alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Proyek Pasar Galis Terancam Lebihi Deadline

BANGKALAN – Pembangunan pasar rakyat Galis terus digarap. Hingga Selasa (7/11), proyek yang dikerjakan PT Anugerah Konstruksi Indonesia itu progresnya sudah 60 persen. Akan tetapi, mengingat waktu pengerjaan tinggal sekitar 1,5 bulan, penyelesaian proyek belasan miliar itu terancam melebihi deadline.

Dinas Perdagangan Bangkalan mendapatkan anggaran Rp 14.138.370.000 dari APBN 2017. Anggaran itu untuk pembangunan pasar rakyat Galis. Ada 13 rekanan yang mengikuti proses lelang. Namun yang jadi pemenang lelang adalah PT Anugerah Konstruksi Indonesia dengan nilai kontrak Rp 13.921.000.000 (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Budi Utomo mengatakan, setiap minggu pihaknya mendapatkan laporan progres pengerjaan pembangunan pasar rakyat Galis. Menurut dia, capaian kerja sampai saat ini sekitar 60 persen.

Baca Juga :  Tiga Kelas SDN Serabi Timur 2 Ambruk

Belakangan ini pihaknya lebih intens lagi koordinasi dengan rekanan. Disdag mendorong rekanan mempercepat pengerjaan agar tidak melebihi deadline. ”Optimistis pihak rekanan bisa mengerjakan tepat waktu,” katanya.

Menurut Budi, pengerjaan gedung hampir rampung. Tinggal pemasangan atap. Sementara atap yang akan dipasang merupakan barang pabrikan. Dengan demikian, tidak memakan waktu lama pengerjaannya.

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Bangkalan menjelaskan, PT Anugerah Konstruksi Indonesia mengerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Pihaknya sering mengkroscek langsung ke lokasi proyek.

Budi mengklaim, tidak ada pungutan liar (pungli) kepada para pedagang yang akan memakai tempat baru untuk berjualan. Ratusan ruko dan los bagi para pedagang diberikan secara gratis. ”Tidak ada yang namanya pungli,” klaim dia.

Baca Juga :  Berikan Bekal Manulis untuk Siswa

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur mengaku kecewa dengan lambannya pengerjaan proyek pembangunan pasar rakyat Galis. Itu lantaran waktu sudah mepet, tapi pekerjaan hanya 60 persen. ”Harapan kami, tidak ada pekerjaan asal-asalan karena pasar itu ditunggu masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Anugerah Konstruksi Indonesia Dwi Harjono tidak bisa memberikan penjelasan. Dihubungi berkali-kali ke nomor selulernya, tidak direspons.

BANGKALAN – Pembangunan pasar rakyat Galis terus digarap. Hingga Selasa (7/11), proyek yang dikerjakan PT Anugerah Konstruksi Indonesia itu progresnya sudah 60 persen. Akan tetapi, mengingat waktu pengerjaan tinggal sekitar 1,5 bulan, penyelesaian proyek belasan miliar itu terancam melebihi deadline.

Dinas Perdagangan Bangkalan mendapatkan anggaran Rp 14.138.370.000 dari APBN 2017. Anggaran itu untuk pembangunan pasar rakyat Galis. Ada 13 rekanan yang mengikuti proses lelang. Namun yang jadi pemenang lelang adalah PT Anugerah Konstruksi Indonesia dengan nilai kontrak Rp 13.921.000.000 (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Budi Utomo mengatakan, setiap minggu pihaknya mendapatkan laporan progres pengerjaan pembangunan pasar rakyat Galis. Menurut dia, capaian kerja sampai saat ini sekitar 60 persen.

Baca Juga :  Tiga Kelas SDN Serabi Timur 2 Ambruk

Belakangan ini pihaknya lebih intens lagi koordinasi dengan rekanan. Disdag mendorong rekanan mempercepat pengerjaan agar tidak melebihi deadline. ”Optimistis pihak rekanan bisa mengerjakan tepat waktu,” katanya.

Menurut Budi, pengerjaan gedung hampir rampung. Tinggal pemasangan atap. Sementara atap yang akan dipasang merupakan barang pabrikan. Dengan demikian, tidak memakan waktu lama pengerjaannya.

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Bangkalan menjelaskan, PT Anugerah Konstruksi Indonesia mengerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Pihaknya sering mengkroscek langsung ke lokasi proyek.

Budi mengklaim, tidak ada pungutan liar (pungli) kepada para pedagang yang akan memakai tempat baru untuk berjualan. Ratusan ruko dan los bagi para pedagang diberikan secara gratis. ”Tidak ada yang namanya pungli,” klaim dia.

Baca Juga :  "Protes" Beban Terlalu Berat

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur mengaku kecewa dengan lambannya pengerjaan proyek pembangunan pasar rakyat Galis. Itu lantaran waktu sudah mepet, tapi pekerjaan hanya 60 persen. ”Harapan kami, tidak ada pekerjaan asal-asalan karena pasar itu ditunggu masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Anugerah Konstruksi Indonesia Dwi Harjono tidak bisa memberikan penjelasan. Dihubungi berkali-kali ke nomor selulernya, tidak direspons.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/