alexametrics
20.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Bupati Ra Latif Paparkan Dua Ranperkada RDTR

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengikuti rapat koordinasi (rakor) lintas sektor di Century Park Hotel, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (7/12). Rakor itu berkenaan dengan  rancangan peraturan kepala daerah (ranperkada) rencana detail tata ruang (RDTR) yang disusun Pemkab Bangkalan.

Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu menyampaikan, ranperkada RDTR juga dihadiri Plt Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Abdul Kamarzuk serta beberapa perwakilan dari beberapa kementerian lain.

Di antaranya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Badan Usaha milik Negara (BUMN).

Baca Juga :  Asintel Kejati Sumatera Selatan Raih Penghargaan Dari Wakil Presiden

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu menjelaskan, penetapan ranperkada RDTR harus mendapat persetujuan substansi dari Kementerian ART/BPN. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 21/2021 tentang Penyelenggaraan Tata Ruang. ”Prosesnya  memang tidak mudah,” ucapnya.

Dalam rakor itu, Ra Latif memaparkan dua ranperkada yang telah disusun Pemkab Bangkalan. Yakni, ranperkada RDTR wilayah perencanaan dan RDTR wilayah perencanaan akses Suramadu. Dua RDTR itu akan terintegrasi secara langsung dengan aplikasi online single submission (OSS).

”Ranperkada yang sudah kami susun diharapkan dapat mempermudah percepatan investasi di Kabupaten Bangkalan,” harapnya.

RDTR Burneh bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kecamatan yang berada di sisi timur Kabupaten Bangkalan itu. Sebab, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Burneh berkembang pesat.

Baca Juga :  Keberhasilan Atasi Pandemi Bantu Wujudkan Visi Indonesia 2045

Sementara RDTR akses Suramadu bertujuan mengembangkan kawasan industri. Sebab, aksesibilitasnya dekat dengan Surabaya. Dengan demikian, akses Suramadu  berpotensi dijadikan kawasan industri dan permukiman.

”Dengan potensi yang ada, kami berharap banyak investor yang masuk ke Bangkalan. Dengan begitu, nantinya akan banyak lapangan pekerjaan yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menyampaikan, ranperkada RDTR yang disusun bertujuan mempertegas peruntukan wilayah. Dengan begitu, arah pembangunan ke depan jelas dan terukur.

”RDTR bertujuan memproteksi peruntukan wilayah. Mana yang industri, permukiman, pertanian, dan lainnya sehingga nantinya semua jelas,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengikuti rapat koordinasi (rakor) lintas sektor di Century Park Hotel, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (7/12). Rakor itu berkenaan dengan  rancangan peraturan kepala daerah (ranperkada) rencana detail tata ruang (RDTR) yang disusun Pemkab Bangkalan.

Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu menyampaikan, ranperkada RDTR juga dihadiri Plt Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Abdul Kamarzuk serta beberapa perwakilan dari beberapa kementerian lain.

Di antaranya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Badan Usaha milik Negara (BUMN).

Baca Juga :  Belasan Hektare Lahan Bakau Rusak Parah


Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu menjelaskan, penetapan ranperkada RDTR harus mendapat persetujuan substansi dari Kementerian ART/BPN. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 21/2021 tentang Penyelenggaraan Tata Ruang. ”Prosesnya  memang tidak mudah,” ucapnya.

Dalam rakor itu, Ra Latif memaparkan dua ranperkada yang telah disusun Pemkab Bangkalan. Yakni, ranperkada RDTR wilayah perencanaan dan RDTR wilayah perencanaan akses Suramadu. Dua RDTR itu akan terintegrasi secara langsung dengan aplikasi online single submission (OSS).

”Ranperkada yang sudah kami susun diharapkan dapat mempermudah percepatan investasi di Kabupaten Bangkalan,” harapnya.

RDTR Burneh bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kecamatan yang berada di sisi timur Kabupaten Bangkalan itu. Sebab, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Burneh berkembang pesat.

Baca Juga :  Bakal Dibangun Pelabuhan Perikanan Rp 10 M

Sementara RDTR akses Suramadu bertujuan mengembangkan kawasan industri. Sebab, aksesibilitasnya dekat dengan Surabaya. Dengan demikian, akses Suramadu  berpotensi dijadikan kawasan industri dan permukiman.

”Dengan potensi yang ada, kami berharap banyak investor yang masuk ke Bangkalan. Dengan begitu, nantinya akan banyak lapangan pekerjaan yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menyampaikan, ranperkada RDTR yang disusun bertujuan mempertegas peruntukan wilayah. Dengan begitu, arah pembangunan ke depan jelas dan terukur.

”RDTR bertujuan memproteksi peruntukan wilayah. Mana yang industri, permukiman, pertanian, dan lainnya sehingga nantinya semua jelas,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/