alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Produksi Padi Meningkat, Harga Beras Malah Naik

BANGKALAN – Peningkatan produksi padi oleh petani tidak membuat harga beras di pasaran murah. Yang terjadi malah sebaliknya. Harga beras naik. Kenaikan harga beras bahkan ada yang melebihi Rp 300 ribu untuk kemasan 25 kilogram (kg).

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, selisih harga beras dari pekan lalu mencapai Rp 55 ribu. Namun, nominal kenaikan harga beragam, sesuai dengan kualitas dan merek beras (selengkapnya lihat grafis).

Jamal, 45, penjual beras di Kelurahan Kraton, Bangkalan, menjelaskan, naiknya harga beras kemungkinan disebabkan terlambatnya pasokan ke daerah. Warga menyerbu toko-toko penjual beras. Bahkan stok beras yang dia miliki ludes diserbu pembeli.

”Ada yang saya jual Rp 285 ribu. Di tempat lain tidak mungkin segitu harganya. Bisa lebih mahal. Beras saya jual lebih murah, makanya cepat laku,” ungkap Jamal kemarin (8/1).

Baca Juga :  Hujan Semalaman, Sejumlah Dusun di Arosbaya Kembali Banjir

Dia mengaku langsung mengulak beras dari Surabaya. Harga beras mengalami kenaikan. Terutama, beras berkualitas. Untuk penjualan beras eceran, Jamal menjual dengan harga variatif sesuai kualitas. Rata-rata dia menjual Rp 12 ribu–R p 12,5 ribu per kg.

”Setiap saya kulakan, harga beras naik. Kadang naik Rp 10 ribu. Di toko besar sampai antre yang mau beli beras,” tuturnya.

Kenaikan harga beras juga diakui Misriya, 35, ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Mlajah, Bangkalan. Menurut dia, kenaikan harga membuatnya lebih memilih kualitas beras biasa dengan harga terjangkau.

”Biasanya per kg Rp 11 ribu. Itu sudah kualitas lumayan. Tapi, sekarang tambah mahal. Ya beli kualitas di bawahnya lagi,” paparnya.

Baca Juga :  HET Beras Belum Berlaku di Pasaran

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Budi Utomo menerangkan, kenaikan harga beras disebabkan stok yang beredar di pasaran minim. Sedangkan konsumen terus melakukan permintaan.

Dia menyebut, kenaikan harga beras tidak terlalu mengkhawatirkan. ”Tidak terlalu naik. Itu yang naik beras premium dengan kualitas bagus, tapi tidak seberapa,” ucapnya santai.

Dia mengaku terus memantau harga beras. Mantan kepala Dinas Perikanan Bangkalan itu menyatakan, sejumlah komoditas juga naik. Di antaranya, bawang dan ayam. Namun, kenaikan tersebut masih dalam kategori wajar. ”Kami setiap hari terus monitor. Memang ada kenaikan,” ujarnya.

Kasubbag Program Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan Moch. Ridhwan menjelaskan, produksi padi oleh petani sepanjang 2017 meningkat daripada tahun sebelumnya. ”Ada peningkatan produksi padi 3,7 persen,” sebutnya.

BANGKALAN – Peningkatan produksi padi oleh petani tidak membuat harga beras di pasaran murah. Yang terjadi malah sebaliknya. Harga beras naik. Kenaikan harga beras bahkan ada yang melebihi Rp 300 ribu untuk kemasan 25 kilogram (kg).

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, selisih harga beras dari pekan lalu mencapai Rp 55 ribu. Namun, nominal kenaikan harga beragam, sesuai dengan kualitas dan merek beras (selengkapnya lihat grafis).

Jamal, 45, penjual beras di Kelurahan Kraton, Bangkalan, menjelaskan, naiknya harga beras kemungkinan disebabkan terlambatnya pasokan ke daerah. Warga menyerbu toko-toko penjual beras. Bahkan stok beras yang dia miliki ludes diserbu pembeli.

”Ada yang saya jual Rp 285 ribu. Di tempat lain tidak mungkin segitu harganya. Bisa lebih mahal. Beras saya jual lebih murah, makanya cepat laku,” ungkap Jamal kemarin (8/1).

Baca Juga :  Sepakat Nilai Unas Tak Dipakai Syarat PPDB

Dia mengaku langsung mengulak beras dari Surabaya. Harga beras mengalami kenaikan. Terutama, beras berkualitas. Untuk penjualan beras eceran, Jamal menjual dengan harga variatif sesuai kualitas. Rata-rata dia menjual Rp 12 ribu–R p 12,5 ribu per kg.

”Setiap saya kulakan, harga beras naik. Kadang naik Rp 10 ribu. Di toko besar sampai antre yang mau beli beras,” tuturnya.

Kenaikan harga beras juga diakui Misriya, 35, ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Mlajah, Bangkalan. Menurut dia, kenaikan harga membuatnya lebih memilih kualitas beras biasa dengan harga terjangkau.

”Biasanya per kg Rp 11 ribu. Itu sudah kualitas lumayan. Tapi, sekarang tambah mahal. Ya beli kualitas di bawahnya lagi,” paparnya.

Baca Juga :  DPMD Diduga Tilap Rp 2,7 Miliar Program Kambing Etawa

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Budi Utomo menerangkan, kenaikan harga beras disebabkan stok yang beredar di pasaran minim. Sedangkan konsumen terus melakukan permintaan.

Dia menyebut, kenaikan harga beras tidak terlalu mengkhawatirkan. ”Tidak terlalu naik. Itu yang naik beras premium dengan kualitas bagus, tapi tidak seberapa,” ucapnya santai.

Dia mengaku terus memantau harga beras. Mantan kepala Dinas Perikanan Bangkalan itu menyatakan, sejumlah komoditas juga naik. Di antaranya, bawang dan ayam. Namun, kenaikan tersebut masih dalam kategori wajar. ”Kami setiap hari terus monitor. Memang ada kenaikan,” ujarnya.

Kasubbag Program Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan Moch. Ridhwan menjelaskan, produksi padi oleh petani sepanjang 2017 meningkat daripada tahun sebelumnya. ”Ada peningkatan produksi padi 3,7 persen,” sebutnya.

Artikel Terkait

Komitmen Tekan AKI-AKB

Menjaga Kesehatan Tulang

Pasar Tumpah Picu Kemacetan

Most Read

Artikel Terbaru

/