alexametrics
29.4 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Harus Siapkan SDM Terampil

PEMKAB Bangkalan terus berkoordinasi dengan pihak BPWS. Direncanakan pengembangan KKJSM butuh lahan 600 hektare. Pendanaannya langsung dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengutarakan, pengembangan KKJSM sangat bermanfaat untuk masyarakat Bangkalan. Terutama, dalam peningkatan ekonomi. ”Untuk pengembangan KKJSM direncanakan 600 hektare,” terangnya kemarin (7/10).

Pembangunan KKJSM nanti akan berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, pemkab dan DPRD Bangkalan terus bersinergi dengan BPWS. Misalnya, mulai dari penyusunan, penyelarasan perencanaan, sharing pendanaan, hingga evaluasi pelaksanaan kegiatan. ”Manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Bangkalan,” ujarnya.

Misalnya, keterlibatan masyarakat lokal dalam tenaga kerja di setiap proyek-proyek BPWS. Juga dapat terlihat dari porsi Bangkalan yang mendapatkan pembinaan dan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih besar dibandingkan dengan kabupaten lain di Madura.

Baca Juga :  PT ASSI Luncurkan KMP Aceh Hebat 2

Asas manfaatnya untuk Bangkalan, dipastikan selalu mendapatkan porsi lebih untuk kegiatan-kegiatan yang dibangun di Bangkalan,” jelas bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Masyarakat Bangkalan, tegas Ra Latif, harus jadi tuan rumah dengan adanya KKJSM. Misalnya saat ini terus melakukan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat untuk memperoleh keterampilan.

”Nantinya bisa disiapkan ketika pengembangan KKJSM sudah selesai. Kalau sekarang, mulai dari penyusunan dan perencanaan, orang lokal sudah dilibatkan, seperti UTM,” terangnya.

Ra Latif menambahkan, UMKM-UMKM yang ada selama ini bisa memasarkan produknya. ”Bahkan, pedagang-pedagang yang ada di pinggir jalan itu dalam penataan agar tersentral nanti,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mengatakan, masyarakat Madura, terutama Bangkalan, memang tidak bisa lari dari rencana pembangunan KKJSM sebagai bentuk konsekuensi dari adanya Jembatan Suramadu. Hanya nanti, penataan pembangunan di KKJSM tetap perlu memperhatikan aspek pendidikan, sosial, dan kultur dari masyarakat Madura.

Baca Juga :  Ratusan Personil Amankan Natal dan Tahun Baru

”Jangan sampai adanya KKJSM ini malah tidak menguntungkan sama sekali terhadap rakyat Madura, lebih-lebih dari sisi perekonomiannya,” pesannya.

Karena itu, pihaknya berharap BPWS serta gubernur harus betul-betul sering berkomunikasi dan berkoordinasi untuk lebih memantapkan serta menyiapkan SDM Madura. Jangan sampai pula kepentingan investor jauh lebih diutamakan daripada kepentingan keberlangsungan masyarakat Bangkalan.

 ”Kalau bisa, investor asal Madura yang sukses di luar itu bisa ditarik. Hitung-hitung agar jadi tuan rumah di tanah sendiri,” sarannya.

PEMKAB Bangkalan terus berkoordinasi dengan pihak BPWS. Direncanakan pengembangan KKJSM butuh lahan 600 hektare. Pendanaannya langsung dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengutarakan, pengembangan KKJSM sangat bermanfaat untuk masyarakat Bangkalan. Terutama, dalam peningkatan ekonomi. ”Untuk pengembangan KKJSM direncanakan 600 hektare,” terangnya kemarin (7/10).

Pembangunan KKJSM nanti akan berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, pemkab dan DPRD Bangkalan terus bersinergi dengan BPWS. Misalnya, mulai dari penyusunan, penyelarasan perencanaan, sharing pendanaan, hingga evaluasi pelaksanaan kegiatan. ”Manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Bangkalan,” ujarnya.


Misalnya, keterlibatan masyarakat lokal dalam tenaga kerja di setiap proyek-proyek BPWS. Juga dapat terlihat dari porsi Bangkalan yang mendapatkan pembinaan dan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih besar dibandingkan dengan kabupaten lain di Madura.

Baca Juga :  PT ASSI Luncurkan KMP Aceh Hebat 2

Asas manfaatnya untuk Bangkalan, dipastikan selalu mendapatkan porsi lebih untuk kegiatan-kegiatan yang dibangun di Bangkalan,” jelas bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Masyarakat Bangkalan, tegas Ra Latif, harus jadi tuan rumah dengan adanya KKJSM. Misalnya saat ini terus melakukan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat untuk memperoleh keterampilan.

”Nantinya bisa disiapkan ketika pengembangan KKJSM sudah selesai. Kalau sekarang, mulai dari penyusunan dan perencanaan, orang lokal sudah dilibatkan, seperti UTM,” terangnya.

Ra Latif menambahkan, UMKM-UMKM yang ada selama ini bisa memasarkan produknya. ”Bahkan, pedagang-pedagang yang ada di pinggir jalan itu dalam penataan agar tersentral nanti,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mengatakan, masyarakat Madura, terutama Bangkalan, memang tidak bisa lari dari rencana pembangunan KKJSM sebagai bentuk konsekuensi dari adanya Jembatan Suramadu. Hanya nanti, penataan pembangunan di KKJSM tetap perlu memperhatikan aspek pendidikan, sosial, dan kultur dari masyarakat Madura.

Baca Juga :  BPWS Akui Proyek SPAM Tahap II Dikerjakan Dua Rekanan

”Jangan sampai adanya KKJSM ini malah tidak menguntungkan sama sekali terhadap rakyat Madura, lebih-lebih dari sisi perekonomiannya,” pesannya.

Karena itu, pihaknya berharap BPWS serta gubernur harus betul-betul sering berkomunikasi dan berkoordinasi untuk lebih memantapkan serta menyiapkan SDM Madura. Jangan sampai pula kepentingan investor jauh lebih diutamakan daripada kepentingan keberlangsungan masyarakat Bangkalan.

 ”Kalau bisa, investor asal Madura yang sukses di luar itu bisa ditarik. Hitung-hitung agar jadi tuan rumah di tanah sendiri,” sarannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Polisi Tahan Oknum Debt Collector

Pemeliharaan PJU Rp 1 Miliar Lebih

163 Pelamar Penuhi Passing Grade

Artikel Terbaru

/