alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Dinkes Bangkalan Abaikan Panggilan DPRD

BANGKALAN – Rencana Komisi D DPRD Bangkalan meminta klarifikasi kepada dinas kesehatan (dinkes) kandas. Selasa (8/5) dinkes mengabaikan panggilan wakil rakyat yang hendak meminta penjelasan tentang dropping obat ke puskesmas-puskesmas yang dianggap tidak sesuai kebutuhan.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir kecewa berat pertemuan dengan dinkes batal. Bagaimana tidak, komisi D menunggu kedatangan pihak dinkes sejak pagi hingga siang. Namun, yang ditunggu tidak kunjung datang. Dinkes tidak memenuhi undangan komisi D dengan alasan ada kegiatan di luar kota.

”Terus terang kami kecewa. Dinkes terkesan mengabaikan. Alasannya, ada kegiatan tentang percepatan akreditasi puskesmas di Surabaya,” ujar Abdurrahman. Dia menyatakan, pertemuan dengan dinkes rencananya meminta klarifikasi mengenai dropping obat ke puskesmas-puskesmas yang banyak tidak sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Komisi C Sebut Ada Konspirasi Peruntukan Pengganti DAK

”Sampai ada obat yang kedaluwarsa di salah satu puskesmas. Itu temuan kami. Makanya, kami ingin langsung klarifikasi kepada dinkes,” katanya. Bahkan, sambung Abdurrahman, saking banyaknya obat yang tidak sesuai kebutuhan, pihak puskesmas harus memusnahkan.

Sebab, apabila memaksa obat tetap digunakan, yang menjadi korban pasien. ”Yang seperti ini tidak boleh dianggap masalah enteng. Ini menyangkut jiwa pasien,” terang politikus Partai Demokrat tersebut.

Dia menyatakan, perencanaan pengadaan obat dari puskesmas sudah disampaikan kepada Dinkes Bangkalan. Namun, obat yang dikirim tetap bukan yang dibutuhkan. ”Itu tidak boleh. Obat juga tidak boleh dibawa pakai ambulans karena bukan pasien,” jelasnya.

Abdurrahman menyampaikan, ketidakhadiran pejabat dinkes menambah semangat komisi D untuk terus mencari tahu masalah pengadaan obat oleh dinkes yang dikirim ke puskesmas-puskesmas. ”Jumat (11/5) kami panggil ulang,” tegasnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Molor Tiga Jam

Dia mengaku sudah memerintah staf DPRD untuk melayangkan surat resmi kepada pihak Dinkes Bangkalan. Pengelola obat di puskesmas-puskesmas juga akan dipanggil. ”Masalah obat ini serius kami awasi karena banyak keluhan,” tukasnya.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Bangkalan Erni Mardiani Kurniati menyatakan, ketidakhadiran pihaknya ke komisi D bukan disengaja. Memang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan di Surabaya.

”Pasti hadir kalau tidak bersamaan dengan kegiatan di luar kota. Kami tidak mengada-ada,” tandasnya.

BANGKALAN – Rencana Komisi D DPRD Bangkalan meminta klarifikasi kepada dinas kesehatan (dinkes) kandas. Selasa (8/5) dinkes mengabaikan panggilan wakil rakyat yang hendak meminta penjelasan tentang dropping obat ke puskesmas-puskesmas yang dianggap tidak sesuai kebutuhan.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir kecewa berat pertemuan dengan dinkes batal. Bagaimana tidak, komisi D menunggu kedatangan pihak dinkes sejak pagi hingga siang. Namun, yang ditunggu tidak kunjung datang. Dinkes tidak memenuhi undangan komisi D dengan alasan ada kegiatan di luar kota.

”Terus terang kami kecewa. Dinkes terkesan mengabaikan. Alasannya, ada kegiatan tentang percepatan akreditasi puskesmas di Surabaya,” ujar Abdurrahman. Dia menyatakan, pertemuan dengan dinkes rencananya meminta klarifikasi mengenai dropping obat ke puskesmas-puskesmas yang banyak tidak sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Tak Dapat Lahan, Pembangunan Gedung DPRD Tertunda

”Sampai ada obat yang kedaluwarsa di salah satu puskesmas. Itu temuan kami. Makanya, kami ingin langsung klarifikasi kepada dinkes,” katanya. Bahkan, sambung Abdurrahman, saking banyaknya obat yang tidak sesuai kebutuhan, pihak puskesmas harus memusnahkan.

Sebab, apabila memaksa obat tetap digunakan, yang menjadi korban pasien. ”Yang seperti ini tidak boleh dianggap masalah enteng. Ini menyangkut jiwa pasien,” terang politikus Partai Demokrat tersebut.

Dia menyatakan, perencanaan pengadaan obat dari puskesmas sudah disampaikan kepada Dinkes Bangkalan. Namun, obat yang dikirim tetap bukan yang dibutuhkan. ”Itu tidak boleh. Obat juga tidak boleh dibawa pakai ambulans karena bukan pasien,” jelasnya.

Abdurrahman menyampaikan, ketidakhadiran pejabat dinkes menambah semangat komisi D untuk terus mencari tahu masalah pengadaan obat oleh dinkes yang dikirim ke puskesmas-puskesmas. ”Jumat (11/5) kami panggil ulang,” tegasnya.

Baca Juga :  Siapkan Tiket Khusus di Tiga Sisa Laga Kandang

Dia mengaku sudah memerintah staf DPRD untuk melayangkan surat resmi kepada pihak Dinkes Bangkalan. Pengelola obat di puskesmas-puskesmas juga akan dipanggil. ”Masalah obat ini serius kami awasi karena banyak keluhan,” tukasnya.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Bangkalan Erni Mardiani Kurniati menyatakan, ketidakhadiran pihaknya ke komisi D bukan disengaja. Memang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan di Surabaya.

”Pasti hadir kalau tidak bersamaan dengan kegiatan di luar kota. Kami tidak mengada-ada,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/