alexametrics
29.3 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Menjaga Kesehatan Tulang

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura Masih banyak masyarakat yang salah kaprah tentang osteoporosis atau pengeroposan tulang. Misalnya, menganggap penyakit tersebut hanya diderita oleh orang yang lanjut usia. Padahal, penyakit itu tak mengenal usia.

Penanggung Jawab Poli Ortopedi RSUD Syamrabu dr. Agung Tristyanto, Sp.OT menjelaskan, osteoporosis dapat menimpa siapa saja. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Karena itu, sangat penting menjaga kesehatan tulang sejak dini.

Biasanya, gejala osteoporosis berkembang secara bertahap. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah pengeroposan sejak usia muda dengan rutin melalukan beberapa cara.

Di antaranya, olahraga, mencukupi kebutuhan kalsium, memenuhi vitamin D, menghindari kebiasaan buruk, dan rutin melakukan skrining secara berkala. Olahraga yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang yaitu aktif bergerak guna meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang. ”Aktivitas itu bagus dilakukan rutin sejak usia anak-anak dan remaja,” terangnya kemarin (8/5).

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Siapkan Rp 31,2 Miliar untuk Bayar Utang  

Pemilihan jenis olahraga dapat disesuaikan dengan keinginan. Contohnya, latihan angkat beban yang memiliki tujuan memperkuat otot dan tulang. Olahraga itu bagus dilaksanakan secara berkala agar menjadi bekal masa depan.

Sedangkan pemenuhan kalsium bertujuan memperkuat tulang. Yakni, banyak mengomsumsi makanan kaya kalsium sehari-hari. Misalnya, produk olahan susu rendah lemak, sereal tinggi kalsium, olahan kedelai, kacang almon, dan sayuran hijau.

Sementara vitamin D berperan penting meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium. Juga menjaga kadar fosfor dalam darah. Kalsium dan fosfor adalah dua faktor utama dalam menjaga kesehatan tulang.

”Karena itu, konsumsi vitamin D yang cukup untuk menunjang kekuatan tulang dan mencegah terjadinya pengeroposan,” katanya

Vitamin D bisa didapat dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 10–15 menit dengan tetap menggunakan tabir surya. Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman kaya vitamin D seperti telur, susu, sereal, salmon, tuna, dan sejenisnya. Jika dibutuhkan, juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter.

Baca Juga :  Kenali Gejala Stroke sejak Dini

Agung menambahkan, pola hidup sehat dapat mengurangi potensi pengeroposan tulang. Yaitu, dengan tidak merokok, mengonsumsi alkohol, serta mengurangi konsumsi minuman bersoda. Sebab, kandungan alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam menyimpan kalsium.

”Begitu juga dengan minuman bersoda yang mampu memicu pelepasan kalsium sehingga mengurangi kepadatan tulang,” terangnya.

Sementara skrining secara berkala dapat mengetahui kepadatan tulang atau bone mineral density (BMD). Dengan begitu, kemungkinan terjadinya osteoporosis bisa dievaluasi. Tes itu dapat dilakukan dengan teknologi sinar-X.

 

”Dengan skrining, jumlah kalsium dan mineral lain di dalam tulang, terutama tulang belakang, tulang panggul, dan tulang di pergelangan tangan dapat diketahui,” paparnya. (jup/onk)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura Masih banyak masyarakat yang salah kaprah tentang osteoporosis atau pengeroposan tulang. Misalnya, menganggap penyakit tersebut hanya diderita oleh orang yang lanjut usia. Padahal, penyakit itu tak mengenal usia.

Penanggung Jawab Poli Ortopedi RSUD Syamrabu dr. Agung Tristyanto, Sp.OT menjelaskan, osteoporosis dapat menimpa siapa saja. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Karena itu, sangat penting menjaga kesehatan tulang sejak dini.

Biasanya, gejala osteoporosis berkembang secara bertahap. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah pengeroposan sejak usia muda dengan rutin melalukan beberapa cara.


Di antaranya, olahraga, mencukupi kebutuhan kalsium, memenuhi vitamin D, menghindari kebiasaan buruk, dan rutin melakukan skrining secara berkala. Olahraga yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang yaitu aktif bergerak guna meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang. ”Aktivitas itu bagus dilakukan rutin sejak usia anak-anak dan remaja,” terangnya kemarin (8/5).

Baca Juga :  33 Desa Potensi Rawan Konflik

Pemilihan jenis olahraga dapat disesuaikan dengan keinginan. Contohnya, latihan angkat beban yang memiliki tujuan memperkuat otot dan tulang. Olahraga itu bagus dilaksanakan secara berkala agar menjadi bekal masa depan.

Sedangkan pemenuhan kalsium bertujuan memperkuat tulang. Yakni, banyak mengomsumsi makanan kaya kalsium sehari-hari. Misalnya, produk olahan susu rendah lemak, sereal tinggi kalsium, olahan kedelai, kacang almon, dan sayuran hijau.

Sementara vitamin D berperan penting meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium. Juga menjaga kadar fosfor dalam darah. Kalsium dan fosfor adalah dua faktor utama dalam menjaga kesehatan tulang.

”Karena itu, konsumsi vitamin D yang cukup untuk menunjang kekuatan tulang dan mencegah terjadinya pengeroposan,” katanya

Vitamin D bisa didapat dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 10–15 menit dengan tetap menggunakan tabir surya. Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman kaya vitamin D seperti telur, susu, sereal, salmon, tuna, dan sejenisnya. Jika dibutuhkan, juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter.

Baca Juga :  Mulyanto Dahlan Masih Rawat Inap

Agung menambahkan, pola hidup sehat dapat mengurangi potensi pengeroposan tulang. Yaitu, dengan tidak merokok, mengonsumsi alkohol, serta mengurangi konsumsi minuman bersoda. Sebab, kandungan alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam menyimpan kalsium.

”Begitu juga dengan minuman bersoda yang mampu memicu pelepasan kalsium sehingga mengurangi kepadatan tulang,” terangnya.

Sementara skrining secara berkala dapat mengetahui kepadatan tulang atau bone mineral density (BMD). Dengan begitu, kemungkinan terjadinya osteoporosis bisa dievaluasi. Tes itu dapat dilakukan dengan teknologi sinar-X.

 

”Dengan skrining, jumlah kalsium dan mineral lain di dalam tulang, terutama tulang belakang, tulang panggul, dan tulang di pergelangan tangan dapat diketahui,” paparnya. (jup/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/