alexametrics
23.1 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Dorong Generasi Muda Paham Sejarah Lokal

BANGKALAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Bangkalan mendorong generasi muda memahami sejarah. Salah satu caranya, menyelenggarakan lomba menulis kesejarahan tingkat SMP. Penilaian lomba itu melibatkan orang-orang kompeten.

Kepala Disbudpar Bangkalan Mohammad Hasan Faisol menyampaikan, lomba kesejarahan itu diikuti hampir semua siswa SMP di Bangkalan. Tema yang diperlombakan yaitu menulis kesejarahan lokal. ”Sejarah yang ada di masing-masing kecamatan boleh ikut diperlombakan,” ucapnya.

Ada banyak sejarah lokal yang belum diketahui generasi muda dan orang dewasa. Sebab itu, lomba tersebut bertujuan mengenalkan sejarah sejak dini kepada generasi yang saat ini duduk di bangku SMP.

Mantan kepala DPMPTP Bangkalan itu menambahkan, sejarah yang ditulis peserta akan dibukukan. Namun, akan disempurnakan lebih dulu oleh dewan juri yang berasal dari budayawan dan sejarawan. Dengan demikian, sejarah yang ditulis dapat dipahami secara utuh. ”Bukunya nanti kami pajang di museum,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bangkalan Punya Alat Deteksi Gempa dan Tsunami

Dengan begitu, pengunjung museum nantinya tidak hanya mengetahui benda-benda bersejarah. Namun, juga dapat mengetahui sejarah-serah lokal di Kabupaten Bangkalan. ”Buku-buku sejarah itu nanti bisa dibaca oleh semua pengunjung,” pungkasnya. (jup/onk)

BANGKALAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Bangkalan mendorong generasi muda memahami sejarah. Salah satu caranya, menyelenggarakan lomba menulis kesejarahan tingkat SMP. Penilaian lomba itu melibatkan orang-orang kompeten.

Kepala Disbudpar Bangkalan Mohammad Hasan Faisol menyampaikan, lomba kesejarahan itu diikuti hampir semua siswa SMP di Bangkalan. Tema yang diperlombakan yaitu menulis kesejarahan lokal. ”Sejarah yang ada di masing-masing kecamatan boleh ikut diperlombakan,” ucapnya.

Ada banyak sejarah lokal yang belum diketahui generasi muda dan orang dewasa. Sebab itu, lomba tersebut bertujuan mengenalkan sejarah sejak dini kepada generasi yang saat ini duduk di bangku SMP.


Mantan kepala DPMPTP Bangkalan itu menambahkan, sejarah yang ditulis peserta akan dibukukan. Namun, akan disempurnakan lebih dulu oleh dewan juri yang berasal dari budayawan dan sejarawan. Dengan demikian, sejarah yang ditulis dapat dipahami secara utuh. ”Bukunya nanti kami pajang di museum,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dinsos Minta Tolak Beras Jelek

Dengan begitu, pengunjung museum nantinya tidak hanya mengetahui benda-benda bersejarah. Namun, juga dapat mengetahui sejarah-serah lokal di Kabupaten Bangkalan. ”Buku-buku sejarah itu nanti bisa dibaca oleh semua pengunjung,” pungkasnya. (jup/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/