah. Bahkan bagus karena Bangkalan memiliki alat berat tersebut. ”Nggak masalah kalau tujuannya mempercepat pembangunan,” katanya.

Musawwir menyampaikan, meskipun nanti Bangkalan memiliki mesin daur ulang aspal, tidak lantas kualitas pengerjaan hotmix tidak dijaga. ”Ini sifatnya insidentil saja. Kalau ada kegiatan hotmix baru, terus rusak, ya rekanan yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Pihaknya menginginkan pengadaan mesin daur ulang aspal itu terlaksana tahun ini. Tujuannya, tahun depan mesin sudah bisa digunakan. ”Harus dilaksanakan tahun sekarang. Sebenarnya kami kecewa karena baru dilelang,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyek Rp 16 M Dipecah Jadi 28 Paket

Dia khawatir nanti dalam proses tender terdapat banyak sanggahan dan sanggahan yang dilayangkan terbukti benar. ”Itu yang kami takutkan,” pungkasnya. 

KOTA – Tahun ini Pemkab Bangkalan mengucurkan dana cukup besar untuk pengadaan mesin recycling asphalt, yakni Rp 1,9 miliar. Sayangnya, hingga kini belum bisa dirasakan manfaatnya. Sebab, pengadaan mesin daur ulang aspal tersebut baru ditender.

Kabid Bina Marga Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan Yudistiro mengutarakan, pengadaan mesin daur ulang aspal tersebut sengaja dianggarkan karena untuk mengatasi jalan yang rusak. Selama ini, Bangkalan belum memiliki alat berat tersebut.

”Dengan adanya mesin daur ulang itu, jalan yang rusak langsung bisa diatasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura.


Bahkan, sambung dia, perbaikan bisa lebih cepat dikerjakan manakala terdapat jalan rusak atau berlubang. ”Bisa dikerjakan saat itu juga. Ketika ada jalan yang rusak, tidak perlu menunggu pihak lain,” terangnya.

Baca Juga :  Pembahasan Dimulai sebelum Jabatan Berakhir

Mesin recycling asphalt nanti diharapkan dalam pelaksanaan perbaikan jalan bisa lebih optimal. ”Semoga bermanfaat,” ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, pengadaan mesin recycling asphalt tidak bermasalah. Bahkan bagus karena Bangkalan memiliki alat berat tersebut. ”Nggak masalah kalau tujuannya mempercepat pembangunan,” katanya.

Musawwir menyampaikan, meskipun nanti Bangkalan memiliki mesin daur ulang aspal, tidak lantas kualitas pengerjaan hotmix tidak dijaga. ”Ini sifatnya insidentil saja. Kalau ada kegiatan hotmix baru, terus rusak, ya rekanan yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Pihaknya menginginkan pengadaan mesin daur ulang aspal itu terlaksana tahun ini. Tujuannya, tahun depan mesin sudah bisa digunakan. ”Harus dilaksanakan tahun sekarang. Sebenarnya kami kecewa karena baru dilelang,” jelasnya.

Baca Juga :  Rencana Perpustakaan Online Tak Konkret

Dia khawatir nanti dalam proses tender terdapat banyak sanggahan dan sanggahan yang dilayangkan terbukti benar. ”Itu yang kami takutkan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/